
Keesokan harinya pagi-pagi sekali Alea datang ke rumah kontrakan Nathan dengan membawakan sarapan untuk Nathan, namun sesampainya di sana ternyata Nathan telah terlebih dahulu masak sup.
"Nanti akan aku makan semua makanan yang kamu buatkan untukku" Nathan mengelus lengan Alea dengan lembut, ia tak ingin membuat calon istrinya kecewa.
"Thank you" Alea tersenyum sumringah, kemudian ia menaruh makanan yang ia buat ke dalam piring saji dan membawanya ke meja makan.
Keduanya sarapan sambil menikmati sarapan yang Alea buat, pagi itu ia membuatkan omlet dengan banyak sayur kesukaan Nathan dan Nathan menepati janjinya, ia makan dengan lahap menghabiskan makanan yang di buat oleh Alea.
Setelah sarapan keduanya berangkat menuju rumah sakit, Nathan menawarkan diri untuk menyetir.
"Honey, I think I should drive" ucap Nathan, sambil meminta kunci mobil Alea.
"Tapikan kamu tidak tahu jalan" ucap Alea.
"Pakai GPS, lagi pula kamukan ada di sampingku. Seandainya tersesat pun aku tidak masalah asalkan bersama denganmu sayang" ucap Nathan degan nada menggoda.
Alea tersenyum mendengar gombalan Nathan "Baiklah kalau begitu" ia menyerahkan kunci mobilnya kepada Nathan. Nathan masih belum bisa menggunakan mobil barunya karena ia masih menunggu proses pembuatan STNK mobilnya selesai.
__ADS_1
Empat puluh menit berkendara dengan di bantu di arahkan oleh Alea, akhirnya mereka tiba di rumah sakit, Alea langsung mengajak Nathan ke ruangan Unclenya.
"Morning Uncle" sapa Alea, sambil mencium tangan Rama.
"Morning, Baby" sapa Rama kepada keponakan kesayangannya.
"Lihat uncle siapa yang datang...." Alea mememperlihatkan Nathan yang berada di belakangnya.
"Nathan... welcome to Jakarta. When did you come to Jakarta?" Rama beranjak dari tempat duduknya menyambut medatangan Nathan dengan menyalaminya, ia juga mempersilahkan Nathan duduk.
"Kemarin Uncle" Nathan mencium tangan Rama dengan sopan.
"Ya sudah ya Uncle, Nathan sama Uncle kan? Aku mau bertugas menangani pasien" ucap Alea, ia melihat jam di tangannya sudah menunjukan pukul 08.00 yang artinya ia sudah harus bertugas, meskipun ini adalah rumah sakit milik ayahnya namun Alea tetap disiplin menjalani tugasnya.
"Iya sayang, nanti Uncle dan Rico yang akan mengantar Nathan keliling rumah sakit dan ke ruang kerjanya" ucap Rama.
"Thanks ya Uncle" ucap Alea kepada Rama, kemudian beralih ke Nathan "Ruang kerjaku di lantai.2 Aku kerja dulu ya, Bye honey" Alea melambaikan tangannya kemudian ia melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Rama menuju ruang kerjanya.
__ADS_1
Sementara itu di ruang kerja Rama, tak lama kemudian Rico datang, ia langsung menyapa dan menyambut kedatangan Nathan dengan ramah. Ia juga mengajak Nathan berkeliling sambil menerangkan prosedur standar rumah sakit.
"Ada yang ingin kamu tanyakan?" tanya Rico kepada Nathan.
"Tidak ada terima kasih" ucap Nathan, ia bisa dengan cepat menyerap semua informasi yang di berikan oleh Rico.
"Ini ruang kerja calon istrimu dan ruanganmu ada di sebelahnya" tunjuk Rico, setelah berada di depan ruang kerja Nathan Rico mempersilahkan Nathan untuk masuk dan mengenalkan beberapa perawat yang akan membantu dirinya.
"Selamat bekerja, pasienmu sudah mengantri di depan" ucap Rico.
"Terima kasih banyak Rico"
"Sama-sama" Rico meninggalkan Nathan dan ia pergi ke ruang kerjanya.
Setelah Rico keluar dari ruang kerjanya, Nathan meminta suster untuk mulai memanggil pasien.
__ADS_1