
Sesampainya di rumah sakit Tyshia di bawa ke ruang bersalain dan dokter langsung memeriksa kondisi kandungan Tyshia.
Setelah melakukan pemeriksaan dokter menjelaskan kepada Rangga, mengenai Kondisi Tyshia yang mengalami kontraksi rahim sehingga mengakibatkan terbukanya leher rahim (serviks), sehingga membuat janin memasuki jalan lahir.
Begitu selesai menjelaskan kondisi Tyshia dokter mengambil tindakan untuk persalinan Tyshia, awalnya Rangga meminta untuk operasi caesar namun ternyata Tyshia mengalami pecah ketuban, maka proses persalinan akan dimulai, Tyshia melakukan persalinan secara normal.
"Kamu pasti bisa sayang" Rangga menemani dan mensuport istrinya yang sedang berjuang, sambil membantu mengingatkan Tyshia untuk mengatur pola nafas yang efektif.
"Sakit byy..." rintih Tyshia.
Rasa sakit yang luar biasa tyshia rasakan sehingga Tyshia berteriak kesakitan, dokter membimbing Tyshia untuk mengejan, sementara perawat yang berada di sisi kiri Tyshia, membantu meletakkan tangan Tyshia di paha.
Sedangkan Rangga yang ada di sisi kanan, membantu menopang punggung Tyshia agar posisi setengah duduk dan menyiapkan air minum.
__ADS_1
Proses mengejan pun dimulai "Ayo bu tyshia mengejan satu... dua... tiga.. ”kata dokter. Setelah beberapa kali mengejan dokter menginjeksi di bagian paha tyshia. “Ibu tyshia ini saya beri rangsangan sedikit, begitu ibu merasa ingin BAB, langsung mengejan ya" pesan dokter.
Meski tak tega melihat istrinya merintih kesakitan, ia terus memberikan suport kepadanya "kamu pasti bisa sayangku" ucap Rangga.
Benar saja, hanya hitungan detik setelah diinjeksi, Tyshia merasa mulas lagi dan ingin BAB. Tyshia pun mengejan sekuat tenaga, satu kali tarikan nafas. Saat nafas tinggal sedikit, dokter berkata,”Bagus Bu, sedikit lagi.”
Dengan nafas yang tersisa, tanpa sempat menarik lagi, Tyshia melanjutkan mengejan. Karena sudah tidak ada lagi yang hendak dihembuskan, Tyshia pun menarik nafas lagi.
Setelah dilahirkan, dokter melakukan penanganan khusus terhadap bayi Tyshia dan Rangga yang prematur. Anak Tyshia dan Rangga menjalani perawatan intensif di ruang NICU (neonatal intensive care unit) hingga organ dalam berkembang sempurna dan kondisi bayi stabil.
"Terima kasih ya byy atas perjuanganmu" Rangga tak dapat menahan harunya, air matanya deras mengalir di pipinya menyaksikan secara langsung perjuangan istrinya dalam melahirkan buah cintanya, ia menciumi istrinya dan memebelai lembut kepala Tyshia.
"Byy, aku sayang kamu" Tyshia menghapus air mata Rangga.
__ADS_1
Tak selang beberapa lama kemudian Tyshia mengalami perdarahan berat, seketika raut wajah Rangga berubah menjadi panik, perawat meminta Rangga untuk keluar ruangan karena dokter akan melakukan penanganan untuk istrinya.
Rangga hanya bisa pasrah menunggu istrinya di luar ruangan, di luar ruangan sudah ada ayah dan bundanya.
"Bagaimana dengan Tyshia nak?" tanya Rio dengan panik.
"Proses persalinannya sudah selesai yah, anak kami sudah di bawa ke ruang NICU. Tapi Tyshia yah... huuu..." Rangga menangis di pelukan Rio.
"Ada apa dengan Tyshia, Ngga?" Tanya ana sambil mengelus punggu rangga.
"Ty-tyshia mengalami pendaharan hebat" ucap Rangga terbata-bata.
Seketika wajah Ana berubah menjadi pucat,tubuhnya lemas dan gemetar. Rio dan Rangga menguatkan Ana yang tengah syok mendengar kondisi putrinya. Ketiganya menunggu di luar ruangan dengan hati yang kalut dan sedih, tak hentinya Rangga berdoa meminta kesalamatan untuk istrinya.
__ADS_1