
Malam itu hujan turun sangat deras, beberapa kali Alea nampak galau melihat jam di didinding sudah menunjukan pukul 20.30.
"Belajar sama Ayah saja ya, mungkin Kak Nindy tak bisa ke sini karena hujan" ucap Rangga.
"Aku coba hubungi Kak Nindy sekali lagi ya Yah" Alea kembali mengambil handphonenya, ini sudah yang ketiga kalinya ia menghubungi Nindy namun Nindy tak juga mengangkat telepon dan membalas pesan darinya.
"Tetap tidak di angkat Yah"
"Ya sudah, belajar sama Ayah ya" Rangga meminta buku pelajaran purtinya kemudian ia mulai mengajari putrinya.
" Alkuna merupakan jenis senyawa hidrokarbon tak jenuh yang memiliki ikatan rangkap tiga. Rumus umum alkuna adalah CnH2n-n dengan n > 1" terang Rangga kepada putrinya, ia mengambil kertas dan menuliskan conyohnya di kertas tersebut.
"Bagaimana, sampai di sini mengerti?" tanya Rangga, Alea menganggukan kepalanya.
"Dulu Ayah pernah ngegobalin Ibu pake rumus kimia" ucap Rangga.
"Oh ya? terus Ayah"
Rangga kembali menuliskan rumus kimia tersebut di kertas yang lainnya dan memberikannya kepada putrinya.
"Ayah receh banget sih, masa gobalin Ibu pake rumus begituan hahaha...."
"Tapi saat itu Ayah senang sekali melihat Ibu berfikir keras untuk mengartikan rumus yang Ayah tulis"
"Iiih Ayah jahat" Alea mencubit tangan ayahnya "Jika Lea sudah ada pasti Lea akan bantuin Ibu, agar tidak di kerjai oleh Ayah"
Di tengah obrolan ringannya bersama putrinya tiba-tiba saja asisten rumah tangga Alea datang dengan memberitahu jika Nindy sudah datang dan sedang berada di teras rumah.
"Suruh masuk saja Bik" ucap Rangga.
"Anu Tuan, kata Non Nindy sebentar lagi nunggu pakaiannya kering" ucap sang asisten rumah tangga.
Rangga dan Alea beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Nindi di teras rumahnya.
"Ini Kak Nindy, biar tidak dingin" Alea memberikan handuk untuk Nindy agar Nindy tidak kedinginan dan mengajak Nindy masuk ke dalam kediamannya.
__ADS_1
"Gantilah pakaianmu, kemudian berikan pakaianmu ke asisten rumah tanggaku di belakang agar pakaianmu di cuci oleh mereka" Rangga memberikan pakaian Almh.Istrinya kepada Nindy.
Dengan ragu-ragu Nindy menerimanya "Terima kasih Pak Rangga, maaf aku sangat merepotkan Pak Rangga dan Alea"
"Yuk Kak Nindy, ganti di kamarku saja" ajak Alea.
"Permisi Pak Rangga" Nindy membungkukkan badannya kepada Rangga, sebelum ia melangkah mengikuti Alea ke kamarnya.
Sedangkan Rangga melilih untuk masuk ke dalam ruang kerjanya meneruskan beberapa pekerjaan yang belum ia selesaikan.
Setelah mengganti pakaiannya Nindy kembali kepada tugasnya mengajari Alea.
"Wah, Kak Nindy cantik sekali pakai pakaian Ibu" puji Alea.
Nindy hanya tersenyum kemudian ia melanjutkan materi yang di berikannya kemarin, saat tengah mengajari Alea, ia melihat kertas yang berisi tulisan Rangga.
"Ini gombalan Ayah untuk Ibu dulu, receh banget ya Ayahku?" ucap Alea, ia menyimpan kertas tersebut di bawah buku pelajarannya.
Nindy hanya tersenyum, ia tak menyangka jika orang yang keliatannya sangat dingin ternyata bisa menggombal.
"Sudah sampai alkuna, Kak Nindy"
" Menurut jenis rantainya alkuna dibedakan menjadi dua, Rantai lurus dan bercabang" Nindy melanjutkan materi yang telah di sampaikan oleh Rangga.
Mereka belajar hingga pukul 23.30 malam dan Alea pun tertidur di meja belajarnya, dengan hati-hati Nindy membopong tubuh Alea ke atas tempat tidurnya.
"Kak nindy pulang dulu ya Lae" bisik Nindy dengan halus, ia menarik selimut hingga menutup dada Alea. Kemudian ia keluar dari kamar alea.
Drrrt.. Drrrt.. Drrrt..
Baru saja ia menutup pintu kamar Alea, ia merasakan getar handphone di dalam tasnya, ia mengambil handphonenya kemudian mengeceknya. Ada puluhan chat dan belasan panggilan tak terjawab dari Darel untuknya.
'Mau apa lagi dia?' gumam Nindy dalam hati, ia mematikan handphonenya kemudian menaruh kembali handphonenya ke dalam tasnya.
Nindy turun ke lantai dasar dengan menggunakan lift, sesampainya di bawah ia melihat ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan Rangga untuk berpamitan.
Ia berjalan menuju pintu keluar rumah Rangga, ia tidak melihat satu orang pun di rumah Rangga.
__ADS_1
'Sepi sekali rumah ini' gumamnya.
"Hmm..."
Suara dehaman Rangga membuat Nindy terkejut, ia pun dengan refleks membalikan tubuhnya.
"Pak rangga, saya mau pamit pulang dulu karena sudah malam" ucam Nindy sambil tersenyum menutupi rasa takutnya, ia takut Rangga mendengar ucapannya tadi.
"Diluar masih hujan deras, menginaplah di sini" ucap Rangga.
"Tapi Pak Rangga..."
"Ini sudah hampir tengah malam dan di luar cuaca sedang tidak bersahabat, bahaya jika kamu pulang sendirian membawa motor. Jadi menginaplah di sini, lagi pula di rumah ini banyak kamar kosong."
Mendengar petir yang terus menggelegar, Nindy pun menerima tawaran Rangga. "Baiklah Pak Rangga" Nindy menganggukan kepalanya.
"Ikut aku!!" Rangga mengantar Nindy ke kamar tamu yang ada di lantai dasar kediamannya.
"Masuklah" Rangga membukakan pintu dan mempersilahkan Nindy masuk.
Begitu Nindy hendak masuk ke dalam kamar...
Jgeeer....
Petir kembali menyambar dengan kencangnya hingga membuat lampu di rumah Rangga padam, dengan refleks Nindy memeluk Rangga yang berada di sampingnya.
'Wangi sekali Pak Rangga ini' gumam Nindy dalam hati.
Dalam kegelapan Rangga terdiam beberapa saat membiarkan Nindy memeluk tubuhnya "Sebentar lagi lampu akan menyala kembali" perlahan Rangga melepaskan peluakan Nindy dan mengambil handphone di saku celananya untuk menyalakn lampu flash.
"Maaf Pak Rangga tadi saya tidak sengaja"
Samar-samar Rangga melihat tubuh Nindy yang gemetar karena ketakutan, ia menganggukan kepalanya.
Benar saja beberapa menit kemudian lampu di kediaman Rangga kembali menyala, setelah asisten rumah tangga Rangga menyalakan genset.
"Istirahatlah" Rangga pergi dari kamar tamu menuju kamar dirinya, namun sebelumnya ia meminta asisten rumah tangganya mengantarkan makanan dan minuman hangat untuk Nindy.
__ADS_1
Didalam kamarnya ia kembali memandangi foto Almh. istrinya "Huft.." Rangga menarik nafas panjang "Byy, tadi aku pinjamkan pakaianmu untuk guru lesnya Alea, maaf ya Byy" Rangga berbicara seolah Tyshia berada di hadapannya, setelah itu ia mendekap foto Almh.istrinya dan membawanya ke dalam mimpi indahnya.