ALINEA

ALINEA
SEASON 2 - ALEA : Chapter 31


__ADS_3

Pagi-pagi sekali saat sedang sarapan Rangga nampak mencari-cari keberadaan Bundanya, ia sampai menanyakan keberadaan bundanya kepada asisten rumah tanggang karena handphone bundanya tidak bisa di hubungi.


"Baru saja Nyonya keluar, katanya sedang ada urusan sebentar" jawab salah seorang asisten rumah tangga Rangga.


'Tumben sekali Bunda keluar tidak memberitahuku, ya sudahlah nanti setelah di kantor aku akan menghubungi Bunda' gumamnya.


"Terima kasih" ucap Rangga, kemudian ia kembali meneruskan sarapannya, lalu mengantar putri semata wayangnya ke sekolah.


"Yah, nanti aku pulang sore ya" ucap Alea.


"Ada kegiatan apa?" tanya Rangga.


"Belajar Yah, kan sebentar lagi OSN"


"Kenapa tidak belajar di rumah saja?" tanya Rangga kembali


"Kak Nindy hari ini tidak ada jadwal mengajar les"

__ADS_1


"Kalau begitu biar ayah saja yang mengajarimu dan teman-temanmu. Ajaklah mereka semua ke rumah, mulai hari ini sampai kamu OSN Ayah akan pulang lebih cepat" ucap Rangga.


"Benarkah?" tanya Alea riang.


"Tentu saja sayang" Rangga mengelus kepala putrinya, kemudian ia menepikan kendaraanya di depan gerbang sekolah putrinya.


"Bye Ayah" Alea mencium tangan dan pipi Ayahnya kemudian keluar dari mobil Ayahnya.


"Bye sayang, semangat ya belajarnya" Rangga kembali melajukan kendaraanya menuju kantornya.


"Kalian....?" tanya Rangga bingung, sekaligus bercampur lega karena ternyata bundanya ada di kantornya, awalnya ia berfikir terjadi apa-apa pada bundanya.


"Duduklah Ngga!!" pinta Ana sambil menepuk sofa di sebelahnya.


Rangga pun menuruti, ia duduk di sofa bergabung bersama ketiganya.


"Setelah berita penurunan nilai saham perusahaan kita ramai di media, Tante Ana dan Adik loe terus menerus mendesak gue menanyakan kondisi perusahaan. Gue tidak punya pilihan lain selain menceritakan kejadian yang sebenaranya, lagi pula Tante Ana dan Rama sama-sama orang bisnis jadi pasti mereka sudah tahu apa penyebabnya" ucap Edwar, ia tak mau Rangga marah kepadanya karena ia telah menceritakan kondisi perusahaannya pada Ana dan Rama.

__ADS_1


"Kenapa kamu tidak cerita Nak?" tanya Ana mengelus bahu Rangga dengan lembut.


"Aku tidak ingin merepotkan dan menjadi beban, ini adalah tanggung jawabku" ucap Rangga.


"Kita adalah keluarga Mas, tentu dengan senang hati kita akan membantu Mas Rangga. Ayah menyuruhku untuk datang kemari dan menyerahkan ini untuk Mas Rangga, semoga membantu" Rama menyerahkan cek senilai 5 Triliun Rupiah kepada Rangga "Ayah tidak menerima penolakan dan aku tidak akan membawa cek ini kembali pulang!!" ucap Rama dengan tegas karena ia tahu jika kakaknya pasti akan menolaknya.


"Ini juga dari Bunda" Ana memberikan dengan nilai yang sama.


"Apa yang di katakan oleh Rama ada benarnya, kita adalah keluarga. Gue dan nyokap gue juga bersedia membantu loe, kita tanggung ini sama-sama" ucap Edwar.


Rangga tersenyum haru, ia beruntung di kelilingi oleh keluarga yang selalu mensuport dirinya.


"Terima kasih atas semua bantuan kalian semua, tapi Pak Setiadji telah menandatangani penawaran kontrak kerja sama project yang kita ajukan. Jadi Insyaallah persoalan perusahaan sudah bisa di atasi" Rangga memberikan kontrak kerja samanya kepada Edwar.


"Jadi loe....?" Edwar menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Enggak kok, ini murni kerja sama perusahaan tanpa embel-embel perjodohan. Tidak akan pernah ada yang bisa menggantikan Alinea di hati dan hidup gue"

__ADS_1


__ADS_2