
EMPAT BULAN KEMUDIAN
Hari itu Alea nampak galau, karena sudah lebih dari satu bulan Tristan tak pernah menghubunginya lagi. Beberapa kali Alea sempat menghubunginya namun handphonenya selalu di luar jangkauan, ia pun sudah menanyakan keberadaan Tristan melalui teman-teman terdekatnya namun tak ada satu pun yang mengetahui keberadaan Tristan di mana.
"Masih belum ada kabar dari Tristan?" tanya Rangga.
Alea menggelengkan kepalanya lemah sambil cemberut.
"Kemarin Ayah sudah mencari informasi di kampus yang pernah kamu katakan jika Tristan kuliah di sana, tapi nama Tristan tidak ada di kampus tersebut, bahkan Ayah sudah mencarinya di semua jurusan, tapi tetap tidak ada" ucap Rangga, kemudian ia lebih mendekat ke arah putri semata wayangnya.
"Apa yang Melewatkanku tidak akan pernah menjadi Takdirku, dan apa yang Ditakdirkan untukku tidak akan pernah melewatkanku. – Umar bin Khattab" Rangga menggengam tangan putrinya dan menatap matanya "Teruslah memperbaiki diri dengan menjadi manusia yang lebih baik lagi, jika memang dia yang terbaik untukmu maka ia akan kembali lagi padamu, namun jika dia bukan yang terbaik untukmu maka Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. Ayah tidak mau karena hal ini prestasimu jadi menurun" ucap Rangga.
"Iya Ayah, aku mengerti"
"Ya sudah, kamu mau ikut Ayah ke butik Ibu?" tanya Rangga.
"Aku mau ke coffee shop saja Yah, mengerjakan tugas bersama teman-temanku" ucap Alea.
"Ya sudah, yuk Ayah antar"
"Sebentar Yah" Alea beranjak dari tempat duduknya menuju kamarnya untuk membereskan buku-buku yang akan di bawanya, setelah beres ia menyusul Ayahnya keluar dari apartement.
__ADS_1
Dalam perjalanan menuju coffee shop, keduanya mengobrol ringan seputar kegiatan kuliah Alea.
"Ajaklah teman-temanmu belajar di Apartement, Ayah ingin mengenal teman-temanmu lebih dekat" ucap Rangga.
"Baik Ayah nanti aku akan ajak mereka belajar bersama di rumah" ucap Alea "Oh ia Yah, aku boleh bertanya materi pelajaranku pada uncle Rama?" tanya Alea.
"Tentu saja boleh, Unclemu pasti senang jika kamu bertanya padanya"
Lima belas menit kemudian Rangga menepikan kendaraannya di depan coffee shop tempat biasa putrinya belajar.
"Nanti Ayah akan beli mesin kopi untuk menemanimu dan teman-temanmu belajar di apartemen"
"Bye honey, kabari Ayah ya jika mau pulang nanti Ayah akan menjemputmu"
"Siap Ayah"
Dari dalam coffee shop nampak Nathan tersenyum memperhatikan kedekatan Alea dan Ayahnya, yang terasa sangat hangat.
Sementara itu setelah melihat putrinya masuk dan berkumpul bersama teman-temannya Rangga kembali melajukan kendaraannya menuju butik Almh.Istrinya.
Selama Rangga tinggal di Jerman Rangga menggunakan waktu malamnya untuk mengontrol perusahaannya yang di Indonesia dan meeting bersama Edwar atau staffnya lainnya, siang harinya Rangga pakai untuk mengurus butik Almh.Istrinya, ia belajar sangat keras mengenai dunia fashion untuk menghidupkan lagi bisnis dan mimpi Almh.Istrinya.
__ADS_1
"Kamu sungguh luar biasa sekali sayang" Rangga memengang keningnya ketika ia sedang memilih bahan dan warna yang akan di gunakan pada pakaian yang pernah di desain oleh Alinea.
Setelah satu jam berfikir, nyatanya Rangga lebih memilih untuk berdiskusi dengan salah satu desainer yang bekerja di butiknya. Untuk hal-hal yang seperti itu terkadang Rangga memilih untuk berdiskusi, sementara dirinya berfokus pada kontrak kerja sama yang di jalin oleh butiknya.
"Ayaaah...."
Tiba-tiba saja Alea datang ke ruang kerja Rangga, ia mencium tangan dan pipi Ayahnya.
"Kok tidak menghubungi Ayah?" tanya Rangga.
"Tadi temanku Nathan kebetulan lewat sini jadi ya sudah aku ikut saja dengannya"
"Sepertinya anak Ayah cukup dekat ya dengan Nathan?" Rangga menyipitkan matanya hendak mengitrogasi putrinya.
"Aku dekat dengan semuanya Yah, mereka semua sangat baik terhadapku" ucap Alea.
"Ya sudah sini bantu Ayah menentukan warna dan bahan untuk desain pakaian ini, setidaknya selera fashionmu di atas Ayah" Rangga meminta putrinya untuk duduk di sebelahnya.
"Selera fashion Ayah memang payah haha..." ledek Alea, ia menuruti permintaan Ayahnya untuk membantunya.
Menjelang malam keduanya memutuskan untuk kembali ke apartement, namun sebelum pulang keduanya berbelanja banyak makanan karena esok teman-teman Alea akan belajar bersama di apartementnya.
__ADS_1