
Menjelang hari pernikahannya alea dan nathan sibuk mempersiapkan foto preweddingnya yang akan di lakukan di bali.
Sebelum berangkat ke Bali Rangga mengingatkan kepada Alea dan Nathan untuk tidak foto berlebihan dan tidak berbuat yang macam-macam.
"Iya Ayah" ucap Alea sambil tersenyum.
"Ayah serius Alea, Ayah melihat kalian berdua benar-benar sedang dimabuk cinta. Ayah tidak ingin kalian tidak bisa mengontrol diri kalian" ucap Rangga dengan serius.
"Ayah tidak perlu khawatir, aku dan Alea akan menahan diri. Lagi pula di sana banyak kru yang terlibat dalam pembuatan foto dan video prewedding kita" ucap Nathan.
"Baiklah, Ayah percaya pada kalian" ucap Rangga.
Setelah berpamitan dengan Rangga, Alea dan Nathan berangkat menuju bandara untuk bertolak ke Bali.
Setibanya di Bali semua kru yang terlibat dalam pembuatan foto dan video prewedding Alea dan Nathan telah menunggu di hotel.
Alea langsung di make up oleh MUA profesional sedangkan Nathan berada disamping Alea memandangi wajah calon istrinya sambil memainkan jari Alea.
"Sayang, mengapa kamu tidak mengganti bajumu?" Alea nampak salah tingkah terus di pandangi oleh Nathan.
"Sebentar lagi aku ganti baju, kamu mau makan tidak? aku suapin ya."
"Mau" Alea menganggukan kepalanya.
Nathan mengambil makanan yang telah ia pesan, ia menyuapi Alea dengan hati-hati karena Alea sedang dimake up.
__ADS_1
Setelah Alea siap Nathan masih saja belum mengganti pakaiannya ia masih mengenakan kaos dan celana jeans.
"Sayang, ayo cepat ganti pakaianmu" Alea memberikan pakaian Nathan kepadanya.
Alea pikir Nathan akan mengganti pakaiannya di kamar mandi namun rupanya Nathan justru membuka pakaiannya di hadapannya.
"Nathan..." Alea langsung membalikan tubuhnya sambil menutup matanya.
"Kamu kenapa sayang?" baginya hal yang biasa, ia hanya membuka kaosnya saja bukan celananya.
"Gantilah pakainamu di kamar mandi sana" sambil menutup matanya, Alea memberikan semua pakaian Nathan dan mendorongnya masuk ke kamar mandi.
"Okey honey, haha...." Nathan tertawa melihat wajah Alea yang memerah.
Begitu keluar dari kamar mandi, Alea merapihkan pakaian dan rambut Nathan agar terlihat rapih, dirasa sudah puas dengan penampilan calon suaminya, keduanya berserta kru fotografi menuju pantai.
Kemudian Alea dan Nathan mencorat coret bentuk hati dan inisial nama masing-masing di atas pasir pantai.
Puas berpose di pinggir pantai Nathan dan Alea berpose di atas jet ski, Alea berdiri di belakang nathan yang sedang membawa jet ski, setelah mengambil gambar di atas jet ski nathan menyuruh Alea berpegangan dengan erat.
"NATHAN PLEASE STOP!!! I'M AFRAID" teriak Alea ketika Nathan menambah kecepatan jet skinya mencapai 50 MPH.
"NATHAN I'M AFRAID" teriak Alea kembali, ia memeluk Nathan dengan erat.
"Bukankah ini sangat seru sayang?" perlahan nathan mulai menurunkan kecepatannya.
__ADS_1
"Tapi aku takut."
"Your safe with me honey" Nathan mengelus tangan Alea yang melingkar di pinggangnya.
Setelah di tepi pantai Alea turun dan membiarkan nathan bermain jet ski sepuasnya.
Seperti tak kenal lelah, setelah puas bermain jet ski nathan berolah raga surfing. Sementra itu Alea kembali ke hotel ia mengganti pakaian dan kembali make up untuk sesi pemotretan berikutnya.
Menyadari calon suaminya belum juga kembali, ia meminta salah satu kru untuk memanggil Nathan kembali ke hotel.
Tak lama kemudian Nathan datang sambil tersenyum tanpa rasa bersalah.
"Nathan, kamu ini lama sekali" ucap Alea dengan kesal, meski pun kesal ia tetap menyiapkan handuk dan pakaian ganti untuk nathan.
"Cepat bersihkan tubuhmu" Alea memberikan handuk dan pakaian ganti kepada Nathan.
"Terima kasih ya, kamu semakin menggemaskan" Nathan mengambil handuk dan pakaian yang di berikan oleh Alea.
Setelah keduanya siap mereka kembali ke pantai untuk berfoto dengan latar sunset.
Usai sudah rangkaian foto prewedding hari itu, pemotretan masih akan di lanjutkan keesokan harinya.
__ADS_1
Saat semua kru sudah kembali ke hotel, Alea dan Nathan masih berada di pantai menikmati suasana pantai, keduanya saling berhadapan dan memandangi satu sama lain semakin lama wajah keduanya saling mendekat hingga satu centi lagi keduanya sama-sama menutup bibir masing-masing.
"Aku akan menjaga kepercayaan Ayahmu dan tak akan mengambil yang belum menjadi hakku" ucap Nahan, ia merangkul Alea mengajaknya untuk kembali ke hotel.