ALINEA

ALINEA
Chapter 6 : Ulangan Kenaikan Kelas


__ADS_3

"Edgar, starting today until next month, I will be home early, please tighten up the meeting schedule in the morning" ucap Rio kepada sekretarisnya.


*Edgar, mulai hari ini hingga sebulan ke depan aku pulang lebih awal, tolong padatkan jadwal meeting di pagi hari.


"Yes Sir" jawab Edgar.


Rio masuk ke dalam ruang kerjanya, ia mulai mengecek semua laporan perdivisi yang masuk ke emailnya.


'Astaga kenapa akhir-akhir ini banyak sekali masalah di perusahaan ini?' gumam Rio sambil mengerutkan keningnya.


"Baiklah, mari kita selesaikan!!" Rio memulai mengerjakan pekerjaan kantornya.


Tanpa terasa waktu menujukan pukul 15.00 sore, Rio membereskan semua dokumen-dokumennya kemudian membawanya pulang ke rumah.


Sesampainya di rumah Rio langsung mencari keberadaan putri tunggalnya.


"Sayang, Tyshia di mana?" tanya Rio kepada istrinya sambil mengecup kening dan bibir istrinya yang tengah membuat jus, kemudian ia menaruh jas dan semua dokumennya di atas meja


"Ada dibelakang, lagi main basket" jawab Ana, ia memberikan segelas jus sirsak untuk suaminya.


"Terima kasih ya" Rio menghabiskan jus buatan istrinya, setelah itu ia menyusul putrinya yang sedang bermain basket sambil menggulung lengan bajunya.


Rio mengambil bola yang sedang di dribble oleh tyshia, lalu melakukan shooting (memasukan bola ke ring dari jarak jauh)


"Masuk" ucap Rio.


"Wow, it was cool Ayah" ucap Tyshia penuh kekaguman terhadap Ayahnya.


"Want to play with Ayah?" tanya Rio.


Rio dan Tyshia bermain basket hingga menjelang maghrib, keduanya duduk di pinggir lapangan sambil minum air putih dan mengelap keringat dengan handuk yang telah di sediakan oleh ART.


"Nanti malam mulai belajar sama ayah ya" ucap Rio


"Siap Ayah, Ayah tumben pulang cepat?"


"Ayah ingin menghabiskan waktu Ayah lebih banyak bersama dengan putri kesayangan Ayah." Rio mengelus kepala putrinya, kemudian ia mengajak putrinya untuk bersiap-siap jamaah maghrib dan makan malam setelahnya.


Seusai makan malam Rio mengajari putrinya belajar matematika, ia sama sekali tidak keberatan jika putrinya memintanya untuk mengulang-ulang materi yang telah ia jelaskan.


"Ayah, sory i'm so stupid" ucap Tyshia sambil cemberut, ia hampir menyerah dengan soalan matematika yang ia kerjakan.


"No baby, Albert Einstein said: Everybody ia a genius. But if you judge a fish by its ability to climb a tree it will live its whole life believing that it is stupid." Rio mengelus pundak tyshia dengan lembut, ia juga memberikan semangat kepada putrinya agar terus mencoba.


*Tidak sayang. Albert Einstein pernah berkata: semua orang itu jenius, tetapi jika kamu menilai kemampuan seekor ikan dalam memanjat pohon, maka ikan itu akan hidup dengan mempercayai jika dirinya bodoh seumur hidup.

__ADS_1


Pukul 23.00 tyshia tertidur di atas meja belajarnya, Rio membopong tubuh putrinya ke atas tempat tidur, kemudian menutupnya dengan selimut, lalu Rio mengecup kening putrinya sabil berbisik "Have a nice dream baby"


Setelah itu Rio melangkah kan kakinya keluar dari kamar putrinya menuju ruang kerjanya, ia menyalakan laptop dan membuka dokumen-dokumen yang siang tadi ia bawa dari kantornya.


Menyadari suaminya belum masuk kamar, Ana mencari keberadaan suaminya. Ana melihat ruang kerja suaminya masih menyala, Ana pun menghampirinya.


"Sayang sudah jam dua malam, istirahat yuk!" ajak Ana.


"Sebentar lagi ya sayang, besok ada meeting jam delapan pagi, jadi aku mau pelajari dulu materinya" ucap Rio.


"Maaf ya aku tidak bisa bantu, Lyra dan Adit masih di Joga jadi aku masih harus di kantornya Lyra" ucap Ana sambil mengelus lengan suaminya, ia merasa tak tega melihat suaminya bekerja hingga larut malam.


"Tidak apa-apa sayang, kamu istirahat duluan saja"


"Tidak mau, aku mau menemanimu."


"Ya sudah sini" Rio menepuk pahanya, meminta istrinya untuk duduk di pangkuannya.


Ana pun menuruti permintaan suaminya, ia duduk di pangkuan Rio sambil melingkarkan tangannya di pinggang Rio dan bersandar di dada Rio, tempat ternyaman baginya "Berat tidak?" tanya Ana.


"Sama sekali tidak" Rio mencium puncak kepala istrinya.


Lama berada di pangkuan suaminya, membuatnya tanpa tersadar tertidur dalam pangkan suaminya.



"Noisy, shut your mouth" ucap Tyshia, ia juga tak suka dengan ocehan Rai kepadanya.


Tyshia menghabiskan susunya kemudian berpamitan dengan Ayah dan Bundanya.


"Hati-hati sayang, semangat ya" ucap Ana sambil mencium kedua pipi putrinya.


Setelah Tyshia, Rai dan Stela pergi ke sekolah, Rio juga berpamitan kepada istrinya untuk berangkat ke kantor.


"Aku juga berangkat ya, aku ada meeting jam delapan pagi ini" ucap Rio sambil mengecup kening dan bibir istrinya.


"Hug me baby" Ana merentangkan tangannya, Rio memeluknya hangat.


"Aku ingin suatu saat bisa menghabiskan waktu bersamamu, mengelilingi dunia tanpa harus memikirkan pekerjaan" bisik Rio.


"Aku juga sayangku, tapi untuk saat ini selain kita masih harus bekerja, kita juga harus menjaga putri kita" Ana memberikan kecupan manisnya di wajah dan bibir suaminya.


"Aku berangkat dulu ya" ucap Rio


"Semangat sayangku" Ana melambaikan tangannya ke arah suaminya.

__ADS_1


Beberapa hari kemudian setelah Lyra dan Adit pulang dari jogja, Ana kembali membantu suaminya di kantor, semenjak itu Rio sudah jarang membawa pekerjaannya ke rumah, keduanya bisa pulang sore untuk menemani putri mereka belajar.


Hingg tiba saatnya Tyshia ulangan kenaikan kelas, baik Rio maupun Ana nampak tidak tenang di kantor. Pikirannya cemas mengkhawatirkan putrinya di sekolah, beberapa kali ana melihat jam di tangannya, ia menunggu jam pulang sekolah putrinya.


Drrrttt... drrrtttt...


Satu panggilan dari putrinya masuk ke handphone Ana, dengan cepat Ana mengangkatnya.


"How was the exam baby?"


"Easy bunda"


Ana menghembuskan nafasnya leganya mendapatkan kabar baik dari putrinya.


"Bunda, I will call you later. Now I want to eat" ucap Tyshia.


"Ok baby. Bye, mmmuah... " Ana mematikan telephonenya.


Tyshia menikmati waktu istirahatnya untuk makan bersama dengan Nadien dan Alice, dari kejauhan ada pria seangkatan yang beda kelas dengannya nampak memperhatikan Tyshia, Alice menyadari jika Nichole sedang memperhatikan sahabatnya.


"Alinea , he seems to like you." ucap Alice sambil menujuk ke arah Nichole.


Tyshia menengok ke arah Nichole, kemudian Nichole tersenyum kepada Tyshia. Tak lama Nichole beranjak dari tempat duduknya menghampiri Tyshia.


"Hi, can I join?" tanya Nichole.


Tyshia dan teman-temannya memperbolehkan Nichole untuk bergabung, tak butuh waktu lama bagi Nichole untuk dekat dengan ketiganya dengan mudahnya ia berbaur dan akrab dengan mereka terutama dengan Tyshia, hingga akhirnya mereka bertukar no whatsapp.



Dua minggu sudah ulangan kenaikan kelas berlalu, Ana dan Rio menghadiri pembagian rapor di sekolah tyshia.


Wali kelas Tyshia menjelaskan jika nilai-nilai tyshia berhasil naik secara signifikan, wali kelas tyshia juga mengucapkan terima kasih kepada ana dan Rio karena Tyshia beberapa kali melambungkan nama sekolah dengan prestasi non akademik.


Tyshia mengikuti kompetisi seni lukis antar sekolah berhasil meraih juara satu, dan juara dua untuk lomba berenang.


Begitu masuk ke dalam mobil secara perlahan Ana membuka rapor milik tyshia, dengan wajah berseri-seri ana melihat hasil rapot Tyshia di nyatakan naik ke kelas dua belas.


"Terima kasih ya sayang, kamu sudah jadi guru yang terbaik untuk putri kita" Ana memeluk suaminya dengan hangat.


"Kamu juga Bunda yang terbaik untuk anak kita" Rio mengelus punggung istrinya sambil mencium kepalanya.


Setibanya di rumah Rio memberikan hadiah untuk putrinya berupa magnetic board wallpaper.


"Kamu bisa pajang semua karya kamu di sini, agar kami bisa melihat semua karya-karya terbaikmu" ucap Rio.

__ADS_1


"Thank you Ayah, Bunda" Tyshia memeluk keduanya secara bergantian.


__ADS_2