ALINEA

ALINEA
SEASON 2 - ALEA : Chapter 9


__ADS_3

Drrrt... Drrrt... Drrrt...


"  I'm sorry, wait a minute" ucap Rangga kepada Edgar, Rangga menghentikan discusinya dengan Edgar dan Edwar begitu mengetahui pihak sekolah putrinya menghubunginya.


Pihak sekolahnya mengabarkan jika Alea jatuh pingsan pada saat jam olahraga tadi, Rangga pun langsung bergegas mengambil kunci mobilnya "Gue jemput Alea dulu." Rangga berlari menuju parkiran kantornya, ia memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi.


Begitu tiba di sekolah putrinya, ia berlari menuju ruang UKS. Sesampainya di ruang UKS Rangga langsung masuk dan ia melihat putrinya nampak sudah sadarkan diri.


"Kamu tidak apa-apa sayang?" tanya Rangga cemas.


"Aku tidak apa-apa Ayah, mungkin karena sedang mensturasi sehingga kepalaku agak sedikit pusing" terang Alea.


Dokter UKS mendiagnosa Alea terkena anemia, namun dokter tetap menyarankan agar Alea di periksakan ke rumah sakit.


"Terima kasih dok"


Rangga pun membawa Alea kembali pulang ke kediamannya, dalam perjalanan pulang beberapa kali Rangga sempat membujuk putrinya untuk mau periksa ke rumah sakit, namun Alea menolaknya.


"Aku sudah baik-baik saja Ayah" tolak Alea "aku hanya ingin istirahat di kamarku" lanjutnya.


"Ya sudah, tapi jika nanti masih pusing ke dokter ya" akhirnya Rangga pun menuruti permitaan putrinya, ia membawa putrinya pulang.

__ADS_1


Sesampainya di kediamannya Rangga di kejutkan dengan kedatangan Nindy yang baru saja memarkirkan kendaraan roda duanya di depan kediamannya.


"Kak Nindy" ucap Alea sambil turun dari mobilnya di papah oleh Rangga.


"Kok jam segini sudah pulang Lea?" tanya Nindy, ia melihat wajah Alea yang sangat pucat "Kamu sakit Lea?" tanya Nindy dengan raut wajah cemas.


"Perutku kram dan kepalaku agak sedikit pusing karena sedang mensturasi" jawab Alea sambil mencoba tersenyum.


Nindy yang awalnya hanya ingin memberikan produk sunscreen yang ia janjikan saat kemarin berbincang dengan Alea di sela-sela waktu les, akhirnya membernikan diri untuk menawarkan bantuan untuk merawat Alea.


Dengan izin dari Rangga, Nindy pun masuk ke kamar Alea.


"Biasanya Kak Nindi jika sedang kram saat mensturasi, Kak Nindy kompres dengan air hangat" ucap Nindy, ia melihat ke arah Rangga memberi kode jika dirinya ingin membuka pakaian Alea.


Nindy bukan hanya membantu Alea mengompres perutnya namun ia juga, memijat lembut area perut bawah dengan gerakan memutar secara perlahan dan menambahkan minyak aromaterapi yang dapat membuat Alea merasa lebih rileks.


Terakhir Nindy memberikan vitamin zat besi yang biasa ia konsumsi saat mensturasi "Jika masih pusing, nanti kamu periksa ke rumah sakit ya" ucap Nindy.


"Tadi Kak Nindy mampir kemari, hanya ingin menitipkan ini ke asisten rumah tanggamu" Nindy memberikan sunscreennya kepada Alea "Semoga cocok ya, ini Spfnya sangat cocok untuk remaja" ucap Nindy.


"Terima kasih banyak ya Kak Nindy"

__ADS_1


"Kalau begitu Kak Nindy pulang dulu ya" Nindy beranjak dari tempat tidur Alea, namun Alea menahannya.


"Saat senggang Kak Nindy sering-sering main kemari ya" ucap Alea.


Nindy tersenyum sambil menganggukan kepalanya "Kak Nindy pulang dulu ya, Bye Alea semoga cepat sembuh" Nindy beranjak dari tempat tidur Alea kemudian ia keluar dari kamar Alea.


Saat melewati ruang keluarga Nindy berpapasan dengan Rangga, sekilas ia tersenyum lalu menundukan kepalanya karena masih malu dengan kejadian malam itu.


"Maaf jika aku memecatmu sebagai guru les privat putriku" ucap Rangga.


"Aku sangat mengerti jika Pak Rangga sangat khawatir jika aku memberikan pengaruh negatif terhadap Alea, tapi aku sudah berusaha untuk bersikap profesional. Topik pembahasanku dengan Alea hanya sekedar materi pelajaran dan sesekali di selingi oleh pertanyaan dari Alea tentang kewanitaan. Seperti skin care remaja, pembalut dan lain-lain hanya seputar itu tidak lebih" terang Nindy.


"Kalau begitu kamu boleh mengajar lagi sampai Miss Anne kembali mengajar Alea" ucap Rangga.


"Terima kasih Pak Rangga, kalau begitu saya permisi dulu" Nindy pamit dari kediaman Rangga.


Sementara Rangga masuk ke dalam kamar putrinya untuk mengecek kondisi putrinya.


"Bagaimana perutnya sayang?" tanya Rangga.


"Sudah jauh lebih baik kok Yah, kepalaku juga sudah tidak pusing lagi"

__ADS_1


Rangga tersenyum menganggukan kepalanya, ia sangat lega kondisi putrinya berangsur membaik. Hampir setiap bulan Alea memang sering mengeluhkan pusing dan kram perut setiap kali mensturasi, namun baru kali ini ia sampai pingsan sehingga membuat Rangga cemas.


__ADS_2