
Pagi hari saat Rangga, Tyshia, Elena dan Edwar sarapan mereka di kejutkan oleh kehadiran Stela, Stela datang dengan membawa rendang kesukaan Rangga.
"Good morning Mas tampan, aku bawain rendang kesukaan Mas" tanpa rasa sungkan dan malu Stela langsung masuk dan mendekat ke arah Rangga.
"Pasti selama di Jerman tidak ada yang bisa membuatkan makanan kesukaan mas kan?" Stela menyindir Tyshia, ia sangat mengetahui kelemahan Tyshia yang kurang pandai memasak, masakan khas Indonesia.
Elena yang kesal melihat tingkah Stela langsung memberi kode kepada suaminya, dengan cepat Edwar bangun dari tempat duduknya mengambil rendang yang di bawa oleh Stela.
"Rangga sedang diet makanan bersantan, jadi ini untuk aku saja" Edwar mengambilnya dari tangan Stela.
"Ayo Ngga berangkat, kita sudah siang" Edwar mengajak Rangga untuk segera pergi ke kantor agar Rangga bisa terhindar dari Stela.
Sebelum berangkat Rangga memeluk dan mencium seluruh wajah istrinya termasuk bibir Tyshia, Tyshia yang mulai iseng membalas ciuman suaminya dengan lebih dalam lagi, sehingga membuat Stela kesal melihat adegan panas tersebut.
"Ayah pergi kerja dulu ya Nak" Rangga berjongkok mencium perut istrinya.
"Hati-hati ya sayang" Tyshia mencium tangan Rangga dan mengantarnya hingga ke depan.
"Love you" Rangga kembali mencium kepala Tyshia kemudian masuk ke dalam mobilnya.
"Love you too, bye." Tyshia melambaikan tangannya.
__ADS_1
Elena tersenyum melihat kemesraan Rangga dan Ryshia, meski terkadang ia sedikit iri karena Edwar suaminya sama sekali tak pernah romantis kepadanya.
Berbeda halnya dengan Elena, Stela justru menatap Tyshia dengan tatapan tidak suka, kilat-kilat kebencian terpancar jelas pada sorot matanya.
Setelah Rangga dan Edwar pergi, Elena mengajak Tyshia pergi ke atas meninggalkan Stela, Stela yang merasa di acuhkan oleh semua orang yang berada di rumah Tyshia akhirnya pergi meninggalkan rumah Tyshia.
Sementara itu sesampainya Rangga dan Edwar di kantor, Rangga langsung memerintahkan Edgar sekertaris Ayah mertuanya untuk menyiapkan meeting bersama semua jajaran direksi di perusahaan, agar Rangga bisa secara gambalang mengetahui apa saja masalah yang terdapat di perusahaan Ayah mertuanya.
Edwar mengikuti langkah Rangga memasuki ruang meeting, namun langkah Rangga terhenti ketika melihat ruangan yang pernah ia tempati pada saat dulu ia bekerja di kantor ini, ia tidak menyangka jika ia akan datang kembali ke kantor ini untuk menyelesaikan semua kekacauan yang telah di perbuat Rai.
Rangga membuka meeting pagi itu.
Setelah memperkenalkan diri Rangga meminta satu persatu divisi mempresentasikan laporannya, setelah break beberapa kali untuk ibadah dan istirahat Rangga mengakhiri meetingnya pukul 20.00 malam.
Seusai meeting Rangga masih mengevaluasi hasil meetingnya dengan Edwar hingga pukul 23.00 malam, sebenarnya Edwar cukup kualahan meladeni Rangga yang benar-benar seorang workaholic.
"Sudahlah kita lanjut besok saja Ngga, gue capek banget. Lagi pula apa loe tidak kasihan dengan adik gue Tyshia, dia pasti nungguin loe."
"Astaghfirullahaladzim." ucap Rangga.
__ADS_1
Mendengar Edwar menyebut nama istrinya ia baru tersadar jika dari tadi pagi ia belum mengabari istrinya, Rangga segera mengambil handphonenya dari dalam sakunya.
Puluhan pesan masuk dari istrinya yang ia abaikan seharian ini, rangga segera bergegas pulang ke rumah. Benar saja dugaan Rangga, begitu tiba di rumah rangga melihat istrinya tengah cemberut.
"Maafin aku ya sayang" Rangga memeluk Tyshia dari belakang.
"Apa benar-benar tidak ada waktu untuk mengabariku?" Tanya tyshia dengan nada kecewa.
"Aku terlalu fokus sehingga aku tidak merasakan getar handphone di saku celanaku, maafin aku ya sayang." Rangga mengelus perut Tyshia dengan lembut.
"Bagaimana harimu byy?" tanya Rangga.
"Tadi pagi aku memantau progres kesiapan acara fashion show di Jerman, Alhamdulillah semuanya lancar, lalu siangnya aku, Elena dan Baby Al pergi ke klinik kecantikan Bunda, Bunda memintaku untuk memantau perkembangannya untuk sementara waktu. Aku sudah meminta izin keluar namun tidak kamu respon byy."
"Iya sayang tidak apa-apa, aku yang salah" Rangga masih mengelus perut tyshia mencari gerakan calon buah hatinya.
"Rupanya anak ayah juga ikutan ngambek kepada ayah" ucap Rangga, tak lama setelah Rangga mengucapkan kalimat itu janin dalam kandungan tyshia bergerak.
Rangga senang melihat responnya, Rangga beralih menghadap perut tyshia, ia mengajak janin dalam kandungan tyshia berkomunikasi.
"Ayah janji tidak akan mengabaikan kalian lagi, kalian adalah prioritas utama Ayah" Rangga menciumi perut Tyshia seakan ia sedang menciumi buah hatinya secara langsung.
__ADS_1
Tyshia tersenyum membelai kepala Rangga, ia tak pernah bisa berlama-lama marah kepada suaminya.