ALINEA

ALINEA
Chapter 64 : Ayah, Ajari Aku Shalat


__ADS_3

Selama Rangga menyelesaikan tanggung jawab pekerjaannya dan menunjuk orang yang tepat serta amanah untuk memegang butik istrinya, Ana dan Riolah yang menjaga Alea.


Ana dan Rio juga yang mengurus perpindahan sekolah Alea dan merapihkan barang-barang milik Alea yang akan di bawa ke Jakarta.


"Ngga, mainan Alea tidak perlu di bawa ya, Bunda sudah menyiapkan ruang bermain untuk Alea lengkap dengan mainannya" ucap Ana.


"Iya bunda, di bawa seperlunya saja. Lagi pula saat liburan sekolah kita akan kemari sambil mengontrol butik Tyshia"


"Ngga, nanti siang setelah Alea pulang sekolah, Ayah ajak Alea ke rumah Mommy ya, sekalian pamit" ucap Rio.


"Silahkan saja Ayah, Rangga dan Alea pamit dulu ya" Rangga dan Alea mencium tangan Rio dan Ana secara bergantian.


"Hati-hati ya sayang, nanti Eyang jemput." Ana mencium cucu kesangannya bergantian dengan Rio.


"Bye Eyang" Alea melambaikan tangannya sebelum ia keluar dari unit apartemennya.


Seusai menjemput Alea di sekolah, Ana dan Rio mengajak Alea ke rumah Risty untuk berpamitan, agar pada saat hari kepulangan tidak terburu-buru dan tidak terkesan mendadak.


Risty sangat sedih mendengar kabar bahwa Rangga dan Alea akan pindah dan menetap di Indonesia, karena selama ini jika Rangga mengajar Ristylah yang merawat Alea.


"I'm gonna miss you so much baby" Risty memeluk Alea dengan erat, ia tak rela jika Alea pergi meninggalkannya.


"Apa Kakak mau ikut pindah juga? " tanya Ana.


"Aku akan bicarakan dengan suamiku, apa ia mau tinggal di Indonesia atau tidak."


Ana menganggukan kepalanya, ia sangat mengerti posisi kakaknya. Mau bagaimanapun seorang istri harus mengutamakan suaminya.


Selesai berbincang dan berpamitan dengan kakaknya, Ana dan Rio mengajak Alea untuk pulang ke apartement, Ana kawatir jika Rangga sudah pulang akan mencari Alea.


Benar saja tiba di apartement, Rangga sudah pulang terlebih dahulu.


"Maaf ya Ngga, tadi kami dari rumah Mommy."


"Iya Bunda, aku juga baru saja datang, tadi aku sudah memesan banyak makanan jadi Bunda tidak perlu memasak makan malam" Rangga tak ingin terus merepotkan ibu mertuanya karena selama Ana berada di jerman Analah selalu menyiapkan makanan untuknya padahal Rangga sudah melarangnya.


"Ya sudah, Bunda ganti baju dulu ya" Ana dan Rio masuk ke dalam kamarnya, sedangkan Rangga membantu putrinya mengganti pakaiannya di temani oleh baby sitternya.



Hari kepulangan pun tiba Rangga, Alea, Rio dan Ana kembali ke Jakarta, begitu tiba di Jakarta Ana menunjukan kamar Tyshia kepada Alea.


"Sayang ini adalah kamar ibumu, mulai saat ini kamu bisa menggunakannya sebagai kamar pribadimu.


Alea melihat-lihat setiap sudut kamar ibunya yang terlihat sangat rapih dan artistik.

__ADS_1


"Kamar Ibu bagus sekali, Yah" Alea nampak kagum dengan jiwa seni Ibundanya yang begitu tinggi.


"Ibumu memang sangat hebat dalam soal mendesain" jawab Rangga.


"Ngga, kamarmu ada di sebelah" Ana mengantar Rangga menuju kamarnya yang telah ia siapkan untuk Rangga.


"Terima kasih ya Bunda" ucap Rangga.


"Ngga, ada yang ingin Ayah berikan kepadamu" Rio memberikan buku diary Tyshia saat Rangga dan Tyshia sempat tidak jadi menikah.


Halaman demi halaman Rangga membaca buku diary tersebut, air matanya mengalir deras ke pipinya.


'Harusnya dulu aku memperjuangkanmu byy bukan malah meninggalkanmu' gumam Rangga dalam hati.


"Ngga, maafin Bunda dan Ayah ya" Ana mengelus lembut punggung Rangga.


Rangga menghapus air matanya dengan kedua telapak tangannya, kemudian meraih tangan Ana mencium tangan Ana kemudian beralih ke Rio.


"Ayah dan Bunda tidak salah, aku pamit dulu ya Yah, Bun. Aku akan mengajak Alea mengunjungi makam Tyshia."


Rangga pergi meninggalkan kedua mertuanya menuju kamar Alea, ia membawa Alea berziarah ke makam Tyshia.


Di depan pusara Tyshia, Rangga meminta Alea untuk selalu mendoakan Ibundanya.


Rangga mengelus putrinya dengan lembut untuk menenangkan hatinya, ia pun merasakan apa yang putrinya rasakan.


Alea menghapus air matanya, kemudian mengelus nisan Ibundanya"Ibu, meski raga Ibu sudah tidak bersama kami, tapi Lea selalu bisa dapat merasakan jika Ibu selalu hadir di setiap langkah Lea. Lea sayang Ibu, terima kasih Ibu sudah bersedia mengandung dan melahirkan Lea" Alea memeluk pusara Ibundanya seakan ia sedang memeluk Ibundanya


"Byy, maafin semua kesalahan aku ya, maafin aku yang belum sempat membahagiakanmu. Byy terima kasih untuk cinta yang begitu besar yang kamu berikan kepadaku, tunggu aku menyelesaikan semua tugasku di dunia ini, setelah itu kita berkumpul lagi di keabadian sana. Aku cinta kamu Byy"


Rangga mengelus dan mencium nisan Tyshia kemudian Rangga dan Alea menaburi makam Alinea dengan bunga mawar segar.


Selesai berziarah Rangga mengajak Alea ke butik milik Alinea yang berada di Jakarta, Rangga menceritakan semua prestasi yang telah di raih oleh Alinea dan menunjukan karya-karya Alinea yang berada di butik tersebut.


"Ayah, apa Ayah berharap aku menjadi seperti ibu?" tanya Alea.


"Tidak sayang, Ayah ingin kamu menjadi dirimu sendiri versi terbaikmu." jawab Rangga.


"Ayah, aku ingin menjadi seorang dokter, agar jika Ayah sakit aku bisa merawat Ayah" ucap Alea.


"Teroma kasih ya sayang, ayah akan selalu mendukungmu. Jadilah dokter yang amanah dan hebat seperti Eyang dan Uncle" Rangga mengelus kepala putrinya dengan lembut.


"Thank you Ayah" Alea memeluk Ayahnya dengan erat.


"Sama-sama sayang" Rangga mengecup kening Alea.

__ADS_1


Setelah berkeliling Rangga mengajak Alea untuk kembali pulang, sesampainya di rumah, Rangga melihat kedua orang tuanya telah menunggunya untuk makan malam bersama, di tengah makan malam Ana memberikan sebuah undangan pernikahan kepada Rangga.


"Minggu depan Stela akan menikah, kita datang bersama ya?" ajak Ana.


"Iya Bund, aku juga akan mengajak Alea. Aku senang sekali akhirnya tela menikah." ucap Rangga.


"Daddynya yang menjodohkan Stela dengan anak dari rekan bisnisnya" ucap Rio.


"Ya, aku doakan semoga Stela bahagia selalu dengan pernikahannya."


"Ngga, apa kamu masih mau kembali lagi ke kantor?" tanya Rio.


"Bukankah sudah ada Edwar yah?"


"Ngga, Edwar sama sekali tidak pernah mau menggantikan posisimu. Sampai dengan hari ini Edwar masih duduk di posisinya sebagai Direktur, ia masih mengharapkanmu untuk kembali menjadi Dirut. Kamu mau kan Ngga kembali lagi ke kantor? memberikan inovasi-inovasi terbaikmu" pinta Rio.


"Baiklah Ayah, besok pagi aku akan ke kantor setelah melihat sekolah yang akan Alea masuki"


"Terima kasih ya Ngga."


"Harusnya aku yang berterima kasih kepada Ayah dan Bunda, karena telah percaya padaku, aku janji akan menjalankan amanah ini dengan baik" Rangga memandang kedua orang tua Tyshia.


Selesai makan malam rangga meminta ijin kepada Rio dan Ana untuk terlebih dahulu masuk ke kamar, ia ingin menemani Alea tidur.


Malam itu Alea meminta Ayahnya untuk menceritakan tentang bagaimana Ibunya bisa menjadi seorang desainer yang hebat, dengan semangat Rangga menceritakan perjalanan karier istrinya di mulai saat mereka sama-sama menimba ilmu di New York hingga akhirnya istrinya memiliki brand fashion sendiri.


"Aku bangga sekali memiliki Ibu sehebat Ibu" Alea tampak terkagum pada sosok Ibundanya.


"Ayah juga sangat bangat dengan Ibu, sosoknya bukan hanya cantik, cerdas namun juga sangat lembut" ucap Rangga.


"Ya sudah, sudah malam. Waktunya putri cantik ayah istirahat."


Setelah bercerita dan berdoa Rangga menaikan selimut putrinya hingga menutupi tubuh Alea, kemudian Rangga mengecup kening Alea, saat hendak beranjak dari tempat tidur Alea, Alea menarik tanggan ayahnya.


"Ayah"


"Iya sayang" Rangga kembali duduk di tempat tidur Alea


"Ayah ajari aku semua bacaan-bacaan shalat, aku ingin bisa shalat dengan sempurna agar aku bisa mendoakan Ibu, aku ingin membujuk Allah agar Allah menempatkan Ibu di tempat yang paling indah" ucap Alea.


Rangga terkejut dengan permintaan putrinya, memang Rangga baru mengajarkan Alea surat-surat pendek dan gerakan-gerakan shalat.


"Masyaallah, terima kasih ya sayang. Ayah janji, besok Ayah akan ajarkan Lea bacaan-bacaan Shalat. Sekarang sudah malam, Lea istirahat ya, love you" Rangga kembali mengecup kening putrinya.


"love you too ayah" Alea memejamkan matanya.

__ADS_1


__ADS_2