ALINEA

ALINEA
Chapter 19 : Skripsi


__ADS_3

Hari pertama Tyshia dan Aangga bekerja di coffee shop, keduanya tidak mengalami kendala yang berarti. Di sela-sela kesibukannya sebagai barista, Rangga masih menyempatkan diri untuk membaca buku untuk mencari bahan penyusunan skripsinya.


Tyshia yang gemas karena Rangga makan sangat lama, mengambil sendok di tangan Rangga kemudian menyuapi Rangga.


"Ayo buka mulutnya sebentar lagi jam istirahat selesai" ucap Tyshia sambil menyuapi Rangga.


"Nanti aku nyaman loh di suapi terus olehmu, terus jadi malas makan sendiri hehe..." ucap Rangga.


"Good if you are comfortable, so you don't have to go back to Indonesia" Ucap tyshia


*Bagus jika kamu nyaman, jadi tidak harus kembali ke indonesia.


Rangga menutup bukunya kemudian menatap wajah Tyshia.


"Byy aku pulangkan untuk membangun rumah kita, mempersiapkan semuanya agar saat kamu pulang semuanya sudah siap dan kita bisa segera menikah" ucap Rangga sambil menatap wajah Tyshia.


"I'm afraid you will forget me, forget our goals" ucap Tyshia, sambil menunduka kepalanya.


*Aku takut kamu melupakanku, melupakan tujuan kita.


"Byy please jangan overthinking ya, aku pasti akan menepati janjiku. Yuk kita kerja lagi jam istirahatnya sudah selesai" ajak Rangga.


Tyshiamenganggukan kepalanya, ia membereskan semua kotak bekalnya kemudian mengikuti Rangga dari belakang.


Berkali-kali Tyshia memandangi wajah Rangga yang tengah sibuk membuat kopi untuk para pelanggan, Tyshia berfikir jika ia pasti akan merindukan Rangga saat intensitas pertemuannya dengan Rangga semakin berkurang karena kesibukan Rangga yang semakin banyak.


Sepanjang perjalanan pulang Tyshia menggegam erat tangan Rangga dan sesekali memandangi wajah tampan kekasihnya.


"Byy, sepertinya besok aku tidak masuk kerja. Aku ada jadwal bimbingan dan aku juga harus ke lab, kamu tidak apa-apa kan jika kerja tidak ada aku? aku juga tidak bisa menjemputmu, maaf ya."


"Its okay byy, kamu semangat ya" jawab Tyshia sambil tersenyum, ia tak ingin terlihat sedih di depan Rangga agar Rangga bisa semangat dalam mengerjakan skripsinya.


"Terima kasih ya sayang, aku pulang dulu"


Selepas mengantar Tyshia, Rangga kembali ke flatnya. Sesampainya di flat Rangga melakukan panggilan video denga Tyshia. Meskipun Tyshia tidak mengerti kimia, Tyshia setia menemani Rangga mengerjakan skripsi melalui video call hingga Rangga selesai.


"Byy jika tugasmu sudah selesai kamu tidur duluan saja, punyaku tinggal beberapa lagi" ucap Rangga.


Tyshia menolaknya ia tetap ingin menemani Rangga, sambil menggambar desain baju untuk Rangga. Tyshia ingin suatu hari nanti Rangga mengenakan baju rancangannya yang ia jahit dengan tangannya sendiri, Tyshia tersenyum membayangkan Rangga mengenakan pakaian yang buat.


"Byy.... byy... "


"Eh ia sayang" Tyshia tersadar dari lamunannya.


"Kamu kenapa senyum-sendiri? hayooo apa yang sedang kamu tulis?" tanya Rangga penasaran.


"Ada deh rahasia haha...."


"Kok main rahasia-rahasiaan?"


"Kejutan untukmu" ucap Tyshia sambil tersenyum.


"Aiklah kalau begitu aku akan menu ggu kejutan darimu, ya sudah kita istirahat yuk, aku sudah selesai nih" ucap Rangga.


" **B**ye by. See you tomorrow." Tyshia mematikan sambungan video call.


__ADS_1


Keesokan harinya pagi-pagi sakali Tyshia sudah membuatkan Rangga sarapan, ia memasukan buah, susu, air mineral dan nasi goreng yang ia buat ke dalam paper bag berwarna putih, kemudian ia bergegas menuju flat Rangga.


Tok... Tok... Tok...


Rangga sangat terkejut dengan kedatangan Tyshia ke flatnya.


"Byy don't forget breakfast" ucap Tyshia sambil menyerahkan paper bag kepada Rangga.


"Byy, jangan begini lagi ya, aku tidak ingin membuatmu repot"


"I don't feel bothered by you, I'm happy to make breaksfast for you" ucap Tyshia.


*Aku tidak merasa di repotkan, aku senang membuatkannya untukmu.


"Terima kasih banyak ya byy."


"Byy, I'll gk to campus first. Bye" ucap Tyshia.


*Aku ke kampus dulu ya byy.


"Aku antar ya" Rangga memegang tangan Tyshia.


"You better take a shower and don't forget to eat breakfast." Tyshia tak ingin Rangga terlambat ke kampusnya.


*Lebih baik kamu mandi dan jangan lupa di makan sarapannya.


"Sekali lagi terima kasih banyak ya byy"


"Sama-sama sayang. Bye" Tyshia pergi meninggalkan flat Rangga.


Meskipun Rangga melarang, namun tetap saja satiap pagi Tyshia datang membawakannya makananan, ia ingin setiap hari tetap bisa melihat wajah Rangga.


Melalui video call, setiap malam Rangga menceritakan perkembangan skripsinya kepada Tyshia, Tyshia benar-benar terkesan dengan kemampuan Rangga, Rangga bisa semudah itu mengerjakan skripsi kimianya padahal bagi Tyshia itu sangat sulit.


Bukannya Tyshia tidak senang dengan kelancaran skripsi Rangga, semakin bertambahnya bab yang di selesaikan oleh Rangga, Tyshia semakin takut jika Rangga akan semakin cepat meninggalkannya.


Setiap kali Eangga tidak masuk kerja, Ryshia merasa sangat kesepian bagaimana jika rangga pergi dari New York. Sering kali bayangan Rangga muncul dalam benaknya seolah Rangga berada di sampingnya.


Drrrt.. Drrrt.. Drrrt..


Tyshia membuka hpnya, ada satu pesan dari Rangga, Tyshia pun segera membacanya.


^^^Rangga:^^^


^^^*B*yy nanti malam aku jemput ya?^^^


Tyshia:


Iya byy


Tyshia langsung menghubungi supirnya agar tidak menjemput dirinya, jika tidak bersama dengan Rangga, Tyshia lebih memilih di antar jemput oleh supirnya agar lebih celat dan aman.


Malam itu Rangga mengajak Tyshia makan malam di tempat biasa mereka makan.


"Byy minggu depan aku sidang skripsi" ucap Rangga dengan wajah sumringah karena sripsinya telah di acc dan ia sudah mendapatkan jadwal sidang.


"Congrats ya" jawab Tyshia dengan muka datar tanpa ekspresi sedikit pun.

__ADS_1


"Kok hanya begitu byy? kamu tidak senang jika aku lulus?" tanya Rangga dengan sedikit nada kecewa, pasal nya ia berharap jika Tyshia akan ikut merasakan kebahagiaan yang ia rasakan.


"Kak Rangga bisa tidak kerja di sini saja?" tanya Tyshia.


"Byy kamu mulai deh overthinkingnya, byy apa kamu tahu? aku juga takut meninggalkanmu kamu di sini. Aku juga takut kehilangan kamu tapi aku lebih memilih untuk percaya denganmu, percaya jika kamu akan menjaga hati kamu untukku" ucap Rangga sambil mentap mata Tyshia.


"Tapi Btw aku seneng loh melihatmu semakin sayang padaku" goda Rangga.


"Annoying." Tyshia mencubit tangan Rangga.


"Auuu sakit byy, tapi benerkan? kamu sayang aku? haha.." goda Rangga kembali.


"No" ucap Tyshia bernjak dari tempat duduknya meninggalkan Rangga.


Rangga pun bergegas mengejar Tyshia "Tidak apa-apa jika kamu tidak sayang aku, yang terpenting kamu tetap mau sama aku, karena aku sangat mencintaimu" ucap Rangga setelah ia berhasil menyusul Tyshia.


"Gombal"


"Hahah... pulang yuk!?" ajak Rangga, ia mengantar Tyshia hingga sampai flatnya.



Tiba saatnya hari dimana Rangga menjalani sidang skripsinya, pagi-pagi sekali Tyshia sudah berada di flatnya Rangga, ia membawakan sarapan dan kemeja putih yang ia beli beberapa hari yang lalu untuk Rangga. Tyshia tetap masuk kedalam flat Rangga meskipun Rangga melarangnya.


"Kali ini saja, lagi pula kita tidak akan macam-macam" ucap Tyshia sambil merapihkan sarapan untuk Rangga yang ia bawa, kemudian Tyshia mengcopy materi presentasi Rangga dari dalam flashdisknya kemudian mempaste ke dalam laptop Rangga, setelah selesai Tyshia membuka dokumen yang tadi ia copy dan memperlihatkannya kepada Rangga.


"Bagaimana?" tanya Tyshia, ia memberikan laptopnya kepada Rangga.


"Power point templates design yang kamu buat bagus banget byy" ucap Rangga.


Tyshia mengambil sarapan untuk Rangga kemudian menyuapinya, sementara Rangga membaca ulang materi skripsinya dan memastikan semuanya sempurna.


Setelah selesai menyuapi Rangga, Tyshia meminta Rangga untuk mengganti kemeja yang Rangga kenakan dengan kemeja yang Tyshia bawa


"Tapi byy..." Rangga hampir saja protes namun Tyshia tak menerima penolakan, ia tetap meminta Rangga menggantinya.


"Sudah cepat ayo ganti, biar penampilanmu lebih fresh" Tyshia menarik Rangga menuju kamar mandi.


Rangga pun menurut, ia mengganti pakaiannya di kamar mandi dan tak lama ia keluar dari kamar mandi dengan kemeja yang di berika oleh Tyshia.


"Nah kan jika seperti ini terlihat lebih tampan" puji Tyshia sambil membantu merapihkan baju rangga, hingga membuat wajah Rangga memerah dan salah tingkah.


"Byy terima kasih banyak ya, pagi-pagi kamu ke sini cuma buat ngurusin aku. Kamu mau berangkat bareng?"


"Kamu duluan saja, aku mau merapihkan flatmu dulu, nanti kuncinya aku bawa. Bolehkan?" tanya Tyshia.


Rangga menganggukan kepalnya "Ya sudah kalau begitu aku berangkat ya, sekali lagi terima kasih banyak sayangku"


"Bye. good luck" Tyshia mengantar Rangga hingga keluar dari flatnya.


Selepas kepergian Rangga ke kampus, Tyshia merapihkan flat milik Rangga yang terlihat sangat berantakan.


'Banyak sekali buku-bukunya' gumam Tyshia, ia merasa jika buku-buku Rangga lebih banyak dari pada pakaiannya.


Saat tengah asik membereskan meja belajar Rangga, secara tak sengaja Tyshia menemukan sebuah kotak cincin yang terselip di antara buku-buku tersebut, karena penasaran Tyshia pun membukanya, ada dua buah cincin di dalam kotak tersebut.


Seketika dada tyshia terasa sesak melihat cincin tersebut, matanya mulai berkaca-kaca.

__ADS_1


"Pantas saja ngotot mau kembali ke Indonesia dan meninggalkanku di sini hiks..." ucap Tyshia sambil menahan tangisnya.


Tyshia menghapus air matanya kemudian ia pergi meninggalkan flat Rangga.


__ADS_2