
Tiga tahun sudah Alea menempuh pendidikan kedokterannya di Jerman, hubungan dengan kelima sahabatnya semakin dekat, terutama dengan Nathan yang seringkali mengajak Alea untuk berdiskusi mengenai banyak hal salah satunya mengenai agama, kebudayaan, serta bahasa Indonesia.
Nathan yang sangat mengagumi sikap serta pembawaan Alea yang begitu sopan dan ramah kepada siapa pun, ia juga merasakan kedamaian saat berada di dekat alea.
Dalam diskusinya dengan Nathan terkadang Alea melibatkan ayahnya, tak jarang Nathan berkunjung ke apartement Alea meskipun terkadang Alea tengah jalan bersama Olivia dan Vanessa mencari kebutuhan wanita.
Rangga tak pernah bosan menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh Nathan, dalam setiap diskusinya Rangga selalu mengingatkan kepada Alea dan juga Nathan mengenai batasan-batasan pertemanan antar lawan jenis, Nathan pun amat sangat menghargai dan menghormati Alea sebagai wanita muslimah.
"Uncle, I would like to invite you and Alea to a dinner. Dinner with my family, actually" ucap Nathan setelah berdiskusi dengan Rangga.
Rangga agak sedikit terkejut dengan ajakan Nathan, namun ia berfikir jika tidak ada salahnya mengenal lebih dekat dengan orang tua sahabat putrinya.
"Okay, we will come" Rangga menyetujui ajakan Nathan untuk makan malam bersama dengan orang tuanya.
"Thank you uncle" ucap Nathan dengan senyum sumringah, kemudian ia pamit dari apartement Alea.
__ADS_1
Sesuai dengan janjinya, hari sabtu malam Rangga dan putrinya bersiap menghadiri undangan makan malam di restoran bintang lima di Berlin.
Alea nampak cantik dan anggun mengenakan lace dress berwarna pastel, senada dengan warna hijab yang di kenakannya.
"Anak Ayah cantik sekali malam ini" puji Rangga sambil mengulurkan tangannya.
"Iya dong" Alea tersenyum dan menerima uluran tangan Ayahnya, keduanya bergandengan keluar dari apartement.
Begitu tiba di restorant, Rangga dan Alea disambut hangat oleh kedua orang tua Nathan yang sudah terlebih dahulu sampai. Rose sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Alea, wanita yang selalu disanjung-sanjung oleh nathan.
"Alea" Alea mencium tangan Ibunda Nathan, bagi Alea mencium tangan orang yang lebih tua merupakan bentuk penghormatan terhadap orang yang lebih tua, namun Alea tidak melakukan hal yang sama kepada Mike ayahanda Nathan, ia hanya sedikit membungkukkan badannya.
"Rangga" Rangga menjabat tangan Mike dan hanya tersenyum kepada Rose.
Rose sangat terpukau oleh sikap sopan dan ramah Alea dan Ayahnya, ia tak menyangka jika putranya pandai memilih wanita.
Kedua orang tua Nathan mempersilahkan Alea dan Rangga untuk memesan makanan.
__ADS_1
"Just call me mom" ucap Rose.
Alea tersenyum dan menganggukan kepalanya.
Kedua keluarga tersebut mengobrol dengan hangat mengenai seputar bisnis hingga kegiatan kuliah Alea dan Nathan.
Dalam makan malam tersebut Rangga seringkali memergoki Nathan memandang penuh kekaguman kepada putrinya ketika putrinya tengah bercerita tentang kegiatannya di kampus bersama Nathan.
Pukul 22.00 acara makan malam tersebut selesai, kedua keluarga tersebut saling berpamitan.
"Nice to meet you honey" Rose memeluk dan mencium Alea dengan hangat.
"Nice to meet you too Mom" Alea pun membalas pelukan Rose dengan hangat.
Setelah berpamitan Rangga dan Alea langsung kembali ke apartementnya, dalam perjalanan Rangga sedikit membahas tentang sikap baik yang di tunjukan Nathan dan keluarganya.
Alea hanya menundukan kepalanya, sebenarnya ia pun menyadari jika Nathan menyimpan ketertarikan padanya namun hatinya masih menunggu Tristan, meskipun sampai dengan detik ini Tristan tidak pernah lagi menghubunginya.
__ADS_1