
Setelah menyelesaikan seluruh pekerjaannya Rangga mengajak keluarganya berlibur ke Sumba yang terletak di Nusa Tenggara Timur, Indonesia bagian timur dan terkenal dengan padang rumput yang luas atau sering disebut savana.
Liburan kali ini sayangnya Ana dan Rio tidak bisa ikut karena Ana harus mengantar Rio ke Singapore, sehingga Rangga dan Alea di temani oleh Rama dan keluarganya saja.
Mereka berangkat menuju Sumba Barat dengan menggunakan pesawat terbang dan mendarat di bandar udara Tambolaka, setibanya di Sumba Barat mereka langsung ke pantai Mananga Abah untuk menikmati sunset serta makan malam di restoran Ro’o Luwa.
Keesokan harinya barulah mereka memulai pertualangan mereka di Sumba Barat, mulai dari Waikelo Sawah yang terletak di Desa Tema Tana, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya.
Waikelo Sawah merupakan sumber mata air tawar yang tidak pernah kering dan dibangun tahun 1976 untuk irigasi dan pembangkit listrik. Namun karena area ini sangat teduh, maka banyak warga yang datang untuk mandi dan juga mencuci pakaian. Selain bendungan, terdapat objek wisata yang juga menarik, bentuknya menyerupai air terjun kecil.
" Alea ayo cepat sini, airnya sangat sejuk" ucap Carissa, sepupu Alea yang tengah membasuh wajahnya dengan air yang berada di bawah air terjun.
Alea pun bergegas menghampiri Carrisa dan Rama yang sudah berada di sana, namun Rico kaka dari Carissa memegang tangan Alea " Hati-hati, licin" ucapnya, ia membantu Alea menghampiri Carrisa.
Mereka bercanda tawa di air terjun kecil di sekitar Waikelo Sawah, tak lupa Alea mengabadikan moment tersebut melalui kamera di handphonenya, Alea menyandar di bahu Rico yang berada tepat di sebelahnya, ia juga membagikan moment tersebut di sosial medianya menunjukan betapa indahnya negeri tercintanya.
Puas menikmati pemandangan Waikelo Sawah, tujuan wisata selanjutnya adalah museum rumah budaya dan bukit Lendongara.
Lagi dan lagi Alea di buat terpukau oleh keindahan matahari terbenam di Sumba Barat.
__ADS_1
"Indonesia keren ya" ucap Alea kepada Rico.
"Ini belum seberapa, masih banyak yang jauh lebih keren. Tapi besok haha..." ucap Rico.
"Iiihh dasar nyebelin" Alea mendorong tubuh Rico namun Rico tak bergeser sedikit pun yang ada justru Alea yang terjatuh.
"Kualat sih kamu" Rico membantu Alae untuk bangun, kemudian Rico menggandeng tangan Alea menuruni bukit, sementara Rangga berjalan bersama Laura dan Rama berjalan bersama Carissa putri bungsunya yang selalu menempel padanya.
"Kata Pakde Rangga, kamu lagi galau ya di tinggal cowok" ledek Rico.
"Iiihhhh Ayah kenapa cerita-cerita sih" gumamnya kesal.
"Tidak perlu marah, cowokmu itu berarti bodoh meninggalkan cewek secantik dan sebaik kamu. Sudahlah jangan kamu pikirin lagi, seminggu ini aku akan mengajakmu hiling" ucap Rico.
Di hari berikutnya mereka mengunjungi danau Weekuri. Liburan ke Sumba tidak akan lengkap tanpa mengunjungi danau Weekuri. Danau Weekuri memiliki air yang berwana hijau kebiru-biruan dan memiliki kandungan air asin dan air payau. Danau ini sebenarnya adalah laguna yang terbentuk dari air lautan lepas yang berada di sekitarnya. Air laut tersebut masuk melalui celah batu karang.
Mereka menikmati bekal makan siang yang mereka Laura siapkan sebelum berangkat.
"Masakanmu enak sekali Dek" puji Rangga kepada adiknya.
"Iya dong, makanya Mas sering-sering pulang" ucap Laura.
"Setelah Alea menyelesaikan pendidikannya di Jerman, kalian tinggal di Jakarta dong, Mas ingin berkumpul terus bersama kalian" pinta Rangga. Rama tersenyum sambil menganggukan kepalanya.
__ADS_1
Perjalanan mereka di lanjutkan ke desa adat Ratenggaro, pantai Bwana dan terakhir menikmati sunset dari Tanjung Mareha.
Di desa Ratenggaro, Rangga dan Rama banyak memborong kain tradisional khas Ratenggaro, selain untuk oleh-oleh ia juga membeli untuk membantu perekonomian warga sekitar sehingga Rangga membelinya tanpa menawarnya.
"Aku seperti tidak mau kembali ke Jerman" Alea tidur di pinggir pantai bersama dengan Laura, Carissa dan Rico.
"Selesaikan pendidikanmu dulu, setelah itu kita sama-sama bangun negeri ini dengan ilmu dan kemampuan yang kita miliki masing-masing" ucap Laura.
Di hari terakhir libuannya di Sumba, mereka mengunjungi Sumba Timur. Destinasi pertama yang mereka kunjungi adalah desa adat Praijing.
Rangga dan Rama sudah menyiapkan buku gambar, pensil warna, hingga banyak buku bacaan untuk dibagikan kepada anak-anak di desa tersebut. Sesampainya di sana, mereka pun bermain bersama anak-anak dan berbincang dengan penduduk setempat.
Tak lupa mereka memborong oleh-oleh kerajinan yang di buat oleh masyarakat sekitar termasuk kain tentun yang buat oleh masyarakat sekitar.
Perjalanan mereka kemudian di lanjut menuju air terjun Lapopu.
"Thanks ya Co, sudah membawa kami kemari" ucap Alea kepada Rico.
"Sama-sama Lea, thanks untuk kebersamaannya beberapa hari ini. Sungguh menyenangkan bisa ngobrol banyak denganmu"
__ADS_1
"Foto yuk!" ajak Alea, mereka berpose dengan banyak gaya beberapa kali Rico merangkul Alea dan ada beberapa juga mereka berfoto dengan formasi lengkap sebagai kenang-kenangan karean esok pagi Rangga dan Alea harus kembali ke Jerman.