ALINEA

ALINEA
SEASON 2 - ALEA : Chapter 43


__ADS_3

Nindy dan Riyan melangsungkan acara pernikahan mereka di salah satu hotel berbintang 5 di Surabaya, Rangga menggandeng tangan putrinya memasuki vanue di ikuti oleh kedua orang tuanya dari belakang.



"May Allah strengthen the knot that keeps your hearts together and blesses two hearts with faith and love for each other! Happy wedding!" dengan tulus Rangga mendoakan dan mengucapkan ucapan selamat kepada Nindy dan Riyan.


"Terima kasih ya Pak Rangga" ucap Nindy.


"Kak Nindy, congratulations on your wedding! wishing you a lifetime of love and happiness" Alea memeluk dan mencium Nindy.


"Thank you so much, Lea" Nindy mengajak Alea dan keluarganya untuk berfoto bersama.


Setelah memberikan ucapan selamat kepada Nindy dan suaminya, Rangga pun memberikan ucapan selamat kepada Pak Setiadji.


"Terima kasih Pak Rangga, semua yang pernah kau katakan dulu benar. Kini Riyanlah yang akan menggantikan posisiku di perusahaan dan Nindy mengelola yayasan pendikidkannya. Tidak ada yang lebih penting dari kebahagiaan anak-anak kita"


Rangga tersenyum menganggukan kepalanya, kemudian ia mengajak putri dan orang tuanya untuk turun dari pelaminan.

__ADS_1


Saat sesi berdansa, Alea mengulurkan tangannya mengajak Ayahnya untuk berdansa dengannya "Aku jadi ingat waktu Aunty stela menikah dan Ayah mengajakku berdansa, saat itu aku masih sangat kecil" ucap Alea, ia melangkah mengikuti alunan lagu.


"Meski sekarang kau sudah besar, kau akan tetap jadi putri kecil Ayah dan Ibu" ucap Rangga.


"Aku ingin menikah dengan pria yang sangat baik dan setia seperti Ayah" lanjut Alea.


"Lalu menurutmu Tristan?" tanya Rangga.


"Ayaahhh..." wajah Alea bersemu memerah.


"Kamu pasti akan mendapatkan pria yang lebih baik dari Ayah. Sudah malam pulang yuk" Rangga mengajak putrinya dan orang tuanya kembali ke hotel tempat mereka menginap.



"Jika ada apa jangan lupa kabari aku ya Bund, aku pasti akan segera pulang" ucap Rangga saat berpamitan dengan Bundanya.


"Iya Nak, kabari Bunda terus ya. Jaga kesehatanmu dan Alea di sana" Ana mengelus lengan Rangga dengan lembut.

__ADS_1


Rangga menganggukan kepalanya kemudian beralih ke Ayahnya "Ayah tidak perlu khawatir, Rangga akan tetap memantau perusahaan dari Jerman" Rangga memeluk Ayahnya dengan hangat.


"Iya Nak, Ayah percaya padamu. Kalian berdua baik-baik ya di sana" Rio menepuk bahu Rangga dengan lembut.


Setelah Rangga berpamitan, giliran Alea berpamitan kepada Eyangnya.


"Cucu Eyang sudah besar, semangat ya belajar di sana dan jaga kesehatanmu" Rio dan Ana memeluk serta mencium Alea secara bergantian.


"Kita masuk dulu ya Yah, Bund" ucap Rangga kepada kedua orang tuanya, kemudian ia beralih kepada Alea mengajaknya untuk masuk karena pesawat mereka sebentar lagi akan take off.


"Bye eyang" Alea mengecup keduanya sekali lagi sebelum ia pergi, ia menarik kopernya kemudian menggandeng tangan ayahnya masuk ke ruang tunggu.


Baru beberapa langkah Alea melangkah, ia seperti mendengar seseorang memanggil dirinya.


"Aleaaaa....." teriak Tristan dari kejauhan.


Tak lama kemudian dengan nafas yang terengah-engah Tristan berdiri di hadapan Alea dan Rangga.

__ADS_1


"Sampai jumpa di versi terbaik kita, Alea" Tristan memberikan sebuah kotak berisi kalung liontin untuk Alea "Nanti di pakai ya" pinta Tristan.


Alea membuka kotak tersebut kemudian ia meminta bantuan Ayahnya untuk mengenakannya "Aku tidak akan pernah melepaskannya, samapai bertemu di versi terbaik kita, bye Tristan" Alea melambaikan tangannya kemudian ia dan Ayahnya masuk ke dalam ruang tunggu pesawat.


__ADS_2