
Sepulang dari apartementnya Rangga bergegas menuju sekolah putrinya, di perjalanan Rangga mendapat telepon dari bundanya.
"Assalamualaikum Bunda" ucap Rangga
"Walaikumssalam Ngga, bagaimana kondisi Alea? Bunda dengar kemarin Alea pingsan di sekolah" tanya Ana dengan nada cemas.
"Alhamdulillah sudah membaik Bunda, Bunda jangan camas, Alea juga sudah masuk sekolah" jawab Rangga, ia memang sengaja tidak mengatakan kepada bundanya karena tak ingin membuat ayah dan bundanya cemas.
"Maaf ya Nak, Bunda tidak bisa menjenguk Alea, Bunda sedang sibuk mempersiapkan keperluan untuk besok kontrol jantung Ayah ke Singapore" terang Ana.
"Rangga antar ya Bund"
"Tidak usah Nak, kan Alea juga baru sehat. Kamu jaga Alea saja ya, nanti sepulang dari Singapore Bunda dan Ayah akan menginap di Jakarta."
__ADS_1
"Baiklah Bunda, tapi Bunda kabarin aku terus ya" Rangga mulai mengkhawatirkan kondisi ayahnya yang harus sering kali bolak balik ke Singapore untuk berobat.
"Nak, Bunda dengar kamu sedang dekat dengan seorang wanita, apa benar itu Rangga? Bahkan kabarnya kamu sudah membawa wanita itu menginap di rumah" ucap Ana dengan nada kecewa pada Rangga.
'Pasti Edwar, cepat sekali ia mengadunya' gumam Rangga dalam hati, pikiran Rangga langsung tertuju kepada Edwar karena hanya dia yang tahu jika Nindy menginap di rumahnya, asisten rumah tangga atau supir yang bekerja padanya tidak akan berani mengadukan hal ini kepada bundanya.
"Nak, Bunda dan Ayah tidak pernah melarangmu memiliki hubungan dengan wanita mana pun. Bahkan Ayah dan Bunda sangat senang jika kamu mau menikah lagi, kami pasti akan merestuimu Nak, tapi tolong dengan cara yang baik, seperti yang kamu lakukan dulu pada Almh.Istrimu" ucap Ana dengan lembut.
"Bunda, please ini tidak seperti apa yang Edwar katakan" Rangga mencoba untuk membela dirinya.
"Bunda, aku dan dia tidak melakukan hal yang tidak-tidak. Dia hanya guru les Alea tidak lebih dari itu, aku juga tidak memiliki perasaan apa pun terhadapnya, aku masih sangat mencintai Almh.istriku"
"Tengah malam gelap-gelapan berduaan dengannya di kamar tamu? kamu masih mau ngelaknya?" tanya Ana setengah menginterogasi Rangga.
__ADS_1
"Bunda please percayalah padaku, aku dengannya tidak melakukan apa-apa, itu hanya insiden kecil karena di rumah sedang mati lampu" Rangga mencoba menjelaskannya agar bundanya tak salah paham terhadapnya.
"Bunda sangat percaya padamu Nak, jaga dirimu dan juga jaga Alea ya. Ayah dan bunda sayang kamu dan Alea. Assalamualaikum." Ana mematikan sambungan teleponnya.
"Walaikumssalam"
'Ah, mengapa jadi seperti ini?' Rangga menghela nafas beratnya kemudian ia memukul stir kemudi mobilnya, dan memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi.
Mendekati arah sekolah putrinya, dari kejauhan Rangga sudah melihat putrinya sudah menunggunya di depan gerbang sekolah.
Rangga menepikan mobilnya tepat di depan putri kesayangannya kemudian ia menurunkan kaca mobilnya meminta Alea masuk ke dalam.
"Sudah lama menunggu?" tanya Rangga.
__ADS_1
"Aku baru saja keluar kok Yah" jawab Alea, ia masuk kedalam mobil kemudian mencium tangan ayahnya.
Keduanya mengobrol santai membahas kegiatan keseharian mereka, hingga mereka tiba di kediamannya.