
Tiga hari sudah Alea dan Nathan berada di Bali untuk menjalani serangkaian kegiatan foto prewedding, kini saatnya untuk mereka berdua kembali ke aktivitas mereka masing-masing.
Seperti biasanya Nathan menjemput Alea untuk sama-sama berangkat ke rumah sakit tempat mereka bertugas.
"Selamat pagi Yah" Nathan mencium tangan Rangga dengan sopan.
"Alea masih di atas, duduklah!!" Rangga meminta Nathan untuk duduk bersamanya di ruang makan.
Tak lama kemudian Alea turun dan langsung menyapa calon suaminya kemudian ia berjalan memghampiri Ayahnya "Yah aku berangkat dulu ya" ucap Alea sambil mencium tangan dan pipi Rangga.
"Kamu tidak sarapan dulu sayang?" tanya Rangga melihat putri semata wayangnya nampak buru-buru.
"Tidak Yah nanti saja di mobil, Nathan membuatkan sandwich untukku, ia kan sayang?" ucap Alea ke arah Nathan, Nathan tersenyum sambil menganggukan kepalanya.
"Ya sudah aku pergi dulu ya Yah" pamit Alea kempada Rangga bergantian dengan Nathan.
__ADS_1
"Ayo sayang!!!" ajak Alea kepada Nathan, Nathan pun mengikuti Alea dari belakang.
Diperjalanan menuju rumah sakit Alea menyuapi Nathan sambil melihat-lihat furniture di handphonenya, ia dan Nathan sudah mulai mengisi rumah baru mereka yang akan di tempati setelah mereka menikah.
"Meja makan yang ini bagus ya sayang" Alea menujukan handphonenya kepada Nathan.
"Iya sayang, kamu pilihlah mana yang kamu mau nanti aku yang akan membelinya, aku ingin kamu nyaman tinggal di rumah kita" ucap Nathan. "Sayang, aku berencana untuk kita sama-sama mengambil pendidikan spesialis. Bagaimana menurutmu?" tanya Nathan.
Alea tak menyangka jika Nathan masih memikirkan kelanjutan pendidikannya "Aku setuju, kamu mau mengambil spesialis apa sayang?" tanya Alea.
"Aku mau spesialis anak, aku sangat suka dekat dengan anak-anak" ucap Alea.
"Baiklah kalau begitu, nanti aku akan cari informasi pendaftarannya" Nathan mengelus tangan Alea dengan lembut.
Alea menganggukan kepalanya dan kembali menyuapi Nathan hingga semua bekal sarapan mereka habis.
__ADS_1
"Sayang, Ayo turun!!" ucap Nathan yang telah membukakan pintu mobil Alea, ia menggandeng tangan Natahan masuk ke dalam rumah sakit.
Setelah ia masuk kedalam rumah sakit, ia baru teringat jika ia mau menggantikan salah satu dokter di IGD.
"Hari ini aku tugas di IGD, aku ke sana duluan ya" ucap Alea melepaskan genggaman tangan Nathan.
"Iya sayang, nanti aku akan menyusulmu ke sana" ucap Nathan, kemudian ia masuk ke dalam lift menuju ruangannya.
Baru saja Alea tiba di IGD tiba-tiba ada seorang pria yang membopong seorang wanita yang wajahnya tak asing bagi Alea masuk ke dalam ruang IGD, suster menyuruh pria tersebut untuk membaringkan wanita yang ia bawa di atas tempat tidur.
Sambil mengingat-ingat Alea pun menghampirinya, saat ia hendak memerikasa pasien tersebut, Alea terkejut saat ia melihat wajah dari pria itu yang ternyata adalah Tristan, pria yang selama ini ia cari kini berada di hadapnnya.
"Tristan..." Alea langsung menengok ke arah pasien yang ternyata Ibunda Tristan, ya wanita ini adalah ibunda Tristan, Alea akhirnya teringat jika dirinya pernah bertemu dengan Ibunda Tristan saat Tristan mengundangnya berlibur ke villa milik keluarganya.
"Alea" ucap Tristan yang sama terkejutnya dengan Alea.
__ADS_1
Kemudian suster menyuruh Tristan untuk keluar dari ruangan IGD.