ALINEA

ALINEA
SEASON 2 - ALEA : Chapter 5


__ADS_3

Keesokan harinya saat Rangga sedang bekerja, Rangga mendapatkan satu pesan masuk dari Nindy, ia mengirimkan no.rekeningnya kepada rangga.


Tanpa menunggu waktu lama Rangga langsung mengambil token internet bankingnya dari dalam laci meja kerja kerjanya kemudian ia mentransfer sejumlah uang kepada Nindy.


Beberapa saat setelah Rangga mentransfer uang kepada Nindy, Nindy menghubungi Rangga.


"Assalamualaikum, selamat pagi Pak Rangga" ucapnya dengan sopan.


"Walalaikumsalam, ia ada apa Nindy?"


"Maaf mengganggu waktunya Pak, ada hal yang ingin saya tanyakan kepada Pak Rngga. Apakah Pak Rangga tidak salah nominal transfer? Aku kan hanya menggantikan Miss Anne sementara" tanya Nindy, ia ingin mengkonfirmasi uang yang baru saja Rangga trsnsfer untuknya.


"Tidak Nindy, anggaplah sebagai ucapan terima kasih saya kepada kamu karena telah mengajari anak saya, tapi saya punya beberapa peraturan untukmu selama kamu mengajar les anak saya" ucap Rangga dengan nada serius.


"Peraturan? maksud Pak Rangga?" tanya Nindy bingung, ia belum mengerti arah ucapan Rangga.


"Nanti saya akan kirim beberapa list peraturannya, jika ada hal yang tidak kamu pahami kamu bisa tanyakan kepada saya"


"Baik Pak Rangga. Terima kasih, Wassalamualaikum"


"Walaikumsalam" Rangga menutup teleponnya.


Rangga membuat beberapa point peraturan untuk Nindy selama ia mengajar les putrinya, begitu selesai membuatnya Rangga langsung mengirimkannya kepada Nindy via email.


Nindy yang mendapat notifikasi email dari Rangga langsung membukanya, Nindy mengerutkan keningnya ketika membaca point-point yang menurutnya agak aneh.


__ADS_1



Datang tepat waktu.




Memberikan informasi jika berhalangan hadir.




Nindy tak ada masalah dengan peraturan point pertama dan kedua, peraturan yang sangat wajar baginya dan ia pun sudah terbiasa akan hal itu, namun saat membaca poin ke tiga, Nindy mulai mengerutkan keningnya.




'Memangnya ada yang salah dengan pakaianku?' gumam Nindy, ia mengingat-ingat pakaian yang ia kenakan tadi malam. Ia mengenakan pakaian sabrina dengan mengekspos pundak indahnya dan belahan dada sedikit terbuka serta celana jeans ketat.


"Aku pikir itu bukan tempat resmi, tapi baiklah aku akan mengganti pakaianku saat mengajar Alea" ucpanya, ia melanjutkan lagi ke point berikutnya.



Obrolan dengan Alea hanya sebatas mata pelajaran yang di ajarkan tidak lebih dari itu.

__ADS_1



"Memangnya aku mau bicara mengenai hal apa lagi dengan anak SMA? aku tidak mungkin menceritakan beban hidupku yang berat ini kepadanya, dan dia juga tidak akan mengerti" gerutu Nindy.



Tidak berbuat asusila seperti: Berciuman dan berpelukan di depan rumah.



"Oh my God, berarti semalam Pak Rangga melihatku bersama dengan Darel" Nindy menutup mulutnya yang menganga, ia lebih terkejut lagi membaca point lima.


Drrrt... Drrrt... Drrrt...


Handphone Nindy bergetar, ada panggilan masuk dari Rangga, Nindy pun langsung mengangkatnya.


"Hallo Nindy, apa kamu sudah membaca semua peraturannya?" tanya Rangga dari seberang telepon.


"Sudah Pak Rangga" jawab Nindy.


"Apa ada hal yang ingin kamu tanyakan?" tanya Rangga kembali.


"Tidak ada Pak Rangga, saya sudah mengerti semua point-pointnya."


"Bagus kalo begitu, datanglah sesuai schedule. Terima kasih" Rangga mematikan teleponnya.


'Apa aku perlu mencari tahu asal usul Nindy, seperti guru les Alea sebelumnya?' gumam Rangga dalam hati.

__ADS_1


'Tidak-tidak, itu bukan urusanku. Ah ya sudahlah, aku hanya perlu mengawasi Alea lebih ketat lagi' Rangga tak mau ambil pusing dengan Nindy.


__ADS_2