ALINEA

ALINEA
SEASON 2 - ALEA : Chapter 76


__ADS_3

Nathan, Alea, dan Rangga datang menghadiri acara pernikahan Tristan dan Carissa yang di selenggarakan secara sederhana di kediaman orang tua Carissa. Rangga dan Alea sangat senang dengan pernikahan keduanya.


Nuansa adat sunda sangat kental terasa, Carissa menggunakan kebaya panjang berwarna putih yang dipadukan dengan kain batik berwarna cokelat, lengkap dengan siger dan kembang goyang di atas kepalanya.


Sedangkan Tristan memakai beskap berwarna putih dengan ornamen silver, untuk bagian bawah beskap tersebut, Tristan memilih untuk menggunakan balutan kain batik berwarna putih dan cokelat.


Canilan atau selop sebagai alas kaki berwarna putih juga dipakainya, tak lupa aksesoris blangkon perpaduan warna putih dan silver dikenakan oleh Tristan.


Belakangan Alea baru mengetahui jika acara tersebut tidak secara terang-terangan di umumkan untuk menjaga perasaan Rico yang sebenarnya ia pun sudah tak sabar ingin menikah, namun cintanya dengan Olivia masih terhalang perbedaan keyakinan.


Setelah melaksanakan prosesi akad nikah, keduanya melakukan sungkeman kepada kedua orang tua untuk meminta maaf akan kesalahan-kesalahan, Alea tersenyum saat melihat Ayahanda Tristan sudah keluar dari penjara dan bisa menghadiri pesta pernikahan putra bungsunya.

__ADS_1


Setelah sungkeman prosesi saweran, Tristan dan Carissa duduk di kursi sambil dipayungi, upacara penyaweran pun dilakukan pada pengantin. Orang tua memberikan nasehat diiringi kidung. Pemberian nasehat diiringi pelemparan uang logam, beras, kunyit yang diiris tipis-tipis, dan permen.


Uang logam dan beras melambangkan kemakmuran, kunyit sebagai simbol kejayaan, sedangkan permen melambangkan manisnya kehidupan berumah tangga.


Selanjutnya prosesi meuleum harupat, Carissa membakar batang harupat yang dipegang mempelai oleh Tristan dengan lilin sampai menyala.


Sesudah itu, batang harupat dimasukkan ke dalam kendi berisi air yang dipegang mempelai Carissa. Batang harupat diangkat kembali dan dipatahkan lalu dibuang.


Tristan yang memegang kendi berisi air menggambarkan peran istri yang berperan mendinginkan setiap persoalan yang membebani hati dan pikiran Tristan.


Berikutnya, prosesi nincak endog. Tristan menginjak telur hingga pecah, kemudian sang Carissa membersihkan kaki Tristan. Selanjutnya kedua orang tua Carissa dan Tristan melepas burung merpati putih.

__ADS_1


Hal ini berarti orang tua melepas tanggung jawab karena kedua pasangan sekarang sudah mampu hidup mandiri. Tak berhenti sampai situ, Masih ada tradisi muka panto atau buka pintu.


Diawali dengan mengetuk pintu tiga kali, lalu dilakukan sahut-sahutan pantun dari luar dan dalam pintu rumah. Tristan berada di luar pintu, sementara mempelai Carissa di dalam.


Setelahnya huap lingkup, kedua orang tua menyuapi Tristan dan Carissa. Hal  ini melambangkan tidak ada perbedaan antara kasih sayang terhadap anak dan menantu.


Dan yang terakhir pabetot bakakak hayam, Tristan dan Carissa saling tarik-menarik ayam bakar utuh. Tristan mendapat bagian lebih besar, ia harus berbagi dengan Carissa. Prosesi ini berarti rezeki yang diterima harus dinikmati bersama-sama.


"Semuanya untukmu sayang" ucap Tristan kepada Carissa istrinya.


Nathan dan Alea sangat enjoy menyaksikan semua prosesi pernikahan Tristan dan Carissa, Nathan sungguh mengagumi akan kekayaan budaya Indonesia, setelah beberapa bulan lalu ia di buat kagum dengan adat Jawa di pesta pernikahannya kali ini ia di buat kagum oleh adat Sunda, meski baru beberapa bulan tinggal di Indonesia ia seperti sudah sangat lama tinggal disini, baginya Indonesia adalah rumah.

__ADS_1


__ADS_2