ALINEA

ALINEA
Chapter 14 : Ayah I'm Sorry


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang ke apartementnya Tyshia menangis di dalam taxi, begitu sampai apartementnya Tyshia langsung menghubungi ayahnya.


"Ayaaaahh.... hiks"


Rio yang baru bangun dari tidurnya mendadak panik mendengar suara tangisan putrinya.


"What's up sweety? Is there any problem? anyone hurt you?" Rio membrondongi putrinya dengan banyak pertanyaan.


*Ada apa sayang? apa ada masalah? ada yang menyakitimu?


Tyshia tidak menjawab pertanyaan Ayahnya, ia justru semakin menangis mendengar suara ayahnya.


"Sweety please answer ayah's question" Rio semakin panik di buatnya.


*Sayang ayah mohon jawab pertanyaan ayah?


"Ayaaah... huuu"


"Ada apa sayang?" kepanikan Rio membuat Ana terbangun dari tidurnya.


"Ada apa sih sayang belum subuh udah heboh gitu?" tanya Ana sambil menguap.


"Sweety, don't go anyware, ayah will go there to pick you up"


*sayang, jangan kemana-mana ayah akan ke sana. ayah akan jemput kamu.


Ana baru tersadar jika suaminya sedang menelepon putrinya.


"Sayang anak kita kenapa?" Ana pun ikut panik dibuatnya, ia merebut handphone dari tangan Rio, kemudian meloudspeaker handphone suaminya.


"Ayah maafkan aku, selama ini aku mengabaikan permintaanmu. menganggap permintaanmu tidaklah penting, padahal apa yang udah aku lakukan akan memberatkan pertanggungjawabanmu hisk..."


" Sayang, ayah tidak mengerti apa yang sedang kamu bicarakan" Rio dan Ana mencoba mencerna kata-kata putrinya.


"Aku anak yang egois padahal tidak ada satu pun permintaanku yang ayah tidak penuhi, aku tahu ini terlambat tapi aku berjanji padamu mulai hari ini aku mau berhijab, aku tak ingin memberatkanmu lagi huhu...."


Rio dan Ana terkejut mendengar pernyataan dari putrinya, keduanya saling pandang seolah saling bertanya 'mengapa tiba-tiba putrinya berbicara mengenai hijab? apa yang sebenarnya terjadi pada putrinya?'


"Sayang, apa kamu sudah yakin? kamu tahukan kan jika sekarang kamu sedang tinggal di mana? kamu juga tahukan situasi di sana seperti apa? jika kamu belum siap tidak harus sekarang, nunggu sampai kamu menyelesaikan pendidikanmu di sana juga tidak apa-apa" ucap Rio


"No ayah, I want to do it now" ucap Tyshia dengan penuh keyakinan.


"Terima kasih sayang, tapi jika terjadi apa-apa langsung kabarin ayah ya" Rio khawatir terjadi apa-apa dengan putrinya mengingat saat ini ia jauh dari putrinya.

__ADS_1


"Sayang, di lemari bunda ada banyak hijab bunda kamu boleh menggunakannya" ucap Ana.


"Thank you Bunda"


Setelah menelepon Ayah dan Bundanya, Tyshia mulai mendadani dirinya dengan penampilan barunya. Baginya fashion yang ia gunakan merupakan identitas yang menampilkan karakternya, ia mulai mencoba menggunakan hijab milik bundanya.


'Ternyata selera bunda ternyata cukup bagus' gumam Tyshia.



Keesokan harinya sepulang kuliah Tyshia berbelanja pakaian panjang serta hijab untuk dirinya, sebenarnya Tyshia belum ingin berbelanja karena ia merasa koleksi baju-baju panjangnya cukup banyak dan untuk hijabnya sendiri ia tidak masalah jika memakai hijab milik Bundanya.


Namun Ayahnya memaksa Tyshia untuk berbelanja, bahkan ayahnya mentransfer tiga kali lipat dari uang saku yang di berikan oleh Ayahnya selama sebulan.


'Ah, ayah berlebihan sekali' gumam Tyshia saat melihat saldo di tabungannya.


Meskipun Tyshia suka mendadani dirinya dengan gaya yang unik dan modis namun ia jarang menggunakan barang-barang branded, ia lebih menyukai brand lokal sama seperti Ayahnya.


Drrrt.. Drrrt..


Tyshia mengangkat panggilan video call dari Ayahnya, Rio ingin melihat penampilan baru putrinya.


"You're so beautiful sweety" ucap Rio dengan perasaan gembira.


*Ayah, aku boleh meminta sesuatu kepadamu?


"Yes of course. Say it now, baby"


"Aku ingin kerja part time" ucap Tyshia dengan hati-hati.


"Apa? apa uang yang ayah kasih kurang? berapa uang yang kamu butuhkan?" tanya rio sambil mencari token internet bankingnya, Rio ingin mentransfer uang kepada putrinya


"Bu-bukan begitu Ayah, aku ingin belajar mandiri" ucap Tyshia.


Rio menaruh kembali token internet bankingnya, saat mendengar alasan putrinya untuk bekerja.


"Sayang, ayah mengijinkan kamu untuk tinggal sementara di New York itu untuk belajar, bukan untuk bekerja. Cukup berikan nilai terbaikmu untuk Ayah dan Bunda"


"Iya Ayah" Tyshia menundukan kepalanya sambil memasang wajah memelas.


'Akh lagi-lagi memasang wajah seperti itu' gumam Rio dalam hati, ia tak kuasa meliahat putrinya tertunduk dengan wajahnmemelas.


"Kerja dimana? apa yang kamu kerjakan? Kalo halal dan tidak menggangu belajarmu tidak apa-apa. Tapi..... jika nilaimu turun bukan hanya berhenti kerja tapi langsung pulang ke Indonesia" ucap Rio dengan tegas.

__ADS_1


"Jadi ayah ngijinin aku kerja?" tanya Tyshia, seketika raut wajahnya berubah menjadi sumringah.


"Hmm.... tapi bukan cuma itu saja syaratnya. Kamu jangan bilang dulu sama Bunda, biar nanti Ayah yang cerita ke Bunda dan satu hal lagi ceritakan semua kegiatanmu secara detail tanpa ada yang kamu rahasiakan."


"Thanks ayah, you're best father"


Seusai mendapatkan izin dari Ayahnya, Tyshia pergi ke restoran Jepang tempat Rangga bekerja.


"Alinea, benar kan Alinea?" Rangga pangling melihat perubahan penampilan Tyshia.


Tyshia mengenggukan kepalanya, meyakinkan Rangga jika dirinya memang Alinea temannya.


"Kamu dari mana saja? Aku pikir kamu marah kepadaku"


"Ah tentu saja tidak, untuk apa aku marah pada Kak Rangga? justru harusnya aku sangat berterima kasih pada Kak Rangga. Kakak sedang sibuk? ada yang mau aku bicarakan dengan Kak Rangga" ucap Tyshia


Sesaat Rangga melihat jam di tangannya "Lima belas menit lagi aku istirahat, kamu mau menunggu?" tanya Rangga.


"Okay, aku tunggu di depan" ucap Tyshia.


Tyshia keluar dari restoran, ia menunggu di tempat duduk yang berada di trotoar jalan yang tak jauh dari restoran tempat Rangga bekerja. Namun belum lima belas menit Rangga sudah menghampiri Tyshia.


"Maaf ya membuatmu menunggu" Rangga duduk di samping Tyshia.


"Tidak apa-apa, di tempat kerja Kak Rangga ada lowongan pekerjaan tidak? aku mau bekerja" ucap Tyshia.


"Kamu serius mau bekerja?" tanya Rangga, seolah tak percaya dengan yang di katakan oleh Tyshia.


Tyshia menganggukan kepalanya dengan penuh keyakinan.


"Ada tapi untuk bagian mencuci piring, apa kamu bisa?"


"Bisa" jawab Tyshia dengan antusias.


"Lalu kamu siap kapan? nanti aku akan bicara kepada pemilik restorannya"


"Today I'm ready"


"Aku akan bilang hari ini tapi sepertinya baru besok atau lusa baru kamu mulai kerja jika di terima, karena peraturannya seperti itu" ucap Rangga.


"Tidak apa-apa Kak Rangga, aku mau"


Rangga mengajak Tyshia menemui pemilik restoran, Rangga membatu Tyshia untuk melamar pekerjaan di tempat ia bekerja. Setelah melakukan wawancara pemilik restoran menerima Tyshia untuk bekerja di restorannya, pemilik restoran menyuruh Tyshia untuk mulai bekerja besok sepulang dari kuliahnya.

__ADS_1


Tyshia pun pamit kepada Rangga untuk pulang, ia ingin beristirahat menyiapkan energinya untuk esok hari.


__ADS_2