ALINEA

ALINEA
SEASON 2 - ALEA : The End


__ADS_3

Memasuki usia kandungan ke lima bulan, Alea dan Nathan memutuskan untuk pergi babymoon ke Pulau Padar, Flores. Alea tak hanya pergi berdua dengan Nathan tapi ia juga di temani oleh pasangan Tristan dan Carissa yang juga sama-sama tengah mengandung, dan tak ketinggalan Rico, sang pemandu wisata.


Sekitar jam 4 sore waktu setempat, mereka berlima tiba di Bandara Labuan Bajo, kemudian Rico membawa mereka menuju Hotel Sunset Hill, hotel yang terdapat balkon yang menghadap ke pantai dan matahari terbenam.


"Indah ya sayang" ucap Alea.


"Tapi kamu jauh lebih indah" Ntahan memeluk Alea dari belakang.


Alea tersipu malu mendapat pujian dari suaminya, keduanya menikmatinindahnya matahari terbenam dari balkon kamar hotel mereka.


Malam hari, Rico mengajak mereka makan malam di Kampung Ujung. Di sana terdapat restoran yang menyajikan seafood.


Sebelum menyantap makanan yang di hidangkan, terlebih dahulu Nathan memastikan jika makanan yang di makan oleh istrinya benar-benar matang, hal ini sudah menjadi kebiasaan baru bagi Nathan.


"Aku suapin ya" ucap Nathan, Alea mengangguk.


"Kalian ini tega sekali, menjadikan aku obat nyamuk" gerutu Rico yang berada di tengah-tengah pasangan calon mama muda.


"Kita semua baik Co, kamu kan habis putus dengan Olivia makanya kita ajak kamu hiling" ucap Alea.


"Ini bukan hiling Lea, malah bikin aku makin pusing melihat kemesraan kalian. Sudah ah aku mau balik ke hotel saja" Rico beranjak dari tempat duduknya, namun dengan cepat Alea menahannya "Jangan marah dong Co!!"


"Enggak kok Lea, aku beneran capek. Tapi pagi aku habis operasi pasien terus ngejar kalian ke bandara" ucap Rico, ia pun terlebih dahulu kembali ke hotel meninggalkan Alea, Nathan, Carissa dan Tristan.



Keesokan harinya mereka mulai mengunjungi banyak pulau, yang di antaranya pulau Gili Lawa, mereka menikmati sunset dan bermalam di pulau Gili Lawa.


"Hari ini memang kita tidak banyak kegiatan dulu, siapkan stamina agar besok subuh kita bisa hiking ke salah satu bukit di pulau Gili Lawa ini untuk menikmati sunrise. Aku yakin kalian semua pasti suka." ucap Rico memberikan arahan kepada mereka.


"Thanks ya Co" ucap Tristan, kemudian ia mengajak istrinya untuk beristirahat.


Yang tak lama di susul pula oleh Alea dan Nathan yang kembali ke kamar hotel mereka "Duluan ya Co" Nathan menepuk bahu Rico sambil menggandeng tangan istrinya menuju kamar.



"So beautiful" Nathan nampak terkagum-kagum dengan pesona pulau Gili Lawa.


"Wolcome to Indonesia, surganya keindahan dunia. Hari ini dan tiga hari ke depan mata kalian akan di manjakan oleh keindahan alam Indonesia" ucap Rico.


Perjalanan mereka kemudian di lanjutkan ke Manta Point, tempat yang dideklarasikan untuk melihat Manta berkeliaran. Untuk Nathan yang hobby berenang dan menyelam tentu ini yang di tunggu olehnya.

__ADS_1



Bersama dengan Tristan dan Rico, Nathan pun menyelam untuk melihat keindahan alam bawah laut.


"Aku diving dulu ya" ucap Nathan sebelum ia menyelam, tak lupa ia mengecup bibir istrinya.


"Hmmmm... cepatlah!!" Rico menghela nafasnya tiap kali ia melihat Nathan atau Tristan bermesraan dengan istri mereka.


Sementara mereka bertiga menyelam, Alea dan Carissa menunggu ketiganya di atas kapal dengan berfoto-foto dan berbincang seputar kehamilan.


Setelah satu jam menunggu akhirnya mereka bertiga kembali dengan cerita seru pengalaman mereka di dasar laut.


"Pokoknya kapan-kapan kita harus ke sini lagi, kamu harus cobain menyelam ke bawah, indah banget. Nih tadi aku banyak mengambil gambar" Nathan menujukan kameranya kepada Alea.


"Kalau kapan-kapan ke sini lagi, aku akan bawa gandengan"


"Truk kali ah Mas Rico Gandengan hahaha... " ledek Carissa.


Puas diving tujuan selanjutnya adalah Pink beach, dan akhirnya bermalam di sekitar pulau Padar.



Destinasi yang ditunggu-tunggu oleh Alea sejak awal akhirnya dikunjungi juga, yaitu pulau Padar.



"Olivia...." Rico berasa seperti mimpi saat menoleh ke belakang dari kejauhan ia melihat gadis yang sangat ia cintai datang mendekat ke arahnya.


"Enggak, enggak, aku pasti mimpi. Itu tidak mungkin Olivia kan?" tanya Rico kepada yang lainnya. Ia tak percaya jika gadis yang mendekat kearahnya adalah Olivia pasalnya gadis itu mengenakan hijab di kepalanya.


Alea dan lainnya hanya tersenyum melihat Rico kebingungan "Samperin gih" ucap Alea, ia menyuruh Rico untuk menghapiri gadis tersebut.


"Enggak ah, salah orang nanti aku" tolaknya "Itu tidak mungkin Olivia" bantahnya.


"Itu ada Ayah, Bunda dan Pakde. Kalaupun Mas salah orang ya anggap saja Mas menghampiri Ayah" ucap Carissa.


Rico berfikir sejenak, namun Belum sempat ia berfikir gadis itu sudah berada di hadapannya.


"Assalamualaikum" ucapnya.


"Walaikumsalam, Olivia. Congratulations" Alea memeluk sahabatnya dengan hangat, bergantian dengan Carissa.

__ADS_1


"Thanks ya Lea"


"Jadi kamu beneran Olivia?" tanya Rico.


Olivia tersenyum sambil menganggukan kepalanya, Rico sudah tidak bisa berkata-kata lagi ia langsung ingin memeluk Olivia.


"Ehhhh... tunggu dulu, enak aja mau peluk-peluk" cegah Laura, menarik tangan putra sulungnya.


"Maaf Bunda" Rico mencium tangan Bunda, Ayah, dan Pakdenya bergantian dengan yang lainnya.


"Minggu lalu Olivia sudah memutuskan untuk menjadi seorang mualaf, dan orang tuanya pun sudah merestui hubungan kalian" ucap Rama.


"Jadi kita tidak jadi putus nih?" tanya Rico. Olivia tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


Rico mencari ilalang di sekitarnya kemudian ia membuat cincin dari ilalang tersebut, Rico berlutut di hadapan Olivia "Will you marry me?" tanyanya.


"Aku malu sekali punya Mas sepertimu, yang melamar gadis menggunakan ilalang" protes Carissa, ia merebutnilalang tersebut kemudian membuangnya.


"Aku tak ada persiapan apa-apa Dek" ucap Rico.


"Nih kamu pakai saja punya Bunda" Laura memberikan salah satu cincinya kepada putranya.


Rico kembali berlutut "Will you marry me?" tanya sekali lagi, tanpa ragu Olivia me ganggukan kepalanya.


Alea dan yang lainnya turut bahagia atas kebahagiaan Rico, Alea mendekat ke arah ayahnya.


"Ayah ikut ke sini juga? kenapa tak bilang denganku?" tanya Alea.


"Kejutan" ucap Rangga "Bagaimana capek tidak?" Rangga mencemaskan putrinya.


"Tidak, aku justru happy banget"


Setelah lamaran Rico di terima, mereka mengunjungi destinasi berikutnya yaitu pulau Rinca, di sini mereka dapat melihat komodo hidup secara langsung.



Dan pulau terakhir yang mereka kunjungi adalah pulau Kelor, pulau yang kecil namun sungguh indah.



Setelahnya mereka kembali ke kapal untuk kembali ke kota ke kota Labuan Bajo dan menginap di sana.

__ADS_1


'Bunda, terima kasih karena berkat perjuanganmu, aku bisa menikmati kebahagian dan kendahan alam negeri ini. Aku akan selalu menyayangi dan menjaga Ayah untukmu, dan di setiap hela nafasku akan selalu ada doa untukmu' Alea memandangi foto bundanya di layar handphonenya, ia menoleh ke sisinya yang ternyata ada ayahnya, ia pun memeluk Rangga dengan erat.


The End


__ADS_2