ALINEA

ALINEA
SEASON 2 - ALEA : Chapter 66


__ADS_3

Sementar itu di kediaman Rangga, selepas Nathan pergi dari kediamannya, Rangga langsung menghampiri putri semata wayangnya dikamarnya, ia membelai lembut kepala putrinya.


"Kamu kenapa sayang? ada masalah apa?" tanya Rangga bingung karena ia tak pernah melihat putrinya sesedih ini.


"Tristan Yah... hiks..." Alea menangis di pelukan Ayahnya.


"Tristan? ada apa dengan Tristan?" tanya Rangga yang masih belum paham dengan maksud ucapan putrinya.


Setelah tangis Alea reda, ia pun mulai bercerita tentang pertemuannya dengan Tristan sore tadi.


"Lantas bagaimana perasaanmu terhadap Tristan sekarang, apa kamu ingin kembali padanya dan membatalkan pernikahanmu dengan Nathan?" tanya Rangga dengan serius.


"Tidak Ayah, Aku tetap ingin menikah dengan Nathan" ucap Alea.


"Jika kamu memilih untuk tetap menikah dengan Nathan, selesaikanlah perasaanmu terhadap Tristan dan cintai Nathan sepenuh hatimu, Ayah tidak ingin putri kesayangan Ayah mempermainkan hati seseorang" Rangga memeluk Alea dengan hangat.


"Kamu tidak perlu merasa bersalah sayang, kamu sudah menunggu dan mencarinya selama ini'" Ucap Rangga sambil mengelus punggung putri semata wayangnya.

__ADS_1


"Apa Ayah tidak mengetahui tentang kondisi keluarga Tristan?" Alea, karena seingatnya Ayahnya cukup dekat dengan orang tua Tristan.


"Tidak, yang Ayah tau dari media hanya Ayahnya tersandung kasus penggelapan dana perusahaan tempatnya bekerja, setelah penangkapan itu media sudah tidak memberitakan lagi tentang kasus tersebut, Ayah pikir jika memang Ayahnya Tristan tak bersalah maka seharusnya sudah keluar" ucap Rangga.


"Tapi Ayah janji akan membantu Tristan karena bagaimana pun Tristan adalah teman baikmu" ucap Rangga, menghibur hati putrinya.


Alea mulai tenang mendengar ucapan ayahnya, Rangga pun meninggalkan kamar putrinya setelah Alea tidak menangis lagi dan menyuruhnya untuk istirahat.



Hingga sampai di rumah sakit tempat Nathan mengambil kotak dari kursi belakang mobilnya dan menyerahkannya kepada Alea.


"Ini milikmu, kemarin tertinggal di coffee shop" ucap Nathan sambil memberikan kotak tersebut kepada Alea.


Alea sangat terkejut melihat kotak tersebut berada di tangan Nathan.


"Apa kamu mengetahui isinya?" tanya Alea hati-hati.

__ADS_1


Nathan menganggukan kepalanya "Maaf aku tidak sengaja melihatnya karena kotak ini terjatuh" Nathan menceritakan insiden kecil semalam yang membuat kotak tersbut jatuh.


"Jawablah dengan jujur, apa kamu masih mencintainya? apa kamu ingin kembali padanya?" Nathan menatap wajah Alea dengan serius.


"Aku memang belum benar-benar bisa melupakan cerita panjang yang aku lalui bersamanya. Tapi percayalah Nathan saat ini hatiku hanya mencintaimu, kamu adalah masa depanku, aku ingin hidup dan menua bersamamu." Alea tak kuasa menahan air matanya.


Melihat Alea menangis di hadapannya, Nathan membawa Alea kedalam pelukannya, ia mengelus punggung Alea dengan lembut " Percayalah Nathan hiks..."


Nathan menganggukan kepalanya, ia terus menengkan Alea, setelah Alea mulai tenang Nathan menghapus air mata Alea dengan jarinya.


"Jangan bersedih lagi ya, aku tidak ingin kamu menangis. Aku sangat mencintaimu Alea" Nathan membelai wajah Alea sambil menghapus sisa air mata Alea.


"Aku juga mencintaimu Nathan'" Alea kembali memeluk Nathan.


Tanpa mereka sadari, dari kejauhan Tristan melihat Alea sedang memeluk Nathan didalam mobil. Meski hatinya begitu sakit ia mencoba untuk ikhlas menerima kenyataan jika Alea bukan miliknya lagi.


Ia pun mengurus perpindahan perawatan ibundanya kerumah sakit lain, agar ia tidak lagi melihat kebersamaan Alea dan Nathan, ia ingin melupakan Alea.

__ADS_1


__ADS_2