ALINEA

ALINEA
SEASON 2 - ALEA : Chapter 45


__ADS_3

Paris


Meski hampir setiap tahun Rangga mengunjungi kota ini untuk berlibur bersama putrinya, tetap saja Paris masih menjadi salah satu kota yang istimewa baginya, karena di sinilah dirinya dan Almh.Alinea merasakan indahnya berbulan madu.


Rangga mengajak putrinya makan malam romantis di  Le Jules Verne, salah satu restoran yang wajib di kunjungi oleh Alea saat berlibur ke Paris. Restoran ini sendiri terletak di lantai dua Menara Eiffel, dengan suasana romantis dan elegan. Di restoran ini, terdapat banyak sekali menawarkan kelezatan hidangan yang dibuat oleh Alain Ducasse, salah satu koki paling terkenal di dunia. Makan


favorit Alea ketika mengunjungi restoran ini adalah bebek confit foie gras, lobster panggang, dan chocolate crispy nut untuk makanan penutupnya.



Puas menikmati makan malam dan lemandangan indahnya, Rangga mengajak putrinya untuk bersepeda di area Museum Louvre di Paris.



"Ayah tunggu aku!!!" ucap Alea dengan kesal karena Ayahnya sudah berada jauh di depannya, sementara dirinya masih ingin bersantai menikmati pemandangan sekitar.


"Ayah kita kan bukan sedang lomba sepeda!!" protes Alea semakin kesal dengan ayah, ia mengatur nafasnya karena mengayuh sepedah dengan cepat untuk menyusul Ayahnya.


"Iya sayang maaf" Rangga memberikan sebotol air mineral kepada putrinya.


Dalam waktu sekejap Alea pun langsung menghabiskannya, setelah itu keduanya berkeliling sambil mengobrol santai, Rangga memandangi putrinya yang tengah bercerita 'You're growing up so fast, aku tidak ingin kehilangan moment kebersamaan denganmu' gumam Rangga.


"Ayaaaahh..."


"Yes love" Rangga menggeleng-gelengkan kepalanya, ia tersadar dari lamunanya.


"Ayah dengerin ceritaku tidak sih?" tanya Alea kesal.


"Dengerin sayang"

__ADS_1


"Sepertinya Ayah sudah lelah, kita kembali ke hotel saja yuk!" ajak Alea.


Rangga tersenyum menganggukan kepalanya, ia dan putrinya kembali ke hotel untuk beristirahat.


"Good night Ayah" Alea mengecup pipi Ayahnya sebelum ia masuk ke kamar hotel dirinya.


"Good night baby" Rangga pun masuk ke dalam kamar hotel di sebelah kamar putrinya.



Keesokan harinya Rangga mengajak putrinya berbelanja di Galeries Lafayette di Paris, tempat wisata belanja mewah yang tersohor di dunia. Banyak sekali turis Indonesia belanja barang mewah di sana. Sampai-sampai mal tersebut menerima pembayaran dengan rupiah, mal tersebut berlokasi di Boulevard Haussmann di 9th arrondissement of Paris.


Barang-barang bermerek yang ada di sini berjejer, seperti: Louis Vuitton, Channel, Furla, Hermes, Long Champ, hingga Dior. berada di 4 lantai di mal ini.


Alea hampir kalap membeli pakaian serta akesoris seperti jam tangan dan juga tas, karena harga di Galeries Lafayette lebih murah di bandingkan dengan yang ada di Indonesia.



"Ayah nanti potong uang jajanku saja ya" Alea agak sedikit merasa bersalah karena berbelanja sebanyak itu.


"Its okay honey, sekali-sekali tidak masalah. Are you happy?" tanya Rangga.


Alea tersenyum menganggukan kepalanya "Thank you Ayah" ucap Alea sambil memeluk Ayahnya.


"Ada yang mau kamu beli lagi?" tanya Rangga.


"Sudah cukup Ayah"


"Ya sudah kita makan dulu ya, setelah itu kita balik ke hotel" Rangga mengambil barang-barang belanjaan putrinya dari tangan putrinya.

__ADS_1


'Ibu, suami Ibu sungguh romantis dan pengertian sekali, aku ingin memiliki suami seperti Ayah' batin Alea.


"Lea, kok malah bengong? Ayo nanti kamu malah hilang" Rangga meminta Alea untuk berjalan di sebelahnya.


"Iya Ayah" Alea menggandeng tangan ayahnya dan berjalan bersamanya menuju restoran.


Saat keduanya tengah menikmati makan sorenya, Alea mendapatkan chat dari Tristan yang menanyakan kabar Alea.


"Pasti dapat chat dari Tristan" Rangga mencoba menebaknya.


Alea tesenyum sambil menganggukan kepalanya "Tristan mereply stoty whatsappku Yah" ucap Alea.


"Jangan berlebihan ya" ucap Rangga.


"Siap Ayah, kalau tidak salah dulu Ayah dan Ibu juga pernah LDR"


"Ya, New York-Jakarta. Kita berdua sama-sama mengejar mimpi kita masing-masing" Rangga tersenyum ketika mengenang hal itu, betapa Almh.Istrinya sangat mensuport karirnya.


"Jadikan jarak sebagai motivasi untuk sama-sama menjadi versi terbaik kalian" lanjut Rangga.


"Apa Ayah dan Ibu pernah bertengkar saat LDR?" tanya Alea.


Rangga menggelengkan kepalanya "Hati Ibumu sangat lembut, walaupun Ayah banyak salahnya, banyak kurangnya, banyak nyebelin dan tidak sabarnya. Ibu sama sekali tak pernah marah terhadap Ayah, Ibumu sangat sabar menghadapi Ayah"


"Kecuali pada saat Ibu mengidam kan?" sambung Alea sambil tertawa, ia teringat akan cerita Ayahnya ketika Ibunya yang tengah mengidam yang enggan di sentuh oleh Ayahnya.


"Ya itu karena hormon, setelah lewat masa mengidam Ibu kembali lagi menjadi Ibu yang sangat menyayangi Ayah sehingga Ayah bisa menyelesaikan pendidikan tertinggi Ayah, berkat suport dari Ibu"


Setelah menghabiskan semua makanannya, Rangga mengajak putrinya kembali ke hotel, hari itu menjadi hari terakhirnya berlibur di Paris, dan keesokan harinya Rangga memenuhi janjinya mengajak Alea ke Belanda.

__ADS_1


__ADS_2