ALINEA

ALINEA
SEASON 2 - ALEA : Chapter 49


__ADS_3

Menjelang ujian semester Alea dan teman-temannya semakin giat belajar, tak jarang mereka pulang larut malam karena menghabiskan waktu di perpustakaan.


"Lelah sekali hari ini" ucap Alea sambil meregangkan ototnya.


Alea tanpa sadar tertidur di mobil Ayahnya, sesampainya di apartement Rangga pun membopong tubuh putrinya masuk ke dalam unit apartementnya. Ia merebahkan tubuh Alea di atas tempat tidur kamarnya.


"Anak Ayah pasti lelah sekali" Rangga sangat merasakan betul jika kuliah di Jerman tidaklah mudah, terlebih jurusan di ambil oleh putrinya sangatlah sulit, namun ia percaya jika putrinya pasti bisa melaluinya.


Rangga keluar dari kamar putrinya kemudian ia menuju ruang kerjanya, ia bersiap untuk meeting karena waktu di Jakarta lebih cepat dari Jerman.



Keesokan harinya saat sarapan pagi, Alea meminta izin kepada Ayahnya jika hari ini ia dan teman-temannya akan datang untuk belajar.

__ADS_1


"Hari ini kamu tidak ada kelas?" tanya Rangga.


"Tidak ada Yah, tapi nanti teman-temanku kemari mau belajar disini"


"Ya sudah nanti Ayah pesankan makanan untukmu dan juga teman-temanmu, Ayah ke butik Ibu dulu ya sebentar, mau ada meeting mau ada fashion show minggu ini" Rangga pergi meninggalkan apartementnya menuju butik, namun sebelumnya ia memesankan banyak makanan untuk menemani putrinya belajar bersama teman-temannya.



Usai meeting, menjelang sore hari Rangga kembali pulang untuk menemani putrinya belajar bersama teman-temannya, setibanya di apartementnya ia langsung menyapa teman-teman Alea kemudian ia berjalan ke dapur.


Dengan sabar Rama menjelaskannya kepada Alea dan teman-temannya, walaupun matanya tak bisa bohong jika dirinya sudah sangat lelah dan mengantuk karena di Indonesia sudah larut malam.


"Uncle sudah mengantuk ya?" tanya Alea.

__ADS_1


"Iya sayang, di sini jam 12 malam" jawab Rama, menahan kantuknya.


"Ya sudah kalau begitu Uncle istirahatlah, kami semua sudah mengerti dengan materinya. Thanks ya Uncle" Alea melambaikan tangannya.


"Thanks ya Dek" sambung Rangga, ia mendekat ke arah Alea dengan membawakan makanan ringan dan kopi untuk Alea dan teman-temannya.


Rangga sendiri mulai dekat dengan teman-teman-teman putrinya tak jarang ia berdiskusi terutama dengan Nathan yang sangat tertarik dengan Indonesia, walau pun sebenarnya firasatnya mengatakan jika Nathan menyukai putrinya namun ia tak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan tersebut pasalanya Nathan memiliki belakang negara, budaya dan agama yang berbeda, Nathan lahir di Inggris dan besar di Jerman dengan menganut agama Kristen mengikuti orang tuanya, sehingga menurut Rangga akan sulit untuk bersatu dengan putrinya.


"May we celebrate together this holiday ?" tanya Nathan.


" Sorry Nathan, I have to go home to Jakarta" Alea menggelengkan kepalanya, pasalanya liburan semester ini ia ingin sekali pulang ke Indonesia untuk mencari keberadaan Tristan.


"Okay" Nathan mencoba untuk tersenyum dan mengerti, walaupun dirinya ingin sekali bisa berlibur bersama Alea.

__ADS_1


Pukul 22.00 malam teman-teman Alea pamit pulang, Rangga tidak perlu mengantar teman-teman Alea seperti waktu Alea masih SMA karena teman-temannya kini yang di Jerman membawa kendaraannya masing-masing, hanya Olivia saja yang tak membawanya namun ia bisa pulang bersama Louis yang satu arah dengannya.


__ADS_2