
Akhir-akhir ini Ana dan Rio memperhatikan putrinya nampak tak bisa lepas dari handphonenya, bahkan saat makan malam pun Tyshia terlihat asik dengan handphonenya ketimbang mengobrol dengan kedua orang tuanya.
"Sweety, you have something to share with us?" tanya Ana kepada putrinya.
Tyshia hanya menggelengkan kepalanya, ia menaruh handphonenya kemudian melanjutkan makannya hingga selesai.
"Sweety, where are you going on vacation?" tanya Rio.
"I don't wanna go anywhere" jawab Tyshia.
"Ayah Bunda Mmmmm..." Tyshia nampak ragu meneruskan kata-katanya.
"What's wrong sweety, let's talk" ucap Ana.
"Can I go with my friend tomorrow night?" tanya Tyshia ragu-ragu.
"Who and where will you go?" tanya Ana, mulai mengiterogasi putrinya.
"Nichole, just go to cafe bunda"
"Who is he? Ayah never heard he's name before?" tanya Rio.
"School's friend, just we at different class."
"Invite him here, ayah wants to meet him for a moment."
"After ayah meet him, can I go out with him?" tanya Tyshia antusias.
"Yes " jawab Rio.
"Thanks Ayah, Bunda." Ucap tyshia dengan senyum bahagia
Tyshia sangat senang karena untuk pertama kalinya Ayahnya memperbolehkannya keluar dengan seorang pria, setelah makan malam Tyshia pamit untuk langsung masuk ke dalam kamarnya.
"Sayang kamu yakin, ngijinin tyshia ke luar sama teman prianya?" tanya Ana kepada suaminya
"Kita lihat saja besok" jawab Rio.
"Kamu tidak ada niatan untuk ikut dengan mereka kan?" tanya Ana kembali.
"Tidak. Kali ini aku punya rencana lain" jawab Rio sambil mengecup kening istrinya kemudian melangkah masuk ke ruang kerjanya, meninggalkan istrinya yang masih penasaran.
Kesokan harinya, sejak sore Tyshia sudah sibuk memilih-milih pakaian yang akan ia kenakan untuk jalan bersama dengan Nichole. Tyshia mencium aroma-aroma jika Nichole akan menyatakan cinta kepada dirinya.
'Jika nichole nembak aku, makan ini adalah frist date' gumamnya dengan riang gembira.
Tok... Tok... Tok..
__ADS_1
Rio mengetuk pintu kamar Tyshia, lalu perlahan membuka pintu kamarnya.
"Sweety, lets play a basketball please." ajak Rio.
"No ayah." jawab Tyshia.
"Swimming?"
"No ayah, I'm very busy right now. I'm prepareing to hang out with nichole. Wasn't forget with ayah's promise, If Ayah allowed me to hang out with him?" tanya Tyshia.
"Ayah didn't forget it"
Rio keluar dari kamar putrinya dengan muka cemberut, ia berjalan menuju dapur menghampiri istrinya yang sedang membuat jus.
"Muka kamu kenapa sayang?" tanya Ana.
"I'm jealous" jawab Rio.
"Loh, aku sedang tidak dekat dengan siapa pun selain kamu" jawab Ana sambil memberikan segelas jus yang ia buat untuk suaminya.
"Bukan kamu, tapi anak kita." Rio meminum jus yang istrinya berikan.
"Ooh kan kamu sendiri yang mengijinkan jika Tyshia jalan dengan teman prianya, kenapa sekarang kamu jadi cemburu? harusnya tadi malam kamu tidak mengijinkannya"
"Aku tidak bisa menolak permintaannya, aku tidak bisa bilang tidak kepadanya."
"Sayang, bukankah kamu sendiri yang pernah bilang jika anak kita sekarang sudah remaja bukan balita lagi. Tyshia sudah punya dunianya sendiri, kita tidak bisa terus menerus mengurungnya"
"Tapi untuk jalan dengan seorang pria, hatiku masih belum ikhlas sayang" Rio bersandar di bahu istrinya.
"Ya sudah mau bagaimana lagi, kan kamu sendiri yang mengizinkannya" Ana mengelus lembut kepala suaminya dengan lembut.
Pukul 19.00 tyshia sudah bersiap untuk jalan bersama dengan Nichole, saat Tyshia melangkah ke ruang keluarga untuk bergabung bersama dengan orang tuanya, Rio nampak memperhatikan penampilan putrinya yang terlihat sangat cantik.
Tak lama asisten rumah tangganya memberi tahu jika di depan sudah ada tamu, Tyshia tersenyum ia bergegas menghampiri Nichole. Ana dan Rio mengekori putrinya dari belakang.
"Hi alinea, you looks very beautiful tonight." puji Nichole kepada Tyshia hingga membuat Tyshia tersipu malu.
Rio nampak terkejut dengan ucapan Nichole yang berani memuji putrinya di depan dirinya dan Ana.
"Thanks Nichole." ucap Tyshia sambil tersenyum.
"Nichole, introduce he is Ayah and she is bunda." Tyshia memperkenalkan kedua orang tuanya kepada Nichole.
"Nichole" Nichole bersalaman dengan Rio dan Ana secara bergantian.
"Sit down please." Pinta Rio.
Raut muka tyshia mendadak berubah menjadi bingung karena ia mengira ayahnya hanya ingin berkenalan bukan mengintrogasi temannya.
__ADS_1
Nichole menuruti perintah rio untuk duduk di sofa ruang tamu rumah Alinea. di ikuti oleh Rio, Ana kemudian Tyshia.
"If may know, what's your hobby?" tanya Rio.
"Playing basketball." jawab Nichole.
"Ayo temani om main sebentar, jika kamu menang kapanpun kamu boleh mengajak Tyshia untuk keluar." ucap Rio, kemudian Rio beranjak dari tempat duduknya melangkah ke halaman belakang rumahnya.
Tyshia berlari mengejar ayahnya, ia hendak protes kepada ayahnya.
"Wyh did ayah act like that to my friend?" protes Tyshia
Rio menghentikan langkahnya, kemudian membalikan tubuhnya ke arah putrinya.
"Isn't this his hobby? He is much younger than ayah, of course he has more energy than ayah. Only thirty minutes is no more than that."
*Bukankah ini hobby dia? dia jauh lebih muda dari ayah tentu energinya jauh lebih banyak di bandingkan ayah. hanya tiga puluh menit, tidak lebih dari itu.
Rio membalikan kembali tubuhnya, melanjutkan langkahnya menuju halaman belakang rumahnya.
Begitu Nichole berada di hadapannya, Rio memberi bola basket kepada Nichole.
"Go you first" ucap Rio.
Nichole menerima dan ia langsung mendrible sambil berlari ke arah ring, begitu Nichole mendekati ring ia kemudian melakuakan lay up namun sayangnya bola tersebut tidak masuk ke dalam ring.
Kini giliran Rio yang mengambil bola tersebut dengan mudahnya Rio memasukan bola dari jarak jauh, ia juga beberapa kali berhasil merebut bola dari tangan Nichole dan memasukkannya ke dalam ring.
Baru dua puluh menit permainan, nafas Nichole mulai terengah-engah, melihat temannya kelelahan Tyshia berlari ke tengah lapangan.
"Stop ayah!!!" Tyshia menghentikan permainan.
"Ayah disappointed." ucap Tyshia, dengan pancaran mata yang penuh amarah dan kekecewaan kepada ayahnya
Tyshia menarik Niclole yang nafasnya masih terengah-engah dan badannya sudah di penuhi dengan keringat.
Di ruang tamu Tyshia memberikan Nichole minum serta handuk kecil untuk mengelap keringatnya, Tyshia juga meminta maaf kepada nichole karena ayahnya telah mengerjai Nichole.
Setelah Nichole pulang, Tyshia masuk ke kamarnya dan mengunci pintu kamarnya. hatinya masih kesal dengan perbuatan ayahnya, ia tidak ingin mendengarkan penjelasan apa pun dari ayahnya.
Sementara itu di lapangan Rio masih mematung di tengah lapangan, ucapan tyshia sangat menusuk di hatinya, Ana mencoba menghibur suaminya.
"Aku yakin Tyshia hanya sedang kesal, nanti aku akan bicara kepadanya" ucap Ana sambil memerikan sebotol minum kepada Rio
"Apa aku Ayah yang jahat?" tanya Rio, ia syok mendengar putrinya mengatakan jika dirinya jahat.
"Kamu Ayah yang terbaik sayang, kalian hanya salah paham. Nanti aku akan bicara kepadanya, sekarang kita masuk yuk, ganti dulu bajumu."
Ana menggandeng tangan suaminya masuk ke dalam rumahnya.
__ADS_1