ALINEA

ALINEA
Chapter 15 : Hari Pertama Kerja


__ADS_3

Seusai pulang kuliah Tyshia bergegas pergi ke tempatnya bekerja, setibanya di restoran, ia mendapatkan apron dari sang pemilik restoran, kemudian sang pemilik restoran menunjukan tempat pencucian piring.


Tyshia menelan ludahnya melihat banyak tumpukan piring yang harus ia kerjakan, pasalnya selama ini belum pernah sekali pun ia mencuci piring.


Satu-satunya pekerjaan rumah tangga yang ia bisa kerjakan hanyalah memasak, itu pun di bantu oleh Ayahnya.


"Semangat Alinea" ucap Rangga dari belakang saat melihat Tyshia sedang mencuci piring, sekilas Tyshia membalikan tubuhnya menghadap Rangga kemudian ia tersenyum tipis "Semangat juga Kak Rangga" ucap Tyshia.


'Why it's very slippery?' gumam Tyshia dalam hati.


Baru sehari Tyshia bekerja sudah tiga piring yang ia pecahkan, tentu saja hal ini membuat sang pemilik restoran marah kepada Tyshia.


Saat sang pemilik restoran memarahi Tyshia, Rangga datang untuk membela Tyshia, Rangga meminta maaf atas kesalahan Tyshia dan meminta pemilik restoran untuk memotong gajinya sebagai ganti rugi atas piring-piring yang sudah Tyshia pecahkan.


"Kak Rangga, biar gajiku saja yang di potong" bisik Tyshia, dengan rasa bersalahnya.


"Sudahlah, aku sama sekali tidak keberatan" ucap Rangga.


Sempat terjadi perdebatan antara Tyshia dengan Rangga, Tyshia tidak ingin gaji Rangga yang di potong karena ini merupakan kesalahan dirinya bukan kesalahan rangga, namun rangga tetap meminta pemilik restoran memotong gaji dirinya.


"Hmmm..." sang pemilik restoran berdeham, menghentikan perdeban keduanya.


Tyshia pun mengalah dari perdebatan tersebut, ia memikirkan cara lain untuk mengganti gaji Rangga yang di potong karena kesalahannya.


Setelah jam kerja selesai, Rangga mengajak Tyshia pulang bersama.


"Kamu tinggal di mana? aku antar ya?" tanya Rangga.


"Hmmm..." Tyshia bingung harus menjawab apa, ia tidak mungkin mengatakan jika ia tinggal di apartement mewah, karena akan terasa sangat aneh jika ia bekerja di restoran namun ia tinggal di apartement mewah.


lagi pula Tyshia ingin memiliki teman yang tak memandang siapa dan apa dirinya. Selama ini Tyshia memiliki teman yang hanya memanfaatkannya saja, yang selalu memandang siapa dan apa yang dirinya miliki.


"Hei kok bengong, sudah malam yuk pulang" ucapan Rangga membuyarkan lamunannya.


Tyshia menganggukan kepalanya, kemudian berjalan mendahului Rangga. Tak lama ia teringat, jika dirinya pernah melewati flat sederhana di pinggir kota New York.


"Kamu beneran tinggal di sini?" tanya Rangga dengan heran.


Tyshia menganggukan kepalanya "Kenapa kak?"


"Setahuku kebanyakan yang tinggal di sini adalah pria, apa kamu tidak takut?"


Wajah Tyshia langsung menjadi pucat pasi, ia sebenarnya juga tidak mengetahui apa-apa tentang flat ini.


"Begini saja, malam ini kamu beresin semua barang-barang kamu. Nanti jam 07.00 pagi aku jemput kamu, aku tahu ada flat yang nyaman dan aman untuk kamu dan letaknya juga tidak jauh dari tempat kerja kita" ucap Rangga, terlihat jelas jika Rangga sangat mengkhawatirkan Tyshia yang tinggal di flat pria.

__ADS_1


Lagi-lagi Tyshia hanya bisa terdiam, karena kebohongannya justru malah membuatnya pusing.


"Kok diem? aku salah ya? maaf ya aku tidak ada maksud mengaturmu, aku hanya khawatir padamu, aku tidak ingin terjadi apa-apa padamu" ucap Rangga.


"Kakak tidak salah, okay besok pagi aku tunggu di sini" ucap Tyshia sambil tersenyum.


"Ya sudah kalau begitu kamu masuklah, aku juga mau pulang sudah malam" ucap Rangga, ia mempersilahkan Tyshia untuk masuk ke dalam flatnya.


Tyshia berpura-pura masuk ke dalam flat begitu Rangga pergi, Tyshia menghubungi supirnya untuk menjemputnya.


Sesampainya di apartemennya Tyshia merebahkan dirinya di atas tempat tidurnya, kemudian ia menghubungi Ayahnya. Ia menceritakan kegiatannya di kampus dan pengalamannya hari pertama kerja sudah di marahi oleh pemilik restoran.


"Ternyata mencari uang itu tidaklah mudah, maafkan aku ya Yah jika selama ini aku sering menghambur-hamburkan uang Ayah" ucap Tyshia.


Rio tersenyum, ia sangat bangga atas perubahan sikap putrinya "Tidak apa-apa sayang" Rio memberikan nasehat dan suport untuk putri tercintanya, tidak lupa ia juga mengingatkan bahwa prioritas utamanya adalah belajar.


Tyshia sendiri belum berani menceritakan tentang Rangga dan mengenai rencanya pindah tempat tinggal, ua takut ayahnya marah terhadapnya dan mencabut izin belajarnya di New York.


Selesai menelepon Ayahnya Tyshia mengerjakan semua tugas-tugas kuliahnya, ia sangat sadar prioritasnya adalah belajar untuk dapat menggapai semua mimpi-mimpinya.


Pukul 02.00 dini hari Tyshia baru selesai mengerjakan tugas-tugasnya, kemudian ia membereskan barang-barangnya. Tyshia hanya membawa sebagian barang-barang pentingnya saja, sebagian laginya tetap berada di apartementnya.


Sejenak Tyshia memikirkan alasan ke asisten rumah tangganya jika beberapa hari ini ia tidak pulang, sebenarnya asisten rumah tangga Tyshia tidak begitu saja mempercai alasan yang di berikan oleh Tyshia. Namun karena waktu janjian dengan Rangga sudah mepet akhirnya Tyshia tetap meninggalkan apartement mewahnya.


Sesuai rencana Tyshia, ia akan datang lebih awal dari Rangga. Lima belas menit kemudian Rangga datang, ia memperhatikan barang-barang bawaan Tyshia.


"Huum" jawab Tyshia sambil menganggukan kepalanya.


"Ya sudah aku saja yang bawa" Rangga membawa koper Tyshia menuju halte terdekat, keduanya menaiki bis untuk sampai di flat yang Rangga tuju.


"Aku sudah membayarnya untuk satu bulan kedepan dan ini kuncinya." Rangga memberikan kunci flat Tyshia


"Kak Rangga, aku bisa membayar flatku sendiri" protes Tyshia.


"Bulan depan saja saat kamu sudah gajian, sekarang kamu masuklah!! kamu bisa merapihkan barang-barangmu sendiri kan?" tanya Rangga.


"Kak Rangga tidak ingin masuk?"


"Tidak ah, aku takut. Lagi pula sudah waktunya aku ke kampus, aku pergi dulu ya. bye" saat Rangga hendak melangkah Tyshia memegang tangan Rangga.


"Kenapa? ada apa di sini?" tanya Tyshia dengan raut wajah ketakutan.


"Tidak apa-apa, percayalah!! aku pergi dulu ya, sampai bertemu di restoran" Rangga pergi meninggalkan Tyshia.


"Kak Rangga, thank you" teriak Tyshia.

__ADS_1


Rangga membalikan tubunya, kemudian melambaikan tangannya sambil tersenyum ke arah Tyshia.


Begitu Rangga pergi, Tyshia memasukan barang-barangnya ke dalam flatnya, kemudian ia menghubungi supirnya untuk mengantarnya ke kampus.


Seusai kuliah Tyshia kembali bekerja ditempat kerjanya, semsampainya di sana ia melihat Rangga sudah menunggunya di dapur restoran.


"Alinea, kamu tahu? judul skripsiku di acc artinya aku sudah bisa mulai menyususn skripsiku, kamu doain lagi ya agar skripsiku lancar" ucap Rangga dengan hati yang sangat senang.


"Congrats Kak Rangga, I will always pray for you." Tyshia pun turut merasakan kebahagiaan Rangga.


* selamat Kak Rangga, aku akan selalu mendoakanmu.


"Thanks Alinea, aku mau ke depan dulu ya" ucap Rangga sambilmengelus kepala Tyshia dengan lembut, sampai membuat hati Tyshia tak karuan dan jantungnya berdegup dengan kencang.


Rangga melangkah pergi ke depan melayani pelanggan, sementara Tyshia masih bengong merasakan perasaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.


Hingga salah seorang rekannya menegurnya untuk segera menyelesaikan pekerjaannya, barulah ia tersadar dari lamunannya dan mulai bekerja.


Sepulang kerja Rangga mengajak tyshia ke street food, untuk sekedar mengiri perut membeli beberapa jajanan.


"Duduk di sini ya" Rangga menarik kursi mempersilahkan Tyshia untuk duduk, kemudian rangga duduk di hadapannya.


"Ini pizzanya enak loh, kamu mau coba?" Rangga menyodorkan pizzanya hendak menyuapi Tyshia, Tyshia pun membuka mulutnya memakan pizza pemberian Rangga.


"Huum" ucap Tyshia sambil mengunyah.


"Alinea aku suka sama kamu" ucap Rangga tanpa berbasa basi.


"Uhhukk...." Tyshia terbatuk mendengar pernyataan Rangga.


"Alinea, kamu kenapa?" Rangga langsung panik dan memberikan Tyshia minum, ia menepuk punggung atas Tyshia dengan lembut.


"Ada yang salah ya dengan ucapanku?" tanya Rangga.


"Jujur saja aku tidak di perbolehkan pacaran oleh Ayahku, aku takut jika aku melanggarnya izin kuliahku di sini akan di cabut oleh Ayahku" Tyshia kembali meminum minumannya.


"Aku mengerti, tapi aku boleh mengetahui perasaanmu kepadaku?" tanya Rangga


Sejenak Tyshia tidak menjawab pertanyaan Rangga, Tyshia memilih untuk melanjutkan makannya hingga selesai, Tyshia tersenyum melihat wajah lesu Rangga yang berada di hadapannya.


"I like you too Kak Rangga." Tyshia beranjak dari kursinya, melangkahkan kakinya meninggalkan Rangga, Rangga yang mendengar ucapan Tyshia segera berlari mengejar Tyshia "Kamu tidak bercandakan?" tanya Rangga.


"Tapi kita tidak pacaran loh!!!" jawab Tyshia.


"Aku juga tidak ingin pacaran, aku ingin kita berkomitment. Berjalan pada tujuan yang sama yaitu sebuah pernikahan"

__ADS_1


Mendengar kata menikah Tyshia menghentikan langkahnya.


"Tidak dalam waktu dekat ini, dua atau tiga tahun lagi. Aku mengejar mimpiku dan kamu juga mengejar mimpimu. Kita berjalan beriringan untuk tujuan yang sama, kamu menikah denganku"


__ADS_2