ALINEA

ALINEA
SEASON 2 - ALEA : Chapter 44


__ADS_3

Welcome to Jerman


Begitu tiba di Jerman Rangga langsung mengajak putrinya menuju apartemen yang pernah ia tempati bersama Almh.Alinea, meskipun hampir setiap tahun ia berkunjung ke Jerman bersama putrinya untuk berlibur, tak banyak yang Rangga ubah di apartementnya termasuk foto-foto Almh.Alinea masih terpajang disetiap ruangan.


"Ibu cantik sekali ya Yah" ucap Alea, ia begitu sangat mengagumi Ibundanya.


"Sama kan seperti mu" Rangga mengajak putrinya menghadap ke sebuah cermin "Lihatlah semua bagian wajah Ibu ada pada dirimu, tapi tak hanya itu kebaikan hati dan kelembutan Ibu pun ada pada padamu" ucap Rangga.


Alea tersenyum mendapat pujian dari Ayahnya, jika ia lihat-lihat memang wajahnya sangat mirip dengan Ibundanya.


"Kamu istirahatlah, sudah malam agar besok tes wawancara wajahmu segar" ucap Rangga.


"Ayah menemaniku tes wawancarakan?"


"Iya sayang, Ayah akan selalu menemanimu. Ayo sekarang saatnya bobo" Rangga mengecup kening putrinya dan menyuruhnya untuk masuk ke dalam kamarnya.



Keesokan harinya sesuai dengan janinya, Rangga menemani putrinya ke kampus untuk tes wawancara.


"Kalau tidak salah Eyang juga pernah kuliah di Jerman?" tanya Alea sambil menghabiskan menghabiskan susu yang ia bawa untuk menemaninya di perjalanan menuju kampus.


"IUBH School of Business and Management" jawab Rangga.


"Kalau Ayah sendiri?"

__ADS_1


"Technical University of Munich Campus Straubing" jawab Rangga kembali.


"Galaunya Ayah memang beda ya" ucap Alea sambil tertawa.


"Kehilangan Ibumu membuat Ayah hampir gila, maka dari itu Ayah memutuskan untuk meneruskan pendidikan Ayah ke Jerman. Ayah ingin menyibukan diri agar bisa bisa melupakan Ibumu, tapi Allah berkehendak lain, Allah maha baik mempertemukan kami kembali tepat di situ" Rangga menunjuk ke arah swalayan yang kebetulan sedang ia lewati.


"Wow..."


"Saat itu Ayah pasrah dan ikhlas jika memang ada pria lain yang jauh lebih baik yang bisa membahagiakan Ibumu"


"Kenapa Eyang sempat tak merestui hubungan Ayah dan Ibu?" tanya Alea.


"Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya, saat itu Ayah memang belum pantas untuk menjadi pendamping Ibu"


"Berumah tangga tidak hanya cukup dengan bermodalkan ketampanan saja, Nak"


"Lalu apakah Ayah akan seselektif Eyang?"


"Tanyalah pada hatimu, jika kamu sudah menemukan pria yang tepat, siapa pun itu Ayah pasti akan merestuinya" Rangga menepikan kendaraannya di kampus tempat putrinya akan melaksanakan tes wawancara.


Dengan sabar dan setia Rangga menemani putrinya "Jangan tegang ya" Rangga merangkul dan mengelus lengan putrinya dengan lembut, keberadaan Ayahnya di dekatnya membuat Alea sedikit lebih relaks.


Setelah hampir tiga jam menunggu, tibalah giliran Alea masuk kedalam ruangan.


"Semangat sayang" ucap Rangga.

__ADS_1


Alea tersenyum sambil menganggukan kepalanya, dengan langkah yang mantap ia mulai masukmke dalam ruangan, sementara Rangga menunggu putrinya di luar dengan perasaan cemas.


Setengah jam berlalu akhirnya Alea keluar ruangan dengan senyum sumringah membuat hati Rangga sedikit lega.


"So far aku bisa menjawab semua pertanyaannya dengan percaya diri, jadi Ayah doakan ya semoga aku bisa keterima" ucap Alea.


"Pasti dong sayang" Rangga mengajak putrinya untuk berbelanja kebutuhan pokok di swalayan yang tadi ia lewati saat berangkat, yaitu swalayan tempat dirinya dan Alinea bertemu pasca mereka putus.


Sambil berbelanja Rangga kembali menceritkan tentang kisahnya bersama Almh.istrinya, hingga malam harinya, Rangga mengajak putrinya makan malam di luar sambil berkeliling menikmati suasana kota.


Rangga menghentikan mobilnya di depan rumah sakit tempat Almh.Alinea pernah di operasi, ia menundukan kepalanya saat teringat perjuangan Alinea untuk mendapatkan momongan.


"Terima kasih telah hadir menjadi kebahagiaan kami, kamu adalah hal terindah yang kami miliki" ucap Rangga kepada putrinya.


Alea memeluk Ayahnya dengan erat "Lea janji akan jadi anak yang membanggakan untuk Ayah dan Ibu. Terima kasih atas semua cinta yang ayah dan Ibu berikan, meski Ibu tidak bersama kita, tapi Lea selalu merasakan kehadirannya" Alea mengusap air mata yang jatuh ke pipi Ayahnya.


"Sudah larut malam, kita pulang yuk" ajak Rangga.


"Besok jadi ke Paris kan Yah?" tanya Alea menagih janji Ayahnya.


"Iya habis itu kita ke Belanda, sambil menunggu hasil tesmu" ucap Rangga.


"Thank you Ayah"


Rangga tersenyum kemudian ia mengemudikan kendaraannya menuju apartementnya.

__ADS_1


__ADS_2