
Di dalam pesawat menuju Jerman, beberapa kali Edwar memperhatikan adik sepupunya yang tampak terlihat murung, padahal Tyshia yang ia kenal adalah gadis periang dan banyak bercerita tentang hal apa pun kepada Edwar.
"Dek, kamu baik-baik saja?" tanya Edwar, menatap Tyshia dalam-dalam.
"Aku baik-baik saja, Kak" jawab Tyshia.
Edwar tersenyum simpul sebelum ia melanjutkan kata-katanya "Yakin? Dari yang aku lihat sepertinya kamu sedang ada masalah dengan Ayahmu" ucap Edgar.
Mata Tyshia kembali berkaca-kaca ketika Edwar menyebut Ayahnya, isakan kecil mulai terdengar dari bibirnya.
"Kak Edwar aku tidak ingin di jodohkan, aku tidak ingin menikah dengan pria yang tidak aku cintai, aku tak ingin pulang lagi ke Indonesia" ucap Tyshia lirih.
Edgar segera mengambil tissue kemudian mengelap air mata Tyshia yang menetes di wajah cantiknya, Edgar mengelus lembut lengan Tyshia, ia tidak menyangka jika unclenya yang ia kenal sangat baik dan bijaksana mengapa bisa berbuat seperti itu kepada putri semata wayangnya.
"Jangan sedih ya Dek, nanti selama di Jerman aku akan menemanimu jalan-jalan kemana pun yang kamu mau, pokoknya aku akan buatmu bahagia" hibur Edwar.
'Tenang saja Dek, aku dan Mommy tidak akan membiarkanmu bersedih' gumam Edwar, ia begitunsangat menyangi Tyshia seperti adik kandungnya sendiri.
17 jam kemudian Tyshia dan Edwar sampai di Jerman, risty yang menyambut kedatangan Tyshia dengan penuh suka cita, namun ia sangat terkejut ketika melihat Tyshia nampak sangat kurus dan pucat.
"Sayang, apa kamu sedang sakit?" tanya Risty, sambil memegang kening dan wajah Tyshia
"Tidak Mom, aku baik-baik saja" ucap Tyshia.
"Kamu tidak bisa berbohong kepada Mommy, selepas istirahat kamu harus bercerita kepada mommy" Risty mengantar Tyshia menuju kamar yang sudah ia siapkan sebelum Tyshia datang.
"Kamu bersih-bersih dulu ya, Mommy mau mengambilkanmu makanan" Risty pergi meninggalkan kamar Tyshia, kemudian ia menuju dapur menyiapkan makanan untuk keponakannya.
Setelah membuat makanan untuk Tyshia, Risty kembali ke kamar Tyshia, risty menyuapi Tyshia dengan penuh kasih sayang.
"Aku bisa sendiri mom" Tyshia mencoba mengambil sendok dari tangan Risty, namun Risty tidak memberikannya.
"Mommy sudah lama tidak bertemu denganmu sayang, biarkan mommy memanjakanmu" ucap Risty sambil memasukan suapan terakhir ke mulut Tyshia.
"Kamu istirahat ya sayang" Risty mengecup kening Tyshia kemudian meninggalkan Tyshia di kamarnya untuk istirahat.
Risty yang sangat penasaran dengan kondisi Tyshia, langsung menghampiri kamar putra bungsunya.
"Edwar, ada apa dengan adikmu? Apa waktu di Jakarta terjadi sesuatu? apa kau menjahilinya?" tanya Risty.
"Enak saja, aku sangat menyayangi" ucap Edwar tak terima jika ia di bilang menjahili adiknya.
"Lalu jika bukan karenamu karena apa?" tanya Risty kembali.
"Tyshia di jodohkan oleh Uncle Rio"
__ADS_1
" Benarkah? jangan bercanda kamu, Unclemu tidak akan melakukan hal bodoh itu kepada putrinya" Risty memukul Edwar karena Risty menganggap Edwar bercanda.
"Awww... Aku tidak bercanda, Mom. Tadi Adek sendiri yang cerita kepadaku, tapi memang dia belum menceritakannya secara lengkap, aku tak tega untuk menayakan lebih lanjut karena ia terus menangis" Edwar mengelus tangannya yang sakit karena pukulan dari Mommynya.
"Mengapa Unclemu setega itu terhadapnya?" Risty menghela nafas beratnya 'Pantas saja akhir-akhir ini aku selalu kepikiran dengan Tyshia' gumamnya
"Ya sudah kita tunggu saja besok, kamu istirahatlah" ucap Risty kemudian pergi dari kamar putranya.
Keesokan harinya setelah sarapan, Risty mengajak Tyshia untuk mengobrol di ruang keluarga. Tak lama kemudian Edwar dan Daniel (suami Risty) datang menghampiri dan bergabung bersama Tyshia dan Risty.
"Edwar, apa kamu tidak bekerja?" tanya Risty.
"Masih cuti Mom, mau mengajak Tyshia jalan-jalan" ucap Edwar.
"Nanti saja Kak aku masih lelah" ucap Tyshia.
"Oh ya sudah, nanti jika kamu jalan-jalan bilang saja ya" ucap Edwar, Tyshia menganggukan kepalanya.
Risty kembali fokus kepada obrolannya dengan Tyshia sebelum Edwar dan suaminya datang.
"Sayang, ayo ceritakan kepada Mommy apa yang sebenarnya terjadi kepadamu? Mommy sangat khawatir padamu" Risty mengelua bahu Tyshia dengan lembut.
"Aku baik-baik saja Mom. terima kasih Mommy, Daddy dan Kak Edwar sudah sangat perhatian kepadaku. Tapi maaf aku tidak bisa menceritakannya kepada kalian, aku tidak mau menimbulkan masalah baru antara aku dan Ayah. Aku permisi" Tyshia beranjak dari tempat duduknya, kembali masuk ke dalam kamarnya.
Ia tidak bisa menceritakan secara gambalang kepada Mommynya karena ia yakin jika Mommynya akan marah kepada Ayahnya.
Baik Edwar mau pun Risty selalu menawari Tyshia untuk berjalan-jalan, namun Tyshia selalu menolaknya.
'Hilang sudah kesabaranku, aku harus membuat anak gadisku bercerita kepadaku' gumam Risty.
Risty masuk ke kamar Tyshia kemudian mengelus lembut kepala Tyshia yang tengah asik menggambar "Sayang, benarkah jika Ayahmu akan menjodohkanmu?" tanya Risty.
Pertanyaan Mommynya membuat Tyshia menghentikan aktivitasnya, ia mengangguk lemah.
"Apa kamu mencintai pria yang di jodohkan oleh Ayahmu?"
Tyshia menggelengkan kepalanya "Sebenarnya ada pria yang sangat aku cintai dan kami hampir saja bertunangan" ucap Tyshia lirih.
"Tunangan?" Risty nampak mengingat-ingat jika benerapa waktu lalu Ana memang sempat mengabarkan jika Tyshia akan bertunangan, namun kabar itu hilang begitu saja, ia tidak menanyakan lagi karena menganggap Tyshia mengundurnya karena ingin fokus berkarir.
"Ceritakanlah sayang, siapa pria yang beruntung di cintai olehmu dan mengapa kalian batal bertunangan" punta Risty.
Secara perlahan Tyshia menceritakan semuanya kepada Risty, di mulai awal mulanya ia berkenalan dengan Rangga hingga rencana pertunangan yang tiba-tiba di batalkan oleh Ayahnya tanpa alasan yang jelas.
__ADS_1
Tyshia juga menceritakan rencana perjodohan dirinya dengan Mike, serta menceritakan apa yang pernah di lakukan Mike saat di New York.
"Aku tidak ingin menikah dengan orang yang tidak aku cintai Mom, terlebih Mike bukan pria yang baik" ucap Tyshia lirih dengan deraian air matanya yang membasahi wajahnya.
Risti tidak bisa berkata-kata lagi mendengar semua cerita Tyshia, ia sangat kecewa terhadap apa yang telah Rio lakukan terhadap Tyshia. Risty memeluk Tyshia dengan hangat, mencoba menenangkan keponakan kesayangannya.
Namun Risti juga berfikir apa alasan Rio membatalkan rencana pertunangan anaknya, ia yakin Rio memiliki alasan yang kuat untuk membatalkan rencana pertunangan putrinya.
'Aku harus mencari tahunya' gumam Risty dalam hati
Setelah menenangkan dan menghibur Tyshia, Risty pergi ke kamarnya untuk menelepon Lyra.
'Dia pasti tahu semuanya'
Risty menanyakan mengapa Rio bisa mengambil keputusan yang sejahat itu untuk putrinya, Lyra pun menceritakan semuanya kepada Risty.
"Benarkah seperti itu Lyr? jika memang benar Rangga adalah anak dari Julio, tetap saja tidak seharusnya juga Masmu menjodohkan Tyshia dengan Mike" ucap Risty.
"Maaf Mba, aku tidak berani untuk ikut campur lebih jauh mengenai hal itu. Aku takut dengan Mas Rio karena semenjak itu Mas Rio menjadi sangat temprament" ucap Lyra
"Sudahlah sepertinya memang harus aku yang menyelesaikan masalah ini, terima kasih ya Lyr" Risty menutup teleponnya.
Risty sangat kecewa dengan tindakan yang di lakukan oleh adik iparnya kali ini, ingin sekali rasanya Risty pergi ke Jakarta menghampiri Rio dan menampar wajahnya. Namun ia urungkan niatnya karena Risty tidak mungkin meninggalkan Tyshia dengan kondisi yang seperti ini.
Risty kembali ke kamar Tyshia, dengan berbagai cara Risty membujuk keponakannya untuk ikut dengannya keluar, setidaknya Risty ingin membuat Tyshia melupakan sejenak masalahnya.
Akhirnya Tyshia pun mau menemani Risty untuk berbelanja dengannya meskipun hanya ke swalayan yang tak jauh dari apartementnya.
"Cuma ke swalayan kan Mom bukan ke Mall?" tanya Tyshia.
"Iya sayang, ayo berangkat" Risty menggandeng tangan Tyshia, menuju keluar dari apartementnya.
Sudah dua jam lamanya Risty mengajak Tyshia berbelanja kebutuhan pokok di swalayan, Tyshia mulai bosan karena Mommynya sangat lama dalam memilih barang.
"Mommy cepatlah, aku lelah berkeliling terus dari tadi" ucap Tyshia dengan kesal.
"Iya sebentar sayang, kita bayar dulu yuk" ajak Risty.
Saat hendak menuju kasir Tyshia seperti melihat sosok yang tak asing lagi baginya, sosok yang selama ia cari dan ia rindukan. Tyshia meninggalkan troly belanjaan Mommynya di dekat kasir dan ia berlari ke luar menembus lalu lalang orang yang sedang berada di swalayan tersebut.
Risty mulai panik karena Tyshia pergi berlari meninggalkannya, dengan nafas yang terengah-engah Risty berlari mengejar keponakannya.
"Kemana perginya anak itu?" ucap Risty yang kehilangan jejak Tyshia.
"KA RANGGA, TUNGGU!!!" teriak Tyshia saambil berlari mengejar Rangga
Seketika Rangga menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang, beberapa detik kemudian Tyshia sudah berada di pelukannya. Tyshia memeluk Rangga dengan erat sambil mengatur nafasnya, ia tak peduli dengan orang sekitar yang melihat ke arahnya.
__ADS_1
Dari kejauhan Risty yang menyaksikan moment tersebut cukup terkejut.
'Bukankah itu teman kerjanya Edwar? Oh jadi Rangga yang di maksud Tyshia temannya Edwar juga!!! Tapi setahuku Rangga sudah menikah, astaga mengapa keponakanku bisa menyukai suami orang?' gumam Risty.