
Pagi harinya Rangga terbangun oleh suara tangisan histeris dari istrinya, ia pun bergegas menghampiri Tyshia.
"Byy kamu kenapa?" tanya Rangga dengan panik.
"Kamu jahat Kak Rangga, kamu pasti tahu jika Ayahku sedang sakit. Mengapa kamu tidak memberitahuku? Hiiiks..."
Tyshia mengetahui kabar mengenai Ayahnya lewat berita-berita yang tersebar di media sosial miliknya.
"Byy maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk tidak memberitahumu, aku khawatir dengan kondisimu dan anak kita. Aku yang akan pergi ke sana menemani Bunda menjaga dan merawat Ayah, hingga Ayah sembuh."
"Dia adalah Ayahku Kak Rangga, aku berhak mengetahui apa yang terjadi dengan Ayahku" Tyshia mengambil kopernya kemudian ia membuka lemari pakaiannya.
"Byy tenanglah!!!" Rangga menahan tangan Tyyshia yang tengah membereskan barang-barangnya.
"Ok fine kita akan pulang ke Indonesia tapi aku mohon kita ke dokter terlebih dahulu, kita konsultasikan kandunganmu" ucap Rangga.
Seketika Tyshia mulai tenang dan menyetujui usulan suaminya. "Kamu siap-siap dulu ya, aku mau buat sarapan" Rangga pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk dirinya dan juga istrinya, tidak lupa Rangga juga membawakan bekal untuk istrinya.
"Aku selesaikan urusanku di kantor dan kamu urus boutiquemu dulu, nanti malam aku akan menjemputmu, kita sama-sama pergi ke dokter kandungan" ucap Rangga, Tyshia menganggukan kepalanya ia setuju dengan usulan suaminya.
Usai sarapan Rangga mengantar Tyshia ke boutiquenya kemudian barulah Rangga menuju kantornya.
"Nanti malam aku jemput ya" Rangga mencium kening dan pipi Tyshia.
__ADS_1
"Iya, hati-hati ya sayang" Tyshia mencium tangan Rangga kemudian turun dari mobil suaminya.
Malam harinya Rangga menepati janjinya, ia menjemput Tyshia dan menemaninya pergi ke dokter kandungan untuk memeriksakan kandungan Tyshia sekaligus mengkonsultasikan menenai rencana kepulangannya ke Indonesia.
Dokter sendiri tidak melarang tyshia untuk melakukan perjalanan jauh namun ada banyak hal yang harus Tyshia perhatikan sebelum melakukan perjalanan jauh, dokter juga memberikan surat keterangan medis sebagai syarat melakukan penerbangan.
Setelah berkonsultasi dan mengambil obat dan vitamin yang di butuhkan oleh tyshia, rangga mengajak tyshia untuk pulang ke apartement. Di perjalanan menuju apartement Tyshia menghubungi bundanya ia mengabarkan bahwa dirinya dan rangga akan segera pulang ke Jakarta.
Setelah menghubungi Bundanya Tyshia juga menghubungi kakaknya Edwar untuk memastikan hari kepulangan mereka ke Jakarta.
Satu minggu kemudian setelah semua urusan di Jerman selesai. Rangga, Tyshia, Edwar, Elena dan Baby Al bertolak menuju Jakarta.
Selama perjalanan Rangga membuat istrinya senyaman mungkin, tak hentinya ia mengelus perut Tyshia yang mulai membesar.
"Byy tenanglah aku baik-baik saja kok, kamu tenang ya" Tyshia mengelus lengan suaminya.
"Iya sayang, kamu istirahat ya." Rangga memperbaiki posisi bantal Tyshia kemudian menyelimuti tubuh istrinya.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tujuh belas jam akhirnya mereka tiba di Bandara Soekarno Hatta Tanggerang
__ADS_1
Tyshia langsung meminta supirnya untuk mengantarnya menemui Ayahnya di rumah sakit namun Rangga melarangnya.
"Byy istirahat dulu ya, aku berjanji nanti malam akan mengantarmu ke rumah sakit." ucap Rangga.
"Iya sayang" meskipun Tyshia sangat rindu dan menghawatirkan Ayahnya, namun Tyshia tetap menuruti ucapan suaminya.
Malam harinya Rangga menepati janjinya, Rangga mengajak Tyshia untuk menjenguk Ayahnya di rumah sakit.
Begitu masuk ke dalam ruang rawat inap Rio, Tyshia berhambur ke pelukan Ayahnya.
"Ayah...hiks..." Tyshia menangis sesegukan di pelukan Ayahnya.
Rio mengelus lembut punggung putrinya "Jangan sedih ya sayang, Ayah sudah baik-baik saja" Rio menghapus air mata putrinya.
Rangga menyalami kedua mertuanya.
"Rangga terima kasih ya kamu sudah mau membantu Ayah" ucap Rio.
Rangga tersenyum menganggukan kepalanya "Mulai besok Rangga dan Edwar akan ke kantor Ayah, Rangga hanya bisa membantu sebisa Rangga ya Yah."
"Dengan pengalaman dan latar belakang pendidikanmu, Ayah percaya kepadamu dan Edwar dapat mengatasi semua masalah yang ada di kantor."
Begitu waktu jam besuk telah habis, Rangga dan Tyshia pergi meninggalkan kamar perawatan Ayahnya. Sebelum pergi Tyshia kembali memeluk Ayah dan bundanya, kemudian rangga berpamitan dengan keduanya dan membawa Tyshia pulang.
__ADS_1