
Beberapa kali Rangga melihat jam di tangannya, sudah lebih dari satu jam Rangga menunggu di depan kantor istrinya, namun Tyshia belum juga keluar dari kantornya. Bahkan Rangga juga sempat beberapa kali menelepon istrinya namun istrinya tidak juga mengangkat telepon darinya.
Lima belas menit berlalu barulah Rangga melihat istrinya keluar dari kantornya dengan membawa baju setelan jas pria. Tyshia menaruh baju tersebut di kursi belakang mobil suaminya, kemudian Tyshia masuk dan duduk di kursi depan bersebelahan dengan suaminya.
"Maaf ya sayang aku telat, tadi aku sedikit memperbaiki baju untuk wisudamu" Tyshia mencium tangan suaminya dan mengecup kedua pipi serta bibir suaminya.
"Tidak apa-apa sayang, harusnya aku yang minta maaf karena telah merepotkanmu. Sebenarnya aku pakai baju yang ada di apartement pun tidak jadi masalah, baju-baju yang kamu belikan masih banyak yang belum aku pakai" ucap Rangga sambil mengemudikan mobilnya.
"Tidak bisa sayang, besok kan hari specialmu, aku ingin suamiku tampil sempurna dengan pakaian yang aku buat dengan tanganku sendiri" ucap Tyshia.
"Terima kasih banyak ya byy" Rangga tersenyum ke arah Tyshia.
"Sama-sama sayangku" Tyshia mengelus lengan suaminya dengan lembut.
Untuk kedua kalinya Tyshia menemani Rangga wisuda, jika dahulu Tyshia hanya bisa menggenggam tangan Rangga untuk mengucapkan selamat kepadanya, kali ini Tyshia bisa lebih leluasa untuk mencium dan memeluknya.
"Byy, I'm proud of you" bisik Tyshia, kemudian ia berpose memeluk suaminya, pada sesi foto-foto usai acara ceremonial wisuda.
"Ini semua berkatmu sayang, kamu yang sudah menemani dan mensuportku hingga aku bisa seperti ini, terima kasih banyak istriku" Rangga mengecup kening Tyshia.
Tak hanya berfoto dengan istrinya, Rangga menyampatkan diri untuk berfoto bersama teman-teman seperjuangannya.
"Sudah?" tanya Tyshia ketika melihat suaminya berjalan mendekat ke arahnya.
"Terima kasih ya sudah bersedia menungguku untuk berfoto bersama teman-temanku, kita pulang yuk" ajak Rangga, ia langsung mengajak Tyshia untuk pulang karena ia harus berkemas untuk bulan madunya di Paris.
Sesampainya di apartemen Rangga mulai membereskan pakaiannya dan juga istrinya.
"Byy aku saja ya yang membereskan barang-barangnya, ada banyak barang yang mau aku bawa" pinta Tyshia.
"Kamu ambil saja barang yang mau kamu bawa, biar nanti aku yang membereskan"
"Rahasia, ayolah byy sekali ini saja" Tyshia memaksa.
"Baiklah, tapi tunggu sebentar ya aku tetap merapihkan barang-barangku sendiri"
Tyshia menganggukan kepalanya, ia duduk di samping Rangga sambil menunggu Rangga membereskan barang-barang pribadinya.
"Byy aku boleh minta apa saja kan kepadamu?" tanya Tyshia.
"Boleh sayang, katakanlah kamu mau minta apa?"
"Aku mau program kehamilan di Jerman saja, aku tidak ingin pulang ke Indonesia. aku tidak ingin bertemu dengan Stela, boleh ya byy" pinta Tyshia "Lagi pula dokter yang menangani operasiku kemarin kan di sini, jadi tentu beliau memiliki rekam medisku"
Mendengar nama Stela sebenarnya Rangga pun enggan bertemu dengannya.
"Baiklah byy jika kamu merasa lebih nyaman tinggal di sini, kita akan tetap tinggal di sini" Rangga sangat mengerti jika istrinya tengah cemburu dan khawatir terhadap Stela yang agresif dan terang-terangan mendekatinya.
"Terima kasih ya byy." Tyshia tersenyum kemudian memeluk pinggang Rangga dan mengucapkan terima kasih padanya.
Drrrt... Drrrt...
__ADS_1
Ada satu panggilan video call dari Cakra ke handphone Rangga.
"Byy Ayah" ucap Tyshia kepada Rangga.
"Ya sudah angkat saja" ucap Rangga, Tyshia pun langsung mengangkatnya.
"CONGRATULATIONS MAS RANGGA" ucap Rama, Laura dan Cakra secara bersamaan.
"Congratulations juga untukmu ya Dek, semoga jadi dokter yang amanah, Mas bangga sekali padamu" ucap Rangga kepada adiknya yang baru saja menyelesaikan pendidikan kedokterannya.
"Ayah sakit?" tanya Tyshia, ia melihat wajah Ayah mertuanya agak sedikit pucat.
"Hanya kurang enak badan saja Nak, maaf ya lagi-lagi Ayah tidak bisa datang ke sana" ucap Cakra.
"Tidak apa-apa Yah, bagi kami yang terpenting Ayah sehat" ucap Rangga "Terima kasih ya Yah untuk kiriman paketnya, banyak sekali. Kami jadi merepotkan" sambung Tyshia, ia dan Rangga banyak mendapatkan kiriman hadiah dari Cakra yang awalnya ia ingin menghadiri wisuda Rangga namun ia batalkan karena kondisi kesehatannya menurun sehingga oleh-oleh yang ia siapkan hanya ia kirimkan Jerman.
Meski hanya melalui sambungan video call kehangatan obrolan mereka tetap terasa.
"Selamat berlibur ya, bahagia selalu untuk kalian" ucap Cakra sebelum ia mematikan handphonenya.
Perjalanan dari Jerman ke Prancis dengan pesawat hanya memakan waktu satu setengah jam, akhirnya Rangga dan Tyshia sampai di bandara Prancis Charles de gaulle Airport.
Keduanya langsung menuju hotel yang sudah Rangga booking sejak jauh-jauh hari sebelum keberangkatannya, dalam perjalanan menuju hotel, Tyshia langsung jatuh hati dengan Prancis, langitnya sangat biru, tumbuhannya hijau dan pemandangannya sangat indah.
'Untung saja aku lebih memilih untuk menemani suamiku wisuda dan berbulan madu dari pada harus menghadiri pernikahan Rai' gumam Tyshia dalam hati.
"Maaf ya aku baru punya waktu untuk mengajakmu jalan-jalan" bisik Ragga sambil menggenggam tangan Tyshia.
"Tidak apa-apa kok Byy, aku mengerti. Terima kasih ya sudah mengajakku jalan-jalan."
Selain melihat menara Eiffel Tower Tyshia juga melihat monumen-monumen lainnya yang sangat rapih dan antik, gedung-gedung di sana terlihat sangat bersejarah dengan modelnya yang sangat kuno.
Sesampainya di hotel Rangga dan tTshia beristirahat sejenak, kemudian bersiap-siap mengelilingi kota Paris.
"Ready for an adventure?" tanya Rangga sebelum keluar dari kamar hotelnya.
Tyshia tersenyum sambil menganggukan kepalanya, ia menggandeng tangan suaminya keluar dari kamar hotel mereka.
Tempat tujuan pertama yang Rangga dan Tyshia sambangi adalah Jardin Des Tuileries adalah salah satu taman yang terbesar di Paris taman ini dekat sekali dengan Louvre Museum sehingga sehabis bersantai di taman Rangga dan Tyshia masuk menuju Louvre Museum yang merupakan bekas istana kerajaan Prancis dan sekarang menjadi museum terbesar di dunia.
Banyak lukisan yang terpajang namun yang Rangga tahu hanyalah lukisan Mona Lisa karya Leonardo da Vinci, pengetahuannya tentang dunia seni benar-benar 0, sangat jauh berbeda dengan istrinya yang nampak sangat antusias melihat deretan lukisan-lukisan tersebut.
Bagi rangga yang terindah dan membuatnya bahagia adalah melihat senyuman manis di wajah istrinya.
"Byy kok dari tadi malah ngeliatin aku?" Tyshia menjadi salah tingkah di buatnya.
"Istriku cantik sekali, aku sangat beruntung memilikimu" ucap Rangga masih terus memandangi Tyshia.
"Sudah ah Byy jangan membuatku GR, lebih baik kamu fotoin aku" pinta Tyshia.
__ADS_1
"Baik ratuku" Rangga mengambil foto Tyshia dari berbagai sudut dan berbagai macam gaya.
Puas berjalan-jalan di museum, kini Tyshia dan Rangga menuju Eiffel Tower. Di sekitar Eiffel banyak sekali para turis dari berbagai belahan dunia, Tyshia meminta untuk naik ke Eiffel Tower, Rangga pun menuruti permintaan istrinya.
Tyshia sangat takjub melihat pemandangan matahari terbenam dari atas menara yang didesain oleh Gustave Eiffel pada tahun1889. Tinggi menara Eiffel sendiri sekitar 324 meter. Tidak ada yang mengalahkan pandangan sinar matahari terakhir yang menyentuh atap Paris, dan langit merah menerangi Menara Eiffel.
Tyshia merasa kedinginan saat berada di puncak menara Eiffel, angin dingin yang begitu berasa di tubuh tyshia Rangga pun langsung memeluk tubuh istriya dari belakang untung menghangatkannya "Loving you made me feel coplete" bisik Rangga.
Puas menikmati matahari senja dari atas menara Eiffel, Rangga mengajak istrinya makan malam romantis di Jules Verne restoran yang berada di lantai 2 Menara Eiffel, dari restoran ini mereka berdua bisa menikmati pemandangan sekitar Menara Eiffel dengan lebih leluasa.
"Terima kasih ya Byy, pemandangan yang sungguh indah sekali" ucap Tyshia menatap mata suaminya. Rangga menganggukan kepalanya, ia pun larut dalam romatisme kota Paris yang sungguh menakjubkan.
Selesai makan malam, Rangga mengajak istrinya kembali ke hotel untuk berostirahat.
"Byy aku ke toilet dulu ya" ucap Tyshia ketika mereka baru saja masuk ke dalam kamar hotel.
Di dalam kamar mandi Tyshia mengganti pakaiannya dengan lingerie cosplay sexy nurse, ia juga menggunakan full make up dan mengcurly rambut panjangnya, yang terakhir tidak lupa ia menyemprotkan minyak wangi kesukaan Rangga ke seluruh tubuhnya.
Tyshia keluar secara perlahan dari kamar mandi, ia melihat suaminya sedang duduk di atas sofa sambil menelepon seseorang.
"Byy...." ucap Tyshia dengan manja, sambil menyandarkan tubuhnya di tembok.
Rangga yang terpesona melihat istrinya dan segera mengakhiri teleponnya.
"Edwar nanti gue telepon lagi ya" Rangga mematikan handphonenya, kemudian ia menghampiri istrinya dan menatap istrinya dari atas hingga ke bawah kemudian kembali lagi dari bawah ke atas.
Tyshia melingkarkan tangannya ke leher Rangga, kemudian berbisik "Mau aku periksa?" tanpa menunggu jawaban dari suaminya, Tyshia mendaratkan ciuman panas di bibir Rngga, Rangga pun membalas ciuman Tyshia dengan semakin dalam mengeksplor manisnya bibir Tyshia.
Tanpa melepas ciumannya Rangga meremas lembut kedua dada Tyshia, puas mengeksplor bibir manis istrinya Rangga mulai menelusuri leher Tyshia sambil memberikan gigitan-gigitan kecil dan memberikan banyak tanda kepemilikan.
"Arrggh..." *******- ******* kecil mulai keluar dari mulut Tyshia, mendengar ******* istrinya membuat Rangga semakin tertantang untuk melakukan hal yang lebih, rangga merobek cosplay yang di kenakan oleh istrinya.
Kemudian memainkan puncak dada tyshia secara bergantian dengan bibir dan tangannya. Tyshia mendorong suaminya ke atas ranjang, ia mengambil alih permainan.
Rangga sangat menikmati permainan istrinya, ia membiarkan istrinya membuka satu persatu pakaiannya kemudian mengeksplor setiap inchi tubuhnya, memberikan banyak tanda kepemilikan di seluruh tubuh Rangga.
Tyshia membuka seluruh pakaiannya kemudian membuangnya secara sembarang, saat Tyshia ingin membuat penyatuan, Rangga mencegahnya.
"Aku tidak ingin menyakitimu lagi sayang" ucap Rangga, perkataan dokter tentang 'gejala miom yang salah satunya adalah rasa nyeri saat berhubungan badan' membuat Rangga takut.
"Byy, aku sudah sembuh kok" Tyshia menyingkirkan tangan Rangga kemudian membuat penyatuan dengan tubuh suaminya.
"Byy sakit tidak?" tanya Rangga
"No" Tyshia menggelengkan keplanya.
Tyshia memacu tubuhnya dengan perlahan kemudian lama kelamaan Tyshia semakin menaikan ritmenya, Tyshia benar-benar menikmati permainannya kali ini hingga ia berkali-kali mencapai klimaksnya, Tyshia tetap memimpin permainan hingga Ranhga pun mencapai klimaksnya.
Tyshia tertidur diatas tubuh Rangga dan berbisik "It's so amazing byy"
__ADS_1