
Selesai membersihkan tubuhnya serta mengganti pakaiannya, perlahan Rangga masuk ke dalam kamar putrinya, ia mengecup kening Alea dan mengelus lembut kepala putri semata wayangnya itu.
"I miss you honey" bisik Rangga.
Menyadari ada yang mengelus kepalanya, Alea pun perlahan membuka matanya, samar-samar ia melihat sosok Ayahnya berada di hadapannya.
"Ayah, I'm really missing you" Alea langsung memeluk Rangga dengan erat.
"Kok anak ayah bangun?" tanya Rangga, ia jadintak enak karena telah membangunkan putrinya.
"Ayo tidur lagi sayang! " Rangga mengelus punggung Alea yang tengah memeluk dirinya.
"Aku rindu ayah" Alea menggelengkan kepalanya enggan memejamkan kembali matanya, ia pun masih belum melepaskan pelukannya.
"Ayah juga rindu sekali padamu sayang" Rangga membalas pelukan putrinya serta mengecup kening Alea kembali.
Setelah saling melepas rindu, Alea bercerita hari-harinya saat Rangga berada di Singapore.
__ADS_1
"Selama Ayah pergi Kak Nindy yang mengantar dan menjemput aku ke sekolah ya meskipun telat-telat karena Kak Nindy kuliah hahaha.." ucap Alea
"Kak Nindy juga membuatkan aku sarapan pagi, membawakanku bekal makan siang dan juga membuatkanku makan malam, selain itu Kak Nindy juga yang menemaniku belajar" sambung Alea, ia bercerita dengan penuh antusias.
"Are you happy honey?" tanya Rangga.
"Yes, I'm very happy. Kak Nindy banyak mengajariku banyak hal seperti memasak, membuat cake, pudding, merawat wajah, rambut, dan tubuh" ucap Alea.
"Kemarin kita menggunakan ruang di lantai dua untuk spa di rumah, bolehkan Yah?" tanya Alea.
"Saat di pasific place kemarin, Kak Nindy banyak membelikan aku baju-baju yang sedang trendy, Kak Nindy juga membelikan skin care, body care, hair care, dan beberapa parfum" Alea menunjuk ke arah meja riasnya yang kini di penuhi oleh berbagai macam skin and body care, hair care, dan parfum.
Rangga tersenyum menganggukan kepalanya 'Terima kasih ya nin, telah menjaga alea dengan baik' gumam Rangga dalam hati.
"Oh ia Yah, kemarin aku juga sempat mengundang tim OSNku untuk belajar bersama di rumah, di ajari oleh Kak Nindy" sambung Alea.
"Iya sayang, undanglah semua teman-teman belajarmu kemari" ucap Rangga.
__ADS_1
"Ayah, bagaimana kondisi Eyang? apa opersinya berjalan dengan lancar? mengapa Ayah berbohong padaku?" tanya Alea dengan nada sedih.
"Alea tahu dari mana sayang?" tanya Rangga bingung, karena seingatnya ia tidak memberitahu tentang kondisi kakeknya.
"Aunty Stela, tadinya Aunty mau menemaniku selama Ayah di Singapore tapi karena sudah ada Kak Nindy, Aunty Stela kembali pulang." ucap Alea.
"Maafin Ayah ya sayang, Ayah tidak bermasud untuk membohongimu. Ayah hanya tidak ingin membuatmu khawatir" Rangga mengelus lengan Alea dengn lembut agar putrinya tak marah padanya.
" Tapi Syukur Alhamdulillah operasi Eyang berjalan dengan lancar, jika tidak ada halangan beberapa hari lagi Eyang sudah bisa pulang. Nanti kita jemput Eyang sama-sama ya" sambung Rangga.
"Ia Yah, Kak Nindy juga berkata seperti itu padaku"
"Ya sudah, sudah malam kita bobo yuk, nanti telat subuh loh!! Jadi tidak bisa doain ibu nanti" Rangga mengajak Alea untuk tidur karena sudah larut malam
"Ayah bobo di sini ya" Alea meminta Rangga untuk tidur bersama dirinya.
Rangga menganggukan kepalanya, kemudian menyelimuti tubuh putrinya kemudian ia istirahat di sampingnya.
__ADS_1