
Sementara itu saat Alea keluar kelas, ia melihat handphonenya terdapat notifikasi pesan dari dari Ayahnya, ia pun membuka dan membacanya. Tak lama setelah Alea membaca pesan dari ayahnya, ia pun mencoba menghubungi Ayahnya namun nomor Ayahnya sedang diluar jangkauan.
"Mungkin masih di dalam pesawat, jadi tidak dapat di hubungi" ucap Nindy yang tiba-tiba telah berada di hadapan Alea.
"Iya Kak, hari ini jadi?" tanya Alea dengan antusias.
"Jadi dong, kan Kak Nindy sudah di sini menjemputmu, ayo kamu ganti baju dulu!!" Nindy memberikan sebuah paper bag berisi pakaian ganti Alea yang Nindy ambil di rumah Alea sebelum Nindy menjemput Alea.
"Are you ready?" tanya Nindy saat Alea keluar dari kamar mandi sekolah.
"Yeah" Alea menggandeng Nindy berjalan keluar sekolahnya.
Dalam perjalanan menuju rumah sakit, keduanya berbincang dengan hangat.
"Lea, kamu sudah punya SIM?" tanya Nindy.
Alea menggelengkan kepalanya "Ayah tidak mengizinkanku untuk bawa mobil" ucap Alea.
Seketika Nindy menjadi agak sedikit kasihan dengan Alea karena ia melihat Ayahnya terlalu mengekangnya "Nanti Kak Nindy ajarin ya"
"Beneran Kak?"
"Hu'um, tapi kamu janji ya"
"Janji apa Kak?"
__ADS_1
"Di pakai saat keadaan darurat saja" bukan bermaksud untuk melanggar aturan yang Rangga buat, namun Nindy berfikir jika kemampuan mengemudi harus di miliki setiap orang karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi ke depan, dan ia pun yakin jika Alea akan menggunakannya dengan bijak.
Drrrt... Drrrt...
Satu panggilan video call dari Rangga masuk ke handhpone Alea, ia pun langsung mengangkatnya.
"Hai Sayang, maaf ya tadi handphone Ayah tidak aktif, Ayah baru saja landing. Kamu sudah di mana?" tanya Rangga.
"Aku dan Kak Nindy baru saja tiba di rumah sakit" ucap Alea.
"Ya sudah, jangan lupa post a picture semua kegiatanmu hingga pulang ke rumah."
"Baik ayah, bye. Love you" Alea melambaikan tangannya ke kamera handphonenya.
"Love you too honey" Rangga pun melambaikan tangannya, kemudian menutup panggilan videonya.
Toko yang paling lama mereka kunjungi adalah toko pakaian, karena Alea kebingungan menentukan warna yang cocok untuk pakaian yang akan di pakainya.
"Tidak ada salahnya mencoba warna terang agar terlihat lebih fresh" ucap Nindy, ia mengambilkan banyak pakaian berwarna terang untuk Alea, ia juga membelikan sebuah dasi untuk Rangga.
"Alea, kira-kira Ayahmu suka tidak?" Nindy menjukan dasi berwarna navy kepada Alea.
"Bagus kak nindy, ayah pasti suka."
__ADS_1
Nindy memasukan dasi tersebut ke dalam kantung belanjaannya, kemudian membayarnya.
Sesuai dengan janjinya, jika sepulang berbelanja Nindy akan mengajari Alea mengemudi, ia memperkenalkan Alea dengan Tuas transmisi.
"Tuas P (Park), Tuas R (Reverse), Tuas N (Neutral), Tuas D (Drive) Mengerti?"
"Ya" Alea menganggukan kepalanya.
Kemudian Nindy mengajarkan Alea mengontrol pedal gas dan rem yang pada mobil matic hanya menggunakan satu kaki, kanan saja. Sedangkan posisi kaki kiri selalu ditaruh di foot rest yang ada di pojok kiri.
"Mau coba?" Nindy menepikan kendaraannya di lapangan yang biasa di gunakan untuk berlatih mengemudi.
Sambil tersenyum Alea menganggukan kepalanya, ia turun dari mobil bertukar tempat dengan Nindy.
Nindy meminta Alea memastikan tuas transmisi di posisi P sebelum mesin mobil dinyalakan, kemudian barulah menstarter mobil. Nindy terus memberikan petunjuk untuk kaki kanan Alea tetap menginjak pedal rem, lalu mengeser tuas transmisi ke posisi D.
"Tunggu 1 sampai 1,5 detik untuk memastikan engagement gigi transmisi matic terjadi dengan sempurna," terang Nindy.
"Setelah itu injakan kaki di pedal rem diangkat secara pelan-pelan" lanjut Nindy. Mobil pun akan mulai bergerak perlahan.
Alea tersenyum bahagia karena ia bisa mengemudikan kendaraannya.
Begitu mobil yang di kemudikan Alea mulai melaju Nindy meminta Alea untuk memindahkan kaki ke pedal gas dan injak untuk meningkatkan kecepatan.
"Okay, cukup latihannya, kita lanjut besok ya sampai Ayahmu pulang ke Jakarta" ucap Nindy melihat matahari sudah hampir terbenam dan Alea semakin mahir, ia meminta Alea untuk bertukar posisi.
__ADS_1
"Kita ke apartement dulu ya, kakak mau ambil baju-baju kakak" ucap Nindy, ia kembali melajukan kendaraannya menuju apartement milik Rangga yang kini di tempatinya.