ALINEA

ALINEA
SEASON 2 - ALEA : Chapter 12


__ADS_3

Pagi harinya Nindy bangun lebih awal, ia membuatkan sarapan untuk Alea dan Rangga sebagai ucapan terima kasihnya kepada Alea dan Rangga karena telah memperbolehkannya menginap di rumahnya.


Pagi itu Nindy membuatkan nasi goreng seafood, karena ia teringat obrolannya dengan Alea tadi malam yang membahas mengenai makanan kesukaan Alea, setelah sarapannya siap Nindy pergi menuju kamar tamu bersiap-siap untuk kuliah pagi.


Sementara itu Rangga setelah selesai berjamaah bersama dengan putrinya, ia pergi ke dapur untuk membuatkan sarapan untuk dirinya dan putrinya.


"Tuan, tadi Mbak Nindy sudah membuatkan sarapan untuk Non Alea dan Tuan" ucap asisten rumah tangga Rangga sambil menunjuk dengan jempolnya ke arah meja makan.


Rangga pun menghampiri meja makannya untuk melihat masakan yang di buat oleh Nindy, karena penasaran dengan nasi goreng buatan Nindy, akhirnya Rangga mencicipinya.


"Bagaimana rasanya Pak Rangga? apa ada yg kurang?"


Pertanyaan Nindy yang secara tiba-tiba membuat Rangga terkejut dan batuk akibat tersedak.


"Uhuuk..."


Dengan sigap Nindy menuangkan minum ke dalam gelas yang berada di atas meja makan.


"Ma-maaf, maaf Pak Rangga." Nindy memberikan gelas kepada Rangga kemudian menepuk-nepuk punggung Rangga dengan lembut.

__ADS_1


Sambil minum Rangga menolak sentuhan lembut dari Nindy, ia merasa risih dengan apa yang di lakukan oleh Nindy.


"Lain kali jika ada orang makan jangan mengagetkan!" ucap Rangga dengan kesal, kemudian Rangga pergi ke kamarnya untuk bersiap ke kantor.


Melihat Rangga pergi meninggalkan meja makan, Nindy pun pergi ke belakang untuk mengambil pakaian miliknya yang semalam basah.


Setelah ketiganya siap, ketiganya sarapan bersama di ruang makan. Nindy nampak canggung terhadap Rangga mengingat kejadian semalam ia sempat memeluk Rangga.


"Pak rangga, Alea. Aku pergi ke kampus duluan ya, ada jam kuliah pagi" ucap Nindy.


"Saya sudah pesankan taxi untuk mengantarkanmu ke kampus" ucap Rangga.


"Tidak perlu repot-repot Pak Rangga, saya bawa motor kok kemarin" Nindy mencoba menolaknya, ia merasa sudah terlalu banyak merepotkan Rangga.


Lagi-lagi nindy tidak bisa menolak jika Rangga sudah bernada memerintahnya seperti itu.


"Kakak pergi dulu ya, bye Alea" Nindy melambaikan tangannya ke arah Alea kemudian beralih ke Rangga "Saya pergi dulu Pak Rangga" Nindy setengah membukungkan badannya ke arah rangga.


"Hati-hati kak Nindy" Alea pun melambaikan tangannya.

__ADS_1


Nindy pun menuju gerbang depan kediaman Rangga, "Permisi" Nindy membungkukan setengah badannya ketika melewati seorang pria yang hendak masuk ke dalam rumah Rangga.


Edwar hanya tersenyum heran melihat ada wanita muda yang keluar dari rumah Rangga, karena setahu dirinya, Rangga belum pernah sekalipun membawa wanita masuk ke dalam rumahnya.


Di perjalanan menuju kampusnya, Nindy melihat ada notifikasi masuk dari Rangga, Nindy pun segera membukanya.


^^^Rangga:^^^


^^^Kabari aku jika sudah selesai, aku akan menjemputmu.^^^


Belum sempat Nindy membalas pesan dari Rangga, rangga kembali mengirimkan pesan kepada Nindy.


Rangga:


JANGAN MEMBANTAH!!!


^^^Nindy:^^^


^^^Baik pak rangga.^^^

__ADS_1


Balas nindy, dalam benaknya banyak timbul pertanyaan tentang semua kebaikan dan perhatian yang Rangga berikan kepadanya.


'Please Pak Rangga jangan buatku jatuh hati kepadamu, perlakuanmu yang seperti ini membuat hatiku berantakan' gumam Nindy.


__ADS_2