
Tiba di Jerman, Alea kembali ke rutinitas seperti biasanya yaitu ke kampus, belajar dan mengerjakan tugas-tugasnya yang langsung menggunung. Namun kali ini dengan semangat yang beda dari biasanya, ia ingat selalu akan pesan Auntynya yang memintanya semangat menyelesaikan pendidikannya untuk membangun negerinya tercinta.
Usai jam kuliah Alea dan teman-temannya mengobrol di taman sekitaran kampus, mereka semua sangat tertarik dengan banyaknya foto liburannya yang Alea unggah di sosial medianya.
Alea pun dengan senang hati menceritakan keindahan alam Indonesia yang ia nikmati saat liburannya kemarin "Mother Nature is always speaking. She speaks in a language understood within the peaceful mind of the sincere observer" ucap Alea kepada teman-temannya di akhir ceritanya.
Alea nampak memperhatikan jika Nathan sama sekali tak tertarik dengan cerita liburan.
"I'm very busy now, I'll catch you later" ucap Nathan dengan wajah kesal, ia mengambil jaketnya yang ia taruh di bawah kemudian ia pergi meninggalkan Alea dan teman-temannya.
Alea bertanya kepada teman-temannya apakah Nathan sedang ada masalah hingga membuat sikapnya seperti itu, namun teman-temannya tak ada yang mengetahui penyebabnya, yang louis tahu jika Nathan sudah seperti itu sejak beberapa hari belakangan.
'Mungkin ia sedang ada masalah di keluarganya' gumam Alea, ia tak ingin mengambil pusing dengan masalah orang lain.
Setelah bercerita banyak dan mengobrol bersama teman-temannya, Alea pamit karena Ayahnya telah menjemputnya.
"Bagaimana hari ini?" tanya Rangga ketika putrinya masuk ke dalam mobilnya, ia memberikan ice coffee milk kesukaan putrinya yang ia beli dari coffee shop drive thru yang ia beli sebelum menjemput putrinya.
"Sangat menyenangkan, thank you Ayah" Alea pun langsung meminumnya.
"Tapi tadi ada yang sedikit berubah dari sikap Nathan saat aku bercerita tentang liburanku ke Sumba" ucap Alea "Tapi mungkin itu hanya perasaanku saja, atau memang ia sedang tak enak badan atau juga sedang ada masalah. we never know" ucap Alea, ia menghabiskan ice coffee milk pemberian Ayahnya.
__ADS_1
"Ya sudahlah, semoga besok ia jauh lebih baik"
Rangga kemudian menceritakan tentang perkembangan butiknya yang semakin berkembang di bawah pengawasan langsung dirinya, setelah mengadakan fashio show beberapa waktu lalu sebelum dirinya pulang ke Indonesia, kini butiknya ramai di kunjungi pelanggan dan banyak tawaran kerja sama.
"Aku bangga sekali pada Ayah, dengan kerja keras Ayah berhasil menghidupkan kembali butik Ibu" Alea menyandarkan kepalanya di bahu Ayahnya.
"Berkatmu juga sayang, kamu yang sudah memberikan banyak ide untuk Ayah"
Keesokan harinya wajah Nathan masih terlihat sama, bahkan saat Alea duduk di sebelahnya, Nathan justru menghindarinya dengan pindah ke bangku lainnya, hal ini membuat Alea berfikir 'Apa ada yang salah denganku?' gumam Alea.
"Yah sudah pergi" ucap Alea saat melihat kursi yang di duduki oleh Nathan kosong.
Alea kemudian pamitnmepada teman-temanya untuk keluar terlebuh dahulu karena ia ingin ke toilet, saat berjalan ke arah toilet tanpa sengaja Alea menabrak Nathan yang baru saja keluar dari toilet.
"Nathan, hold it!" Alea menahan tangan Nathan agar tak pergi darinya.
Nathan pun menghentikan langkahnya dan menatap Alea "Okay What 's your?" tanya Nathan.
"What's wrong with me?" tanya Alea.
__ADS_1
Nathan menggelengkan kepalanya, kemudian ia melepaskan tangan Alea dan pergi dari hadapan Alea, namun lagi-lagi Alea menahannya.
"If there really is nothing, why are you avoiding me?" tanya Alea.
Nathan menghela nafas beratnya, kemudian ia mengajak Alea ke taman di sekitaran kampus. Setelah duduk dengan nyaman Nathan mulai mengungkapkan hal yang mengganjal di pikirannya selama beberapa hari ini, ia sangat kecewa dengan Alea, yang di nilainya terlalu berani memamerkan kemesraannya saat liburan berdua dengan kekasihnya, padahal Alea yang ia kenal adalah wanita yang selalu menjaga pergaulannya.
"Boyfriend??? hahah..." Alea tertawa mendengar Nathan mengira jika Rico adalah kekasihnya.
"It's not funny at all" ucap Nathan.
"He is my cousin" ucap Alea.
"Really?" tanya Nathan.
Alea menganganggukan kepalanya, lebih lanjut ia juga menceritakan jika dirinya tak hanya berdua dengan Rico namun ada Ayah dan Om serta tantenya.
"Sorry" Nathan menundukan kepalanya karena merasa bersalah terhadap Alea, ia sempat berfikir jika Alea liburan hanya berdua dengan kekasihnya.
Alea mengambil handphonenya kemudian memperlihatkan foto-foto keluarganya, Alea menggelengkan kepalanya, ia menyatakan jika dirinyalah yang salah karena hanya mengupload foto bersama Rico serta pemandangan indah Sumba saja tanpa ada foto kebersamaan bersama keluarganya hingga menimbulkan orang lain berprasangka yang tidak-tidak.
Namun akhirnya Alea tersenyum lega karena kesalahpahaman yang terjadi sudah selesai.
__ADS_1