ALINEA

ALINEA
Chapter 12 : New York I'm Coming


__ADS_3

Parson, The New School of Design tempat Tyshia melanjutkan studynya, sudah sejak jauh-jauh hari setelah Tyshia melaksanakan Ujian Nasional, Ayah dan Bundanya sudah mempersiapkan segala keperluannya untuk tinggal di New York.


Mulai dari tempat tinggal, transportasi dan segala keperluan lainnya di persiapkan dengan matang oleh Ayah dan Bundanya.


Tyshia tidak mempermasalahkan keoverprotektifan dan sederet peraturan yang di berikan oleh Ayah dan Bundanya, toh tujuannya di sini adalah untuk menggapai mimpinya menjadi seorang fashion designer profesional.


Berkali-kali Bundanya mengingatkan menganai peraturan yang telah mereka buat, peraturan yang menurut Tyshia banyak yang tidak masuk akal seperti menelepon orang tuanya setiap satu jam sekali atau mengangkat telephone dari Ayah dan Bunda maksimal di deringan ke tiga.


'Isn't ayah holding into my class schedule, why make such weird rules' gumamnya dalam hati.


*Ah bukankah ayah memegang jadwal kuliahku, mengapa membuat peraturan seaneh itu?


Awalnya Ana dan Rio berencana menemani putrinya selama satu bulan di New York, karena Ana sangat khawatir jika putri kesulitan untuk beradaptasi seperti yang ia alami saat ia kuliah di Jerman.


Namun ternyata Tyshia sangat enjoy menikmati studynya di New York, setiap pulang kuliah Tyshia bercerita kepada Ayahnya mengenai kegiatan belajarnya, mengenai teman-teman sekelasnya yang berasal dari berbagai belahan dunia serta bermacam-macam identitas fashion yang mereka kenakan.


Tyshia bercerita dengan wajah ceria, aura kebahagiaan sangat terpancar jelas di wajahnya. Rio duduk di tempat tidur Tyshia mendengarakan semua cerita putrinya.


"Are you happy?" tanya Rio kepada putrinya.


"Yes i'm very happy Ayah, thanks"


Rio lega sekali melihat kebahagiaan putrinya, menikmati pendidikannya di New York "It's time to sleep" Rio mencium kening putrinya kemudian menyelimutinya, setelah memastikan putrinya tidur Rio keluar dari kamar putrinya.


Rio menghampiri istrinya yang sedang menonton TV, ia merebahkan kepalanya di pangkuan istrinya "Lusa aku akan kembali ke jakarta, apa kamu mau ikut?" tanya Rio kepada istrinya.


"Aku dua minggu lagi ya, tidak apa-apa kan kamu puasa dua minggu?"


"Tinggalah selama yang kau mau, aku tinggal menghitung berapa malam kau tak menemani tidurku, nanti setelah kau kembali aku akan menagihnya haha..." ucap Rio sambil tertawa.


"Iiiihhh..." Ana mencubit pipi suaminya dengan kesal.


"Awww... aku bercanda sayang. Tinggalah selama yang kau mau!!!" Rio menatap dalam-dalam wajah cantik istrinya, kemudian perlahan ia mulai mengecup bibir manisnya dan berlanjut menjadi malam yang panas bagi mereka.



Selama perjalanan ke bandara Rio tak melepaskan genggaman tangannya kepada putrinya, hatinya terlalu berat untuk berpisah dengan putri semata wayangnya.


Sebelum masuk ke dalam bandara Rio memeluk Tyshia dengan erat, berkali-kali ia mencium kepala putrinya.

__ADS_1


"Sering-sering telepon ayah ya, ayah akan sangat merindukanmu sayang" ucap Rio kepada Tyshia.


"Pasti Yah" Tyshia menganggukan kepalanya "Don't cry Ayah, I will good in here ." Tyshia mengelap kelopak mata Ayahnya yang mulai berkaca-kaca.


Sebelum masuk untuk cek in Rio juga berpamitan kepada istrinya, kemudian memeluk putrinya sekali lagi.


"I love you baby" bisik Rio sambil memenluk Tyshia.


"I love you too my first love, Thanks to promised me to continuing my study in here " Tyshia mencium pipi ayahnya.


Rio melangkah masuk ke dalam bandara sambil sesekali menengok ke arah istri dan anaknya, begitu punggung ayahnya sudah tidak terlihat Ana mengantar Tyshia ke kampus.


"Bye bunda, mmmuah..." Tyshia mencium pipi bundanya, kemudian keluar dari mobil.


"Bye sweety, good luck " Ana melambaikan tangannya.


Setelah mengantar Tyshia ke kampus, Ana pergi membeli mesin jahit dan beberapa bahan untuk putrinya. Sebenarnya Ana tidak mengerti mengenai mesin jahit dan semua perlengkapan lainnya, ia hanya meminta kepada penjualnya untuk memberikannya yang perlengkapan membuat pakaian yang terbaik.


'Akh yang aku tahu hanya bahan cotton dan polyester' gumam Ana dalam hati.


Ana hanya membeli bahan sesuai sepenglihatannya saja yang menurutnya bagus, ia tidak mengetahu jenis bahan yang ia beli, bahkan untuk warnanya juga ia memilih sesuai dengan warna-warna kesukaannya.


'Rame sekali' gumam Ana ketika memasuki restoran, kemudian ia duduk di sudut.


Didalam restoran tersebut Ana melihat sosok pemuda yang berasal dari Indonesia, pemuda tersebut menghampirinya kemudian menanyakan menu apa yang mau Ana pesan.


"Do you Indonesiaan?" tanya Ana kepada pemuda tersebut.


"Yes madam" jawab pemuda itu


"Pakai bahasa Indonesia saja kalo begitu."


"Baik nyonya, ada lagi yang ingin nyonya pesan?"


"Tidak, itu saja. terima kasih ya."


Pemuda itu pergi menuju dapur, kemudian kembali lagi untuk melayani penggunjung yang lainnya.Setelah menunggu lima belas menit pemuda itu datang lagi mengahapiri meja Ana dengan membawa makanan dan minuman yang Ana pesan.


"Aku pesan dua porsi lagi seperti ini tapi untuk take away ya."

__ADS_1


"Baik nyonya."


Selesai menikmati makanannya ana meminta bill kepada pemuda tadi, Ana memberikannya banyak uang tip.


"Ambil saja kembaliannya untukmu." ucap Ana


"Tapi ini banyak sekali nyonya." Pemuda tadi berusaha menolak pemberian dari Ana tapi Ana bersikeras untuk memberikannya.


"Tidak apa-apa, Terimalah! Saya suka dengan pemuda pekerja keras sepertimu."


"Maksud nyonya?"


"Siapa namamu? Apakah kamu seorang mahasiswa yang bekerja part time?"


"Rangga, ia saya mahasiswa yang bekerja part time di sini."


"Rangga, apa jurusan kuliahmu?"


"Jurusan teknik kimia."


Ana membuka tasnya, ia mengambil kartu nama suaminya, kemudian Ana memberikan kartu nama tersebut ke Rangga.


"Hubungi suamiku jika kamu sudah lulus nanti, perusahaan suamiku membutuhkan orang sepertimu" Ana beranjak keluar dari restoran Jepang tersebut sambil membawa dua posri makanan yang ia beli untuk sopir dan ARTnya.


Rangga melihat kartu nama yang di berikan oleh Ana, di kartu nama itu tertulis nama RIO DARMANTO, nama yang sudah tak asing di telinganya, ia pemilik perusahaan kimia terbesar di Indonesiq.


Rangga memang berniat melamar kerja di perusahaan tersebut, namun ia tidak berminat melamar pekerjaan lewat jalur perkenalan dengan istrinya tadi, Rangga menyimpan kartu nama tadi di sakunya, kemudian melanjutkan pekerjaannya.


Dua minggu kemudian Ana kembali ke Indonesia, kepulangan Ana ke indonesia tidak sedramatis saat kepulangan Rio. Tyshia terlihat lebih santai, tidak ada raut kesedihan di wajahnya melihat bundanya pergi.


'Sepertinya anakku memang lebih mencintai ayahnya di banding aku' gumam Ana dalam hati sambil berjalan masuk ke dalam bandara.


Setelah mengantar bundanya ke bandara Tyshia kembali ke kampusnya. Tyshia akan menempuh pendidikan di New york selama dua tahun.


Ditahun pertamanya ia akan mempelajari konsep desain visual, seni desain fashion, mengambar model, studio desain fashion digital, riset dan inspirasi fashion


Ditahun keduanya ia akan mempelajari sejarah fashion, photoshop, desain digital, portfolio, eksplorasi estetika, desain aksesoris, pakaian anak, olah raga, pengantin dan rajut.


Tyshia mempunyai mimpi menjadi seorang designer yang memiliki brand atas namanya sendiri ALINEA.

__ADS_1


__ADS_2