
Plak...
Risty tidak dapat menahan emosinya yang memuncak saat melihat Rio di hadapannya, dengan sekuat tenaga Risty menampar adik iparnya.
"Kak Risty" Ana sangat syok dengan apa yang di perbuat oleh kakak kandungnya.
"Mengapa Kak Risti tiba-tiba saja datang menamparku? Apa salahku padamu?" tanya Rio sambil memegang pipinya yang merah
"Perlu aku tampar lagi agar kamu sadar apa salah kamu? Jika kalian tidak bisa mengurus anak gadisku dengan baik. Biar aku yang akan mengurusnya, suamiku Daniel yang akan menikahkannya dengan Rangga. Tyshia tidak membutuhkan restu dari Ayah yang jahat sepertimu" bentak Risty
Rio mulai mengerti arah pembicaraan kakak iparnya, Rio beranjak dari tempat duduknya mengajak Risty dan juga Daniel untuk duduk di sofa, ia ingin membicarakannya dengan tenang.
"Kalian lihatlah ini!!" Risty melempar berkas ke atas meja, berkas tersebut berisi daftar catatan kriminal yang di lakukan Mike sewaktu kuliah di Amerika.
Ana pun mengambil dan membacanya satu-persatu
"Aku tidak akan membiarkan kalian menikahkan Tyshia dengan Mike, Tyshia tidak akan kembali lagi ke Indonesia" Risty dan Daniel beranjak dari tempat duduk mereka, sebelum mereka pergi meninggalkan ruang kerja Rio, Risty memberikan sebuah buku diary milik Tyshia yang Tyshia tulis untuk Rangga.
"Kalian lihatlah, aku saja yang bukan orang tua kandungnya sakit ketika membaca itu" ucap Risty kepada Ana, kemudian beralih ke Rio "Rio, selama ini aku tidak pernah mencampuri urusan rumah tanggamu, aku juga tidak pernah ikut campur dalam masalah perusahaan. Sekalipun kamu salah mengambil keputusan aku selalu diam saja kecuali kamu meminta pendapat dan solusi dariku. Tapi untuk kali ini aku tidak akan tinggal diam, aku tidak akan membiarkan keponakanku satu-satunya di jodohkan dengan Mike, dan aku juga tidak akan membiarkan kamu menyakiti Tyshia lagi" ucap Risty menatap Rio dengan tatapan tajam, kemudian ia menggandeng tangan suaminya keluar dari ruang kerja Rio.
Tak lama setelah Risty dan Daniel keluar dari ruang kerja Rio, pintu ruang kerja Rio lembali di ketuk dari luar, namun kali ini Lyralah yang mengetuknya ia datang bersama dengan suaminya.
Tok... Tok... Tok...
Lyra dan Adit masuk kedalam ruang kerja Rio, Ana mempersilahkan keduanya untuk duduk di sofa.
"Mas, Mba ada yang harus aku jelasin kepada Mas Rio dan Mba Ana sebelum kalian memutuskan akan menjodohkan Tyshia dengan Mike." ucap lyra
__ADS_1
"Tentu Mas Rio masih ingat kan? pada saat Retno mengandung Rangga, ia di tinggal oleh suaminya pergi merantau ke Jakarta, dan mereka menjalani LDR sampai anak kedua lahir. Pada saat anak kedua lahir barulah suaminy pulang ke Jogja, tidak lama setelah kepulangannya kita semua tahu permasalahan yang terjadi saat itu seperti apa, sampai pada akhirnya Retno memutuskan untuk bercerai dari suaminya"
"Which is Rangga yang saat itu masih sangat kecil belum kenal betul figur dari bapaknya itu seperti apa. Dan beberaapa kali aku bertemu dengan Rangga dan Rama keduanya merupkan sosok yang sangat cerdas, mamdiri dan penyayang, terutama kepada Ibundanya, itu semua berkat didikan Retno"
"Haruskah Tyshia dan Rangga menjadi korban keegoisan kalian, yang tidak bisa berdamai dengan masa lalu. Mungkin semesta ingin agar kalian berdua untuk belajar ikhlas dan berdamai dengan masa lalu kalian" Lanjut lyra.
"Mas sebaiknya berfikir ulang untuk melanjutkan perjodohan antara Tyshia dan Mike" sambung Adit, ia juga memberikan bukti-bukti kasus yang pernah menjerat Mike, sama persis yang di bawa oleh Risty.
"Mas dan Mbamu butuh waktu untuk berfikir, jika kalian sudah selesai tolong tinggalkan kita berdua" ucap Rio, seharian ini kepalanya sangat pening memikirkan putrinya.
"Ya sudah kalau begitu, aku dan mas adit juga permisi mau balik lagi ke kantor, aku percaya Mas Rio akan memberikan yang terbaik untuk Tyshia, permisi" Lyra dan Adit pergi meninggalkan kantor Rio.
Setelah Lyra dan Adit pergi dari ruang kerja suaminya, Ana mengambil dan membuka buku diary milik Tyshia yang di berikan oleh Risty, Ana melihat halaman demi halaman apa yang di tulis oleh putrinya.
Baru seperempat halaman Ana membaca air matanya mengalir deras ke pipinya, Ana tidak sanggup untuk meneruskannya, kemudian Rio mengambilnya dari tangan Ana.
Ana menganggukan kepalanya, Rio pun menggandeng tangan Ana, mengantarnya ke rumah putrinya.
"Awalnya rumah ini adalah milik Rangga yang akan mereka tempati setelah menikah, namun karena pertunangan mereka batal Rangga menjualnya dan ia pergi ke Jerman. Kemudian Tyshia membelinya kembali dan merenovasinya" ucap Rio sambil membuka pintu rumah tersebut.
Ana memasuki ruangan demi ruangan, Ana dapat merasakan jika putrinya begitu mencintai Rangga, dengan melihat banyaknya foto yang terpajang rapih di dinding.
"Sayang, aku ikhlas jika Tyshia menikah dengan Rangga. Buat aku yang terpenting putri kita bahagia, lagi pula Rangga memang anak yang baik, aku percaya Rangga tidak akan melakukan hal yang bapaknya lakukan" ucap Ana.
"Besok kita ke Jerman, kita bicaran dengan Tyshia dan Rangga." ucap Rio.
Belum sempat ia menghubungi orang tua Mike tentang pembatalkan perjodohan antara putrinya dengan Mike, dini hari sebelum Rio dan Ana berangkat ke Jerman, Rio mendapat kabar jika Mike terjerat kasus pemakaian narkoba dan Mike juga menabrak pedagang kaki lima dalam keadaan mabuk berat.
__ADS_1
" Aku memang Ayah yang jahat dan bodoh, kemarin pasti Tyshia sangat tertekan dengan perkataan dan perbuatanku" Rio menangis dalam pelukan Ana
"Besok kita ke Jerman ya, aku sudah mendapatkan alamat apartement Rangga di jerman. Tyshia sedang tinggal di sana, tapi aku yakin jika Rangga tidak akan berbuat yang macam-macam terhadap Tyshia." ucap ana, kemudian Ana meneruskan kembali kalimatnya.
"Kata Kak Risty Rangga di Jerman bekerja dan melanjutkan program S2nya, jujur aku malu sekali dengannya."
"Biar nanti aku yang akan bicara dengannya" ucap Rio.
Keesokan harinya Rio dan Ana bertolak menuju Jerman, setelah menempuh belasan jam perjalanan akhirnya Rio dan Ana tiba di bandara Otto Lilienthal, Berlin.
Mereka memutuskan untuk tidak langsung ke apartement Rangga, mereka menuju kediaman Risty.
"Kamu sedang tidak merencanakan hal yang tidak-tidak kan Rio?" tanya Risty curiga.
"Tidak Kak, justru kami kemari ingin meminta maaf dan memberikan restu untuk mereka" ucap Rio.
"Ya sudah, ini" Risty memberikan kunci mobilnya kepada Rio.
Rio dan Ana pergi ke apartement Rangga, sesuai dengan alamat yang Risty berikan kepadanya.
Begitu tiba di depan unit apartement Rangga dengan ragu-ragu Ana memencet tombol bel, agak lama pintu apartement Rangga terbuka "Apa mereka sedang tidak ada di dalam?" tanya Ana.
"Kita tunggu sebentar ya" Rio kembali memencet bel tersebut.
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya pintu terbuka unit apartement terbuka Ana dan Rio melihat putrinya bersembunyi di balik tubuh Rangga dengan wajah ketakutan melihat dirinya dan Rio.
__ADS_1