ALINEA

ALINEA
Chapter 40 : Izin Bekerja


__ADS_3

Risty sangat senang dengan kedatangan Tyshia ke rumahnya, terlebih Tyshia akan seharian bersamanya.


"Sayang, temani mommy ke spa yuk. Di Klosterstraße ada spa herbal, tempatnya enak banget" ajak Risty.


"Aku ijin Kak Rangga dulu ya mom." Tyshia mengirim chat kepada suaminya untuk meminta ijin menemani Mommynya spa. Tak lama kemudian rangga membalas chat istrinya.


^^^My Baby:^^^


^^^Bersenang-senanglah sayang, bersama Mommy.^^^


"Tidak mungkin Rangga tidak mengijinkanmu untuk pergi bersama Mommy" ucap Risty.


"Tapi aku tetap harus meminta ijin kepadanya, apa Mommy tidak seperti itu kepada Daddy?" tanya Tyshia.


"Daddy sudah hafal jadwal Mommy spa, kebetulan sekali ada kamu jadi Mommy lebih exited, cita-cita Mommy punya anak perempuan akhirnya terwujud" Risty memeluk Tyshia dengan hangat, kemudian Risty menggandeng tangan Tyshia menuju garasi rumahnya.


"Sayang, apa suamimu mengizinkanmu untuk bekerja? teman Mommy pemilik majalah fashion sedang membutuhkan fashion stylist, jika kamu tertarik Mommy bisa membantumu untuk masuk ke sana."


"Aku mau Mom, nanti aku izin Kak Rangga"


"Rayulah suamimu, pakailah pakaian yang sexy, pasti Rangga akan langsung mengijinkanmu haha..." ucap Risty sambil tertawa.


"Kak Rangga memang tidak memperbolehkan aku memakai pakaian tertutup saat di dalam apartement bersamanya"


"Pengantin baru seperti kalian pasti semalam bisa 2x, tapi nanti lama-lama akan berkurang terlebih jika sudah punya baby." Risty mulai menyalakan mesin mobilnya, kemudian ia mengemudikananya menuju tempat spa.


"Lebih Mom, setidaknya minimal 3X dalam sehari. But it's okay, aku sangat senang memberikannya untuknya."


"Oh my God sweety, suamimu luar biasa sekali energinya."


"Sudahlah Mom kita ganti topik ya, aku malu membicarakan ini" wajah Tyshia memerah.


"Okay, tapi penuhilah semua hasratnya maka ia benar-benar tak akan lepas darimu, karena kata Edwar di kantor banyak sekali wanita yang mengejarnya, kamu tahukan wanita zaman sekarang banyak yang nekat demi mengejar pria idamannya. Selain itu adik sepupumu Stela bukankah menyukai Rangga juga?" ucap Risty.


"Mommy kok tahu?"


"Beberapa kali Mommy lihat ia menggoda Rangga, tapi untungnya suamimu sama sekali tak meladeninnya" ucap Risty.


"Kak Rangga hanya milikku seorang"


"Maka dari itu, kamu berhati-hatilah!" Risty menepikan kendaraannya di tempat tujuannya.


Seharian Tyshia dan Mommynya menghabiskan waktu di tempat spa untuk melakukan beberapa macam perawatan yang di antarnya adalah pedicure, manicure, facial dan body massage.


Puas melakukan perawatan, menjelang sore sebelum kembali ke kediamannya, Risty mengajak Tyshia mengunjungi salah satu restaurant halal yang menjual makanan timur tengah seperti: kebab domba, kebab domba dan lain-lain.


"Sebentar lagi Rangga pulang, kamu kan tidak sempat masak, kita take away saja ya buat Rangga."


"Iya Mom"


"Ada lagi yang mau kamu beli untuk Rangga?"


"Sudah mom ini saja, sudah cukup''


"Ya sudah kita pulang yuk" Risty mengajak tyshia untuk kembali pulang ke kediamannya.


Setibanya di kediamannya, ternyata Rangga sudah menunggu istrinya sambil mengobrol dengan Edwar di ruang keluarga.

__ADS_1


"Byy katanya pulang malam, maaf ya kamu jadi menunggu" Tyshia mencium tangan dan bibir suaminya.


"Halus banget tangannya" Rangga menggulung lengan baju Tyshia dan menciuminya.


"Hmmmmmm... pulang sana" Edwar melempar bantal ke arah Rangga, ia semakin iri melihat kemesraan Rangga dan Tyshia.


"Nanti gue bantuin tenang aja, gue balik dulu ya" ucap Rangga, setelah berpamitan dengan Edwar dan Mommy Risty, Rangga mengajak istrinya pulang.


Sesampainya di apartemen, Tyshia menyiapkan air hangat dan baju ganti untuk suaminya. Sambil menunggu Rangga mandi, Tyshia berganti pakaiannya dengan lingerie sexy yang memperlihatkan lekuk tubuh indahnya, kemudian ia menyiapkan makan untuk suaminya.


"You are so beautiful baby" Rangga memeluk Tyshia dari belakang, ia memasukan tangannya ke dalam pakaian Tyshia.


"Makan dulu yuk." Tyshia membawa makanannya ke meja makan di bantu oleh Rangga yang mengikutinya dari belakang.


Sambil menikmati makanannya Tyshia mengutarakan maksudnya untuk bekerja di sebuah majalah menjadi fashion stylist.


"Byy, teman Mommy pemilik majalah fashion sedang membutuhkan fashion stylist, aku boleh kerja di situ?"


"Boleh sayang, besok kamu minta antar Mommy untuk membuat SIM ya, aku akan carikan mobil untukmu."


"Really?"


"Huum, tapi bukan mobil sport ya. Uangku belum cukup untuk membeli mobil sport." Ucap rangga.


"Iya tidak apa-apa byy, mobil apa saja yang penting bisa aku pakai untuk ke kantor"


"Okay, mau manual atau matic?"


"Matic ya byy."


"Banyak banget byy" protes Tyshia.


"Habiskan!! Malam ini kamu butuh banyak energi."


Setelah selesai makan Rangga mencuci piring dan membereskan dapur, kemudian ia menghampiri istrinya di ruang keluarga sambil membawakan makanan ringan dan segelas orange jus.


"Terima kasih ya sayang." Tyshia mengecup pipi Rangga kemudian meminum orange jus yang Rangga buatkan untuknya.


Rangga memeluk istrinya dari samping sambil berbisik "Aku ingin ini menjadi malam yang panjang untuk kita" Rangga meremas dada Tyshia dengan lembut.


Tyshia menaruh gelas di atas meja kemudian berbalik menghadap suaminya, ia melu*mat bibir Rangga dengan penuh gairah, membuat Ragga merasa tertantang melepaskan lingerie yang di kenakan oleh Tyshia, Tyshia pun melakukan hal yang sama, ia melepaskan seluruh pakaian Rangga satu persatu.


"Maaf ya" Rangga mengelus dada Tyshia yang di penuhi oleh tanda kepemilikan yang di buatnya.


"I'm yours" Tyshia kembali menyesapi bibir manis Rangga, kemudian ia mencum*ui tubuh Rangga hingga turun ke bawah kemudian melu*at bagian sensitif suaminya, mereka bercinta berulang-ulang hingga subuh menjelang.


Setelah beribadah, barulah mereka beristirahat. Pukul 07.00 pagi Rangga terbangun oleh bunyi alarm di handphonenya, di lihatnya Tyshia masih tertidur nyenyak dalam pelukannya, ia membiarkan istrinya tertidur.


Dengan perlahan Rangga beranjak dari tempat tidurnya kemudian membuatkan sarapan untuk Tyshia, ia juga membuatkan surat yang memberitahukan jika dirinya sudah berangkat kerja.


Dalam perjalanan ke kantor Rangga menghubungi Mommy Risty, meminta Mommynya untuk menemani Tyshia membuat SIM.


Setelah itu Rangga menghubungi showroom tempatnya membeli mobil, ia menanyakan ketersediaan mobil yang ia inginkan untuk istrinya sehingga sepulangnya dari kantor Rangga hanya tinggal mengurus pembayarannya saja.



Sementara itu di apartemen, tyshia terbangun oleh suara bel apartemennya.

__ADS_1


"Awww..." Tyshia merasakan perih di bagian perut dan di bagian sensitifnya karena semalaman penuh Rangga melakukannya dengan sangat agresif.


Tyshia mengenakan pakaiannya kemudian berjalan dengan sangat hati-hati membukakan pintu apartementnya.


"Masuk Mom" Tyshia mempersilahkan Risty untuk masuk ke dalam apartementnya, Risty memperhatikan jalan Tyshia yang agak sedikit berbeda.


"Kamu kenapa sayang? pasti semalam kamu dan Rangga habis...."


"Iiih... Mommy" wajah Tyshia memerah di goda oleh Risty.


"Tadi pagi suamimu menelepon Mommy meminta Mommy untuk menemanimu membuat SIM, mengapa kamu belum siap?" Risty nampak heran melihat keponakannya masih dengan muka bantal.


"Astaga jadi Kak Rangga sudah berangkat kerja?" Tyshia melupakan sakitnya, ia berlari ke kamarnya untuk menelepon suaminya namun Rangga tidak mengangkatnya karena Rangga sedang sibuk bekerja.


"Sweety, suamimu manis sekali membuatkanmu sarapan dan ada surat dari Rangga, apa kamu tidak ingin membacanya" teriak Risty dari ruang makan.


Tyshia berjalan menuju ke arah dapur menghampiri Mommynya, kemudian ia membuka surat yang di tulis oleh suaminya.



"Jadi semalam kalian berapa ronde?" bisik Risty meledek keponakannya.


"Mommy...."


"Ya sudah kamu habiskanlah sarapanmu kemudian mandi, mommy tunggu di depan ya" Risty meninggalkan Tyshia yang sedang sarapan.


Setelah menghabiskan sarapannya Tyshia mandi dan bersiap untuk membuat SIM bersama dengan Mommynya.


Tyshia agak sedikit terkejut dengan peraturan pembuatan SIM di Jerman ternyata cukup rumit meskipun ia telah memiliki SIM dari Indonesia tetap saja Tyshia harus mengikuti serangkaian tes dan membayar dengan harga yang cukup mahal.


Selesai membuat SIM Risty mengantarkan Tyshia kembali pulang ke apartementnya.


"Mommy langsung pulang ya sayang, besok pagi jangan sampai telat" Risty memberikan alamat kantor majalah milik temannya.


"Iya Mom, thanks ya Mom." Tyshia mencium pipi kanan dan kiri Risty kemudian Tyshia keluar dari mobil Mommynya.


Saat hendak memencet tombol lift tiba-tiba ada seseorang yang merangkul pundaknya, begitu Tyshia menengok ternyata suaminyalah yang merangkul pundaknya.


"Bagaimana sudah?" tanya Rangga, keduanya mengobrol sambil berjalan ke unit apartemen mereka.


"Sudah byy tapi mahal banget, lebih dari 25jt jika di rupiahkan."


"Ya sudah tidak apa-apa, yang penting kamu dapat SIMnya. Mobilnya nanti malam ya, sekalian kita cobain untuk berkeliling" Rangga membuka unit apartementnya.


"Huum, thanks ya byy."


Malam harinya setelah mobil yang telah di beli oleh Rangga datang, Tyshia langsung mencobanya, ia mengajak suaminya berjalan-jalan sambil menikmati makan malam di luar.


"Byy, aku sangat senang jika kamu mulai berkarya lagi, karya-karyamu sungguh luar biasa. Tapi bukan berarti aku menyuruhmu untuk bekerja ya.. aku hanya ingin kamu terus mengembangkan talenta yang kamu miliki, jika kamu mau kuliah lagi juga aku akan sangat mendukungmu" Rangga menatap mata Tyshia dalam-dalam, ia sungguh-sungguh ingin Tyshia kembali berkarya.


"Aku tidak ada rencana untuk kuliah lagi, aku ingin mencoba menjadi fashion stylist model majalah di sini dan masih ingin meneruskan clothing line brandku di Indonesia meskipun jarak jauh"


"Insyaallah jika ada rizky, kita buka clothing line brandmu di sini ya" ucap Rangga, ia berusaha keras menabung untuk mewujudkan mimpi istrinya.


"Beneran Byy??"


"Hu'um, aku akan selalu mendukungmu sayang" Rangga mengelus kepala Tyshia dengan lembut.

__ADS_1


__ADS_2