ALINEA

ALINEA
Chapter 32 : Hampir Saja


__ADS_3

Risty mengajak Rangga dan Tyshia ke food court yang berada tidak jauh dari swalayan.


"Kamu kemana saja Rangga, sudah dua minggu ini tidak main ke rumah?" tanya Risty memulai pembicaraan.


"Aku sedang ada ujian Tante, aku juga cuti kerja kerena ingin fokus menyelesaikan ujianku"


"Jadi Mommy kenal dengan Kak Rangga?" tanya Tyshia melihat ke arah Mommy dan juga Rangga secara bergantian.


"Iya, Rangga adalah teman kerja Kakakmu, Edwar. Jadi ini pria yang menjadi pujaan hatimu?" tanya Risty dengan tatapan sinis ke arah Rangga.


"Iya Mom, yang aku ceritakan tadi pagi kepada Mommy" ucap Tyshia sambil tersenyum.


"Sayang, wajar saja Ayahmu tidak menyetujui hubungan kalian. Jika Mommy jadi Ayahmu, Mommy juga akan menolak mentah-mentah pria seperti ini. Apa tidak ada pria lain selain dia?" tanya Risty kepada Tyshia kemudian Risty beralih ke arah Rangga


"Dasar buaya darat tidak tahu malu, sudah beristri masih saja menyukai wanita lain, apa tidak cukup hanya dengan satu wanita saja? apa kamu tidak memikirkan perasaan istrimu? dan kenapa harus keponakanku yang kamu goda?" Risty memarahi Rangga.


'Menikah?' Tyshia beralih ke Rangga "Kak Rangga sudah menikah?" tanya Tyshia dengan raut wajah sedih.


Rangga langsung menggelengkan kepalanya "Aku belum menikah, Byy"


"Lalu ini apa? masih saja mengelak" Risty menunjuk ke arah cincin yang Rangga kenakan, mata Tyshia pun tertuju pada cincin tersebut.


"Oh... hahaha....Mommy tenanglah!" Tyshia mengambil cincin yang ia kalungkan di lehernya, ia sudah tidak mengenakan di jari manisnya karena Rangga telah memberikan cincin baru pada saat Rangga melamar dirinya.


"Mommy lihat dulu" Ia memperlihatkan cincin miliknya dan cincin yang Rangga kenakan "Sama kan Mom?"


"Maksud kalian apa?" tanya Risty.


"Tante, waktu Tante ingin mengenalkan aku dengan keponakan Rante, aku sungguh tidak tertarik untuk berkenalan dengan wanita lain karena hatiku sudah di penuhi oleh Alinea, maka dari itu aku berbohong dengan mengatakan jika aku sudah menikah" ucap Rangga.


"Dan cincin ini adalah cincin yang Kak Rangga berikan saat kami masih di New York, yang tadi pagi aku ceritakan ke Mommy" sambung Tyshia.


"Pinjam dulu sayang" Tyshia meminta Rangga untuk melepasnya sebentar, kemudian ia memperlihatkan kepada Risty inisial nama pada kedua cincin tersebut.


"Yang di pakai oleh Kak Rangga ada nama akunya, sedangkan yang punyaku ada nama Kak Rangganya" ucap Tyshia.


Risty menganggukan kepalanya, ia meminta maaf atas kesalapahaman yang terjadi dan sempat menuduh Rangga buaya darat.


'Jadi benar-benar hanya karena rangga putra dari julio, sehingga rio tidak merestui mereka' gumam Risty dalam hati.


"Kalian jalan-jalanlah berdua, Mommy ingin membayar belanjaan Mommy kemudian Mommy pulang" ucap Risty beranjak dari tempat duduknya.


"Rangga, Mommy titip Tyshia ya" Risty pergi meninggalkan keduanya, kembali ke swalayan untuk membayar semua belanjaannya.


Selepas kepergian Risty, Rangga menatap wajah Tyshia.


"Kamu mau jalan ke mana? Aku sedang masak di apartementku, aku selesaikan dahulu ya baru kita keluar, bagaimana?" tanya Rangga.


Tyshia menganggukan kepalanya kemudian mengikuti Rangga menuju apartementnya, sesampainya di apartement Tyshia kembali memeluk Rangga dengan erat.


"Byy apa kamu tidak merindukanku? hikss..." tanya Tyshia.

__ADS_1


Sesaat Rangga membiarkan Tyshia memeluknya, ia ragu untuk membalas pelukan Tyshia sehingga Rangga hanya mengusap pundak Tyshia dengan lembut.


"Duduk dulu yuk" Rangga mengajak Tyshia untuk duduk di sofa bed di ruang tamunya.


"Byy apa kamu benar-benar sudah melupakanku? sepertinya kamu tidak senang bertemu denganku? huuu..." tanya Tyshia kembali menangis.


Rangga mengusap air mata Tyshia dengan jarinya, kemudian merangkum wajah Tyshia.


"Aku sangat merindukanmu sayang dan aku juga masih sangat mencintaimu. Tapi masih pantaskah rasa ini ada?"


"Maksud kamu?"


"Bukankah Ayahmu akan menjodohkanmu dengan pria lain? yang jauh lebih pantas mendampingimu dan membahagiakanmu. Itu artinya kamu akan menjadi milik orang lain, aku tidak boleh mencintai seseorang yang bukan menjadi hakku?"


Tyshia menceritakan tentang perjodohannya dengan Mike, Tyshia juga menceritakan tentang siapa Mike.


"Byy apa kamu rela aku dimiliki oleh pria yang seperti itu? Apa kamu tidak memikirkan juga perasaanku? Aku bukan hanya tidak cinta dengan Mike tapi aku juga takut"


Rangga mentap wajah Tyshia, menelusuri wajahnya dengan jari tangannya. Wajah yang terlihat jauh lebih kurus dan pucat, perasaan bersalah mulai muncul di diri Rangga, mengapa ia sama sekali tidak mencoba memperjuangkan wanita yang sangat ia cintai, mengapa ia membiarkan wanitanya tersiksa batinnya selama ini.


"Maafin aku Byy." Rangga membawa tubuh Tyshia kedalam pelukannya, memeluknya erat.


"Kita perjuangin sama-sama ya, aku tidak rela kamu menjadi milik orang lain" bisik Rangga, Tyshia menganggukan kepalanya, ia membalas pelukan Rangga lebih erat melepas semua kerinduannya kepada Rangga.


Setelah keduanya melepas kerinduanya satu sama lain, Rangga kembali melanjutkan kegiatan memasaknya, Tyshia mengikutinya dari belakang.


"Byy tunggu saja di sana ya" Rangga menunjuk ke arah meja makan.


"Tidak mau, aku ingin menemani dan membantumu" Tyshia memeluk Rangga dari belakang.


"Ya sudah aku bantuin" Tyshia melepaskan pelukannnya kemudian menggulung lengan bajunya.


"Jangan sayang!!" cegah Rangga, ia teringat jika Tyshia merupakan putri tungga seorang konglongmerat yang cukup terpandang tidak seharusnya Tyshia mengerjakan hal ini.


"Loh kenapa Byy?"


"Kamu duduk saja ya, biar aku saja yang masak" pinta Rangga.


Tyshia terus menolak, hingga akhirnya Rangga mengalah "Ya sudah tapi kamu hanya blender bumbu-bumbu ini saja ya" ucap Rangga, kemudian ia mencuci ayam yang ia ambil dari dalam kulkasnya.


Keduanya masak dengan penuh kegembiraan, sesekali Tyshia menjahili Rangga dengan mengoleskan kecap ke tangan dan hidung Rangga, Rangga pun membalasnya.


"Byy, aku tinggal di sini saja ya. Aku ingin hidup bersama denganmu, nanti aku akan mencari pekerjaan di sini" pinta Tyshia.


"Byy aku memang ingin hidup denganmu tapi dalam sebuah pernikahan yang sah. Bagaiman jika aku tidak akan kuat hidup seatap dengan dirimu?" tanya Rangga sambil menaruh ayam yang sudah matang ke dalam sebuah mangkuk besar.


"Yaa... kamu lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan padaku, aku tidak akan menolaknya Byy, aku akan dengan senang hati memberikan semuanya untukmu kapanpun kamu menginginkannya" ucap Tyshia sambil tersenyum.


"Byy..."


"Aku lebih ikhlas menyerahkan kehormatanku padamu, dari pada aku harus menikah dengan Mike" Tyshia menatap mata Rangga dengan intens, Rangga menghembuskan nafasnya berat.

__ADS_1


"Sudah yuk, kita makan dulu" Rangga mengajak Tyshia menuju meja makan kecil di sudut dapurnya.


"Makan yang banyak ya, aku sedih melihatmu seperti ini" Rangga menyuapi Tyshia, ia tersenyum melihat kekasihnya makan dengan lahap.


Sambil makan Rangga menceritakan kepada Tyshia jika dirinya sedang menempuh pendidikan S2nya di Jerman dan ia pun bekerja di salah satu perusahaan kimia di Jerman bersama dengan Edwar kakak sepupunya Tyshia.


"Aku tidak tahu bagaimana caranya menyembuhkan patah hati yang aku rasakan ini, yang ada di pikiranku hanyalah menyibukan diriku dengan bekerja dan belajar" ucap Rangga.


Tyshia menatap Rangga dengan penuh rasa bangga.


"Jangan menatapku seperti itu, membuatku GR. Aku belajar dulu ya, kamu istirahatlah atau menonton TV" Rangga mencuci tangannya kemudin pergi ke kamarnya meninggalkan Tyshia.


Tidak lama Tyshia masuk ke dalam kamar Rangga, Rangga sedikit terkejut dengan masuknya Tyshia ke dalam kamar Rangga.


"Byy maaf ya kamarnya berantakan" Rangga merapihkan buku-bukunya yang berserakan di atas tempat tidurnya.


"Kamu istirahtlah di sini, aku belajar di depan ya" Rangga membawa sebagian bukunya ke depan, namun sebelum Ragga melangkah Tyshia menahannya.


"Belajar di sini saja byy, ini kan meja belajarmu, buku-bukumu semuanya ada di sini" ucap Tyshia.


Rangga pun menuruti permintaan Tyshia, Rangga belajar di meja belajarnya.


Satu persatu Tyshia melepas pakaiannya, ia hanya menyisakan pakaian dalamnya saja. Kemudian Tyshia memeluk Rangga dari belakang mencum*ui tengkuk dan telinga Rangga dengan penuh gairah.


"Byy geli..." Rangga membalikan tubuhnya menghadap ke Tyshia, ia nampak terkejut melihat Tyshia sudah tak mengenakan pakaiannya, Rangga menelan salivanya melihat tubuh mulus Tyshia di depan matanya.


"Byy, apa yang kamu lakukan?" tanya Rangga.


"Hamili aku dengan begitu Ayah akan langsung menikahkan kita" Tyshia mencium bibir Rangga dengan penuh gairah seakan ia sedang menggodanya, sesaat Rangga membiarkan Tyshia melu*at bibirnya dan memainkan lidahnya.


Sebagai pria normal perlahan Rangga mulai menikmatinya, ia pun membalas ciuman Tyshia lebih panas. Tangan Tyshia membimbing tangan Rangga menelusuri tubuhnya, masuk kedalam sela-sela pakaian dalamnya.


Rangga yang mulai terpancing melepaskan pengait penutup dada Tyshia, tanggannya meremas dan bermain di puncak dada Tyshia.


Rangga merebahkan tubuh Tyshia di atas tempat tidurnya, mencum*ui setiap inci tubuh Tyshia dan melu*at puncak dada Tyshia secara bergantian dengan lembut, memberikannya banyak tanda kepemilikan di dada Tyshia.


"Aakh... byy...." Tyshia mulai mendesah menikmati sentuhan lembut yang Rangga berikan.


Puas mencumbui bagian dada Ryshia rangga turun ke bawah, ia membuka ****** ***** Tyshia. Sesaat ia hanya memandangi area sensitif Tyshia dan memandangi tubuh polos Tyshia di atas tempat tidur, Rangga menarik nafasnya dalam-dalam.


Rangga menarik selimutnya kemudian menutup tubuh Tyshia dengan selimutnya.


"Maaf aku tidak bisa byy..." Rangga memeluk Tyshia.


"Byy, aku mohon lakuin. Pakai tubuh aku sepuas yang kamu mau." Tyshia membuka selimutnya kembali namun Rangga mencegahnya.


"Byy please lakuin, aku tidak ingin menikah dengan Mike. Hiiiks..." Tyshia kembali menangis di pelukan Rangga.


"Byy lihat mataku" Rangga merangkum wajah Tyshia.


"Byy, aku janji padamu aku tidak akan membiarkan pria manapun menikahimu selain aku, aku akan memperjuangkanmu sampai kapanpun. Setelah ujianku selesai, kita sama-sama kembali ke Jakarta untuk menemui ayahmu, aku akan meyakinkan ayahmu sampai beliau memberikan restunya untuk kita. Sekarang pakai lagi ya pakaianmu." Rangga mengambil semua pakaian Tyshia dan memberikannya kepada Tyshia.

__ADS_1


"Byy maafkan aku ya, apa aku terlihat murahan di matamu karena kejadian tadi?"


"Kamu begitu berharga sayang, sampai aku tak sanggup untuk melakukannya. Maafin aku ya, harusnya dari awal aku memperjuangkanmu. Maafin aku ya sayang." Rangga mengecup kening Tyshia kemudia meninggalkan kamarnya.


__ADS_2