ALINEA

ALINEA
Chapter 51 : Menikmati Masa Kehamilan


__ADS_3

Perasaan bersalah menyelimuti hati Rangga, karena ia baru pulang ke apartementnya jam 21.30 waktu Jerman.


"Byy maaf ya, tadi pekerjaanku banyak sekali" Rangga langsung berjalan menuju dapur sambil menggulung kemejanya, ia mencuci tangannya dan memakai apron kemudian Rangga membuatkan Tyshia makan malam.


Malam itu Rangga membuatkan Frittata dan sup ayam untuk istrinya, setelah semuanya selesai Rangga meletakannya di meja makan.


"Silahkan di nikmati istriku sayang" ucap Rangga kepada Tyshia yang telah menunggunya di meja makan "Kamu makanlah duluan, aku ingin mandi"ucap Rangga kemudia ia berlalu meninggalkan meja makan menuju kamarnya.


Tyshia menganggukan kepalanya kemudian ia melahap semua makanan yang Rangga masak untuknya hingga habis.


Beberapa menit kemudian Rangga yang baru selesai mandi kembali ke meja makan dan menemani Tyshia makan.


"Aku ingin sekali membeli makanan di luar atau masak sendiri, tapi entah mengapa rasanya aku mual sekali, aku hanya bisa makan masakanmu saja" ucap Tyshia, ia merasa tak enak terus-menerus merepotkan suaminya.


"Tidak apa-apa sayang, aku senang memasak untukmu. Hanya saja aku takut kamu kelaparan jika aku pulang malam seperti sekarang ini" ucap Rangga menghabiskan makan malamnya.


"Tadi sambil menunggumu, aku sudah makan roti, buah dan kacang almond"


"Iya sayang, jangan sampai kelaparan ya kasihan baby kita di dalam" Rangga mengelus tangan Tyshia, kemudian ia beranjak dari tempat duduknya membuatkan Tyshia segelas susu hangat.


"Terima kasih banyak ya byy" Tyshia meminum susu yang di buatkan oleh suaminya hingga habis.


"Kamu istirhat duluan, aku mau merapihkan dapur"

__ADS_1


"Aku bantu ya"


"Jangan byy, ini sudah malam, kamu harus banyak istirahat" ucap Rangga.


Tyshia pun menurut, ia masuk ke dalam kamar untuk istirahat. Setelah membereskan dapur, Rangga menyusul istrinya ke kamarnya, ia melihat istrinya sudah tertidur dengan lelap.


"Aku ridu sekali denganmu sayang" Rangga memeluk tubuh Tyshia dengan hangat sambil mengelus perut istrinya "Sehat-sehat ya sayang di dalam perut Ibu" ucap Rangga kepada calon buah hatinya.


Setelah puas memeluk dan menciumi istrinya, Rangga pergi ke ruang kerjanya, ia sedang mempersiapkan diri untuk seminar disertasinya minggu depan.


Lama ia berada dirung kerjanya membuatnya tidur di atas meja kerjanya. Pukul 01:30 dini hari Tyshia datang membawa selimut untuk suaminya, kemudian ia menyelimuti suaminya, ia mengelus wajah suaminya dengan lembut.


"Byy harusnya di saat seperti ini aku membantumu, tapi ini justru aku malah menyusahkanmu. Maaf ya sayang" Tyshia mengecup pipi Rangga, lama ia memandangi wajah suaminya akhirnya Tyshia kembali ke kamarnya untuk istirahat.


"Kamu boleh marah dan memakiku tapi ijinin aku memelukmu sebentar saja, aku rindu sekali denganmu sayang" bisik Rangga.


Tyshia membalikan tubuhnya kemudian membalas pelukan Rangga dan mencium bibir Rangga. Rangga pun membalasnya dengan lelu*at bibir mungil Tyshia, Rangga membuka sedikit baju Tyshia kemudian mencu*bui tubuh Tyshia.


"Kamu istirahat lagi ya sayang" Rangga merapihkan baju Tyshia yang telah ia buka setengahnya.


"Kok tidak di lanjutkan byy?" tanya Tyshia.


"Kamu lupa, jika dokter menyuruhku untuk berpuasa karena masih sangat rawan, aku tidak mau terjadi apa-apa dengan calon buah hati kita. Kamu istirahat ya sayang" Rangga mengelus kepala Tyshia.

__ADS_1


"Kita cari jalan lain, ayolah selagi moodku bagus" bujuk Tyshia.


Rangga menggendong Tyshia masuk ke dalam kamar, sesampainya di kamar Rangga kembali membuka pakaian Tyshia dan kembali mencu*bui tubuhnya


Tyshia membiarkan Rangga mencum*ui tubuhnya hingga Rangga merasa puas, setelah itu barulah Tyshia mengambil alih permainan. Tyshia melu*at bagian sensitif Rangga hingga Rangga mencapai klimaksnya.


"So thank you baby" Rangga menyeka mulut Tyshia dan mencium kening Tyshia, kemudian Tyshia tertidur di dalam pelukan hangat Rangga.



Keesokan pagi harinya Rangga terbangun oleh cubitan dan omelan istrinya.


"Kak Rangga lepasin aku!!" Tyshia memukul-mukul suaminya, mencoba melepaskan diri dari pelukan suaminya.


Rangga yang terkejut pun segera melepaskan istrinya, ia tidak mau membuat Tyshia semakin kesal padanya.


"Ya sudah aku ke dapur saja, membuatkan sarapan untuk kita" Rangga beranjak dari tempat tidurnya.


"Byy, terima kasih ya yang semalam, kamu benar-benar sungguh luar biasa" goda Rangga, sebelum melangkah keluar kamarnya Rangga mengecup bibir Tyshia dengan cepat.


"Kak ranggaaaaa..." Tyshia melempar bantal ke arah Rangga.


Sambil berjalan ke arah dapur Rangga tersenyum dengan tingkah istrinya yang sangat menggemaskan.

__ADS_1


__ADS_2