
Di dalam mobil Rangga menghubungi tempat bimbel putrinya, Rangga meminta agar Nindy di gantikan dengan guru les lainnya, ia tidak ingin anaknya dekat dengan orang yang dapat memberikan pengaruh buruk.
Namun sayangnya di tempat bimbel tersebut yang ada hanya guru untuk anak sosial.
"Kalau begitu terima kasih, selamat siang" Rangga menutup teleponnya, kemudian ia memacu kendaraannya menuju sekolah putrinya.
Mendekati sekolah putrinya, dari kejauhan Rangga sudah melihat putrinya telah menunggunya di gerbang sekolah.
"Ayah kenapa lama sekali?" ucap Alea dengan kesal.
"Maafin Ayah ya sayang tadi di kantor Ayah sedang banyak pekerjaan" Rangga mengelus kepala Alea dengan lembut, agar putrinya tak lagi marah padanya.
"Aku pulang sendiri saja kalau begitu, aku tidak ingin merepotkan Ayah" ucap Alea.
"Kamu sama sekali tidak pernah merepotkan Ayah, justru Ayah sangat senang bisa mengantar dan menjemput putri kesayangan Ayah, lagi pula di kantor sudah ada Uncle Edwar. Ayah janji tidak akan telat lagi menjemputmu" Rangga mengulurkan jari kelingkingnya.
Alea pun langsung melingkarkan jari kelingkingnya di jari ayahnya "Aku hanya tak ingin merepotkan ayah saja"
"Tidak sayang, jangan marah lagi ya" ucap Rangga, Alea menganggukan kepalanya.
__ADS_1
Setibanya di kediamannya, Rangga langsung masuk ke dalam ruang kerjanya, ia mengirimkan chat kepada Edgar sekretarisnya.
Rangga:
Please, Find out who she is now.
Tulis Rangga dengan menyantumkan foto Nindy di dalam chat tersebut.
^^^Edgar:^^^
^^^Yes, sir^^^
Pricillia Nindy Setiadji, anak pengusaha batu bara asal Surabaya bernama Sujatmiko Setiadji. Usia 21 Tahun kuliah di Univesitas Jakarta, jurusan kimia, semester enam, di kampusnya ia memakai nama Nindyra.
Rangga tidak melanjutkan lagi membaca mengenai data diri Nindy, ia sudah tidak tertarik mengetahui tentangnya. Baginya dengan menjauhkan Nindy dari kehidupan anaknya, sudah lebih dari cukup.
Rangga menutup emailnya kemudiannya mengganti pakaiannya, ia membuatkan makan malam untuk putrinya. Saat Rangga sedang memasak ayam teriyaki kesukaan Alea, Alea menghampirinya.
"Ayah, ada yang bisa aku bantu?" tanya Alea.
__ADS_1
"Kamu duduk saja ya disitu, temani Ayah masak" Rangga meminta Alea tetap duduk di mini bar dapurnya menemaninya masak, Alea pun menurut ia menemani ayahnya masak sambil menikmati segelas jus semangka buatan ayahnya dan membaca buku pelajarannya.
Ditengah perbincangan hangatnya bersama putrinya, Rangga baru teringat tentang Nindy.
"Oh ia sayang, mulai hari ini Kak Nindy tidak lagi mengajar les di sini. Tadi siang Kak Nindy telepon Ayah, Kak Nindy bilang sedang banyak tugas kuliah dan sedang persiapan skripsi untuk semester depan"
"Tapi kenapa mendadak Yah? Kak Nindy kan baru sehari mengajar les di sini." Ucap Alea dengan raut wajah kecewa.
'Maafin Ayah ya Alea, Ayah terpaksa berbohong' gumam Rangga dalam hati.
Rangga mendekat ke arah Alea kemudian merangkum wajah Alea.
"Sayang, tugas kuliah itu banyak dan sulit terlebih program studi yang Kak Nindy jalani bukan program studi yang mudah, butuh konsentrasi penuh. Jadi Alea belajar sama Ayah saja ya atau Alea mau Ayah carikan guru les yang baru?"
"Alea mau belajar sama Ayah saja" ucap Alea.
"Okay, habis makan belajar sama Ayah ya."
"Iya Ayah." Alea menganggukan kepalanya, Rangga kembali melanjutkan memasaknya.
__ADS_1