ALINEA

ALINEA
Chapter 16 : Ketahuan


__ADS_3

Drrrt... Drrrt... Drrrt...


Panggilan masuk di handphone Tyshia membangunkannya dari tidurnya, tanpa melihat siapa yang meneleponnya Tyshia langsung mengangkatnya.


"Mmmm...." ucap Tyshia.


"Where are you sleeping last night? Tanya Ri dengan nada tegas bercampur dengan kecemasan.


Rasa ngantuknya mendadak hilang ketika mendengar suara Ayahnya, seketika Tyshia beranjak dari tempat tidurnya.


"Said honestly. Why you will determine you still in New York or go back to Indonesia." Rio menaikan lagi nada bicaranya.


*Katakan dengan jujur, alasanmu akan menentukan kamu masih tetap di New York atau kembali ke Indonesia.


Tyshia menjelaskan semuanya dengan jujur kepada Ayahnya, mengenai alasannya pindah dari apartemen Ayahnya ke flat yang lebih sederhana dan mengenai kedekatannya dengan Rangga.


"I'm not dating him, we're just friends. I want to have friends who don't see who I am and what I have" ucap Tyshia dengan penuh rasa penyesalan karena telah membohongi Ayahnya.


*Aku tidak pacaran dengannya, kami hanya berteman. aku ingin memiliki teman yang tidak melihat siapa aku dan apa yang aku miliki.


"Send the complete address of you place of work and the flat where you life" Rio mematikan teleponnya.


*Kirimkan alamat lengkap tempat kerjamu dan flat tempatmu tinggal.


Tyshia segera mengirimkan alamat lengkap tempatnya bekerja dan flat tempatnya tinggal saat ini, Tyshia hanya bisa berharap jika Ayahnya tidak menyuruhnya kembali ke Indonesia.


Sebelum berangkat ke kampus, Tyshia membuat tiga potong sandwich, ia ingin memberikan dua potonya untuk Rangga.


"Finish" setelah semuanya siap, seperti biasanya Tyshia meminta supirnya untuk menjemputnya pergi ke kampus.


Semester awal perkuliahan sejauh ini Tyshia tidak begitu menemukan hambatan yang berarti karena ini merupannya passionnya, di setiap tugas maupun kuis Tyshia selalu mendapatkan nilai terbaik.


Puas melihat nilainya kuisnya Alinea berjalan menuju parkiran kampusnya dengan hati yang sangat senang, seperti biasanya seusai kuliah Tyshia bekerja di restoran tempat Rangga bekerja.


Tyshia melihat sesekali Rangga mencuri-curi waktu untuk mengerjakan proposal skripsinya di tengah kesibukannya melayani pembeli.


"Beres" Tyshia mengeringkan tangannya, kemudian ia membuka apron miliknya.


"Kak Rangga aku pinjam apronmu sebentar" pinta Tyshia.


"Untuk apa?" tanya Rangga heran.


"Sudah pinjam saja" Tyshia memaksa, akhirnya Rangga pun membuka dan memberikannya.


"Kak Rangga, let me replace on to you" Tyshia mengenakan apron milik Rangga, kemudian ia pergi melangkah ke depan restoran mencatat semua menu yang di pesan oleh pelanggan restoran.


Belum sempat Rangga mencegahnya, namun Tyshia sudah pergi ke depan melayani para pengunjung restoran yang datang.


Pada saat jam istirahat kerja Tyshia memberikan sandwich buatannya kepada Rangga.

__ADS_1


"Thanks ya byy, maaf ya aku jadi ngerepotin kamu. Aku lagi dateline membuat proposal skripsi" Rangga menerima sandwich pemberian tyshia kemudian memakannya.


"What byy?" Tyshia sangat terkejut dengan panggilan baru yang di berikan Rangga padanya.


"Baby, byy. Tidak boleh ya? ya sudah, Alinea terima kasih banyak hari ini kamu banyak membantuku"


"You're welcome byy" Tyshia berlalu meninggalkan Rangga, ia kembali mulai bekerja, karena tadi ia membatu menggantikan Rangga sehingga pekerjaannya menumpuk.


Rangga tersenyum mendengar ucapan Tyshia, kemudian ia melanjutkan pembuatan proposal skripsinya sambil menghabiskan sandwich buatan Tyshia.


Di New York mulai memasuki musim hujan, saat hendak menuju flat Tyshia keduanya kehujanan hingga baju mereka basah kuyup. Tyshia menawari Rangga untuk mengganti baju di flatnya namun Rangga menolaknya, kali ini Tyshia memaksa Rangga untuk menurutinya.


"Okay aku ganti baju di flatmu tapi kamu di luar ya, kita masuk gantian."


"Why byy? In my flat there is a bathroom, you can change your clothes in the bathroom. why do I have to wait outside?" ucap Tyshia


*Kenapa byy? di dalam flatku ada kamar mandi, kamu bisa ganti baju di kamar mandi. mengapa aku harus menunggumu di luar?


"Jika kamu tidak setuju aku pulang saja" Rangga membalikan tubuhnya, dengan cepat Tyshia memegang tangan Rangga


"Ok aku setuju" Tyshia tidak tega melihat pakaian Rangga yang basah kuyup.


"Kamu masuk duluan, aku tunggu sini nanti kita gantian" ucap Rangga.


Tyshia masuk, ia hanya mengganti pakaiannya saja karena jika ia mandi akan memakan waktu yang lama, Tyshia tak mau membuat Rangga menunggunya. Kemudian ia keluar bergantian dengan Rangga, sepuluh menit kemudian Rangga keluar.


"Tunggu sebentar!" Tyshia masuk ke dalam membuatkan Rangga teh hangat dan membawa payung serta jaket tebal untuk Rangga.


"Let me know when you arrive" pinta Tyshia.


*Kabari aku jika sudah sampai.


Rangga baru menyadari jika dirinya dan Tyshia belum bertukar no handphone, Rangga memberikan handphonenya kepada Tyshia, memintanya menyimpan nonya di handphoenya.


"Kok, ALINEA?" tanya Rangga saat melihat Tyshia menyimpan nomornya dengan nama Alinea.


Tyshia mengambil kembali handphone Rangga, kemudian ia mengganti namanya di kontak handphone Rangga menjadi 'My Baby' Rangga tersenyum puas melihat Tyshia mengganti namanya, setelah selesai mengganti namanya Tyshia memberikan kembali handphone milik Rangga.


"Oke thanks byy, aku pulang dulu ya. Bye"


"Bye, hati-hati ya kak." Tyshia melambaikan tangannya.



Sementara itu di Jakarta Rio menghubungi supir putrinya, ia menyuruhnya untuk mengawasi dan melaporkan kepadanya semua kativitas yang di lakukan oleh putrinya.


Ia juga membayar penuh hingga dua tahun kedepan flat yang di tempati oleh Tyshia saat ini, Rio juga meminta kepada pemilik flat untuk mengembalikan uang Rangga yang telah di bayar untuk menyewa flat tersebut.


'Kita lihat seberapa baik pria itu, berani sekali dia membuat putriku keluar dari apartement yang aku berikan' gumam Rio.

__ADS_1


Rio mencoba memberanikan diri untuk menceritakan kepada istrinya tentang Tyshia yang kerja part time dan pindah tempat tinggal.


"Sayang, emmmm..." ucap Rio.


"Ada apa sayang?" tanya Ana.


"Tidak jadi, nanti saja"


"Jangan membuatku penasaran, ayo katakanlah!" Ana menghampiri suaminya yang sedang duduk di belakang meja kerjanya


"Ayo katakan!" Ana memeluk suaminya dari belakang


"Janji ya kamu tidak marah"


"Kamu selingkuh? menghamili wanita lain? mau nikah lagi?" tanya Ana bertubi-tubi sambil menyipitkan matanya curiga.


"Hei aku masih punya moral dan akhlak, kenapa pikiranmu ke situ sih?"


"Lalu apa? katakan jangan membuatku penasaran"


"Putri kita Tyshia di New York kerja part time, ia juga pindah tempat tinggal" ucap Rio ragu-ragu.


Ana melepaskan pelukannya, Ia langsung mendorong kursi Rio, membuat Rio hampir terjatuh.


"Berapa uang saku yang kamu berikan kepadanya? mengapa pelit sekali kamu terhadap putri kesayanganku hingga ia harus bekerja?" Ana mengambil tasnya mencari handphone dan internet bankingnya.


"Dengarkan penjelasan aku dulu, sayang" ucap Rio.


"Tidak!!! aku akan mencarikan tempat tinggal yang lebih bagus dari yang kamu berikan" ucap Ana sambil mentransfer sejumlah uang ke rekening putrinya.


"Hei bukankah kemarin yang mencari tempat tinggal untuk Tyshia adalah kamu sayang, bukan aku" Rio kembali mengingatkan istrinya.


Ana mengecek mutasi saldo pada rekening suaminya, ia ingin mengetahui berapa dolar uang saku yang di berikannya kepada putrinya.


"$30.000 atau sekitar Rp. 450.000.000 perbulan belum termasuk kebutuhan Tyshia yang lainnya seperti: makan, transport dan perlengkapan untuk tugas-tuganya. 'Mengapa seboros itu anakku, untuk apa uang sebanyak itu ia habiskan? jangan-jangan' gumam Ana, pikirannya sudah melalang buana memikirkan yang tidak-tidak.


"Jangan berfikir yang macam-macam, sini dengarkan aku dulu" ucap Rio.


"Tyshia putri kita bekerja bukan karena ia butuh uang, apa aku terlihat sepelit itu terhadap putri kesayanganku sendiri? ia ingin belajar mandiri dan aku menghargai keputusannya meskipun aku sendiri berat mengijinkannya."


"Lalu kenapa harus pindah dari apartement?" tanya Ana.


Rio menundukan wajahnya, ia bingung harus bicara dari mana mengenai hal itu.


"Cepat katakan sayang, apa kamu yang mengusirnya?"


"Hei hei mengapa pikiranmu selalu buruk terhadap suamimu sendiri? Tyshia itu putri kesayanganku satu-satunya tidak mungkin aku melakukan hal itu kepada anakku sendiri" protes Rio.


"Lalu apa? cepat katakan."

__ADS_1


"Ia sedang dekat dengan seorang pria dan ia ingin berteman dengan pria itu tanpa pria itu tahu siapa Tyshia yang sebenarnya"


"Lalu kamu ijinin? semudah itu kamu memberikan ijin kepada anakmu untuk dekat dengan pria yang kita tidak tahu dia baik atau tidak. Apa kamu sudah lupa dengan Nichole? Aku sudah memiliki kandidat calon suami untuk Tyshia jadi ia tidak perlu dekat-dekat dengan pria mana pun, ia cukup belajar dan meraih mimpinya tidak perlu memikirkan cinta-cintaan. Minggu ini juga aku akan ke sana, aku akan pindah dan menemaninya di sana hingga ia lulus. Aku sangat kecewa padamu" ucap Ana, kemudian ia pergi meninggalkan suaminya.


__ADS_2