ALINEA

ALINEA
Chapter 60 : Tanpamu


__ADS_3

Setelah satu minggu putri kecilnya di rawat di ruang NICU, akhirnya putri kecil Rangga sudah di perbolehkan untuk pulang, Rangga membawanya ke rumahnya.


"Sayang lihatlah kamarmu yang indah ini, ini Ibu yang menyiapkannya khusus untukmu, bagus ya?" ucap Rangga kepada putri kecilnya, sambil menahan sesak mengingat kepergian istri tercintanya.


Rangga merawat putrinya dengan telaten dan penuh kasih sayang, ia hanya memiliki satu baby sitter untuk membantunya merawat purtinya.


Selain merawat putri kecilnya, hampir setiap hari Rangga menyempatkan diri untuk mengunjungi makam istrinya dengan membawakan berbagai macam bunga segar kesukaan istrinya.


Selain berdoa Rangga menceritakan dengan detail tumbuh kembang putri mereka yang di beri nama Alea Shakira Pratama yang berarti tuan putri yang mulia dan selalu dihargai.


"Byy, anak kita cantik sekali, mirip dengan dirimu, semua bagian wajahmu ada padanya. Ia anak yang sangat pintar, ia tidak pernah rewel, bahkan kemarin setelah imunisasi ia sama sekali tidak menangis, ia kuat sama sepertimu sayang" Rangga kembali menitikan air matanya, ia sudah tidak sanggup lagi melanjutkan kalimatnya.


"Byy aku rindu sekali denganmu sayang" Rangga mengelus nisan Tyshia.

__ADS_1


Rangga langsung menghapus air matanya dan mengatur nafasnya ketika ia mendapat panggilan masuk dari ibu metuanya.


"Hallo Bund" Rangga menjawab panggilan masuk ke handphonenya.


"Ngga kamu di mana? Bunda dan ayah sedang berada dirumahmu, di sini hanya ada Alea dan Ayahmu saja" tanya Ana dari seberang telepon.


"Aku lagi keluar sebentar Bund, sebentar lagi aku pulang" ucap Rangga, ia tak mengatakan jika dirinya tengah berziarah ke makam istrinya.


"Oke, Bunda tunggu ya Ngga" Ana mematikan telephonenya, ia dan Rio rutin mengunjungi Alea di kediaman Rangga. Mereka berdua juga ikut memantau perkembangan Alea dan bermain bersamanya.



Di usia Alea yang menginjak enam bulan, Rangga meminta ijin kepada Ana dan Rio untuk membawa Alea ke Jerman, awalnya Ana dan Rio keberatan jika harus berpisah dengan cucu mereka satu-satunya, tapi mereka berdua mencoba menghormati keputusan Rangga untuk membawa Alea ke Jerman.

__ADS_1


"Ngga apa kamu tidak ingin kembali lagi ke kantor?" tanya Ana.


"Kantor sudah mulai stabil Bunda, ada Edwar yang akan mengurusnya. Aku ingin menikmati waktuku bersama dengan putriku di Jerman" ucap Rangga.


"Ngga kami bolehkan jika kami sering mengunjungimu dan Alea?" tanya Ana kembali.


"Tentu saja Bunda, aku dan Alea sangat senang dengan kedatangan Ayah dan Bunda. kami juga akan sering pulang ke Indonesia mengunjungi Ayah dan Bunda."


Ana menggedong Alea sebelum Rangga membawa Alea masuk ke dalam bandara, tak hentinya Ana menciumi cucu cantiknya yang mirip sekali dengan putrinya. Setelah puas menggendong Alea secara bergantian dengan Rio, Rio menyerahkan Alea kepada Rangga.


"Hati-hati ya Ngga, kabari kami jika kalian sudah sampai" ucap Rio


"Aku pasti akan mengabari Ayah dan bunda jika kami sudah sampai" ucap Rangga

__ADS_1


Rangga membawa masuk putrinya ke dalam bandara, ia juga membawa serta baby sitter putrinya, begitu Rangga dan putrinya masuk, Rio mengajak Ana untuk pulang ke rumah.


__ADS_2