
Saat makan malam Rangga mencari keberadaan Nindy, yang tak ada di samping putrinya.
"Sayang, Kak Nindy di mana?" tanya Rangga.
"Kak Nindy lagi di rumah temannya Yah, lagi mengerjakan tugas kelompok jadi mungkin agak malam ia kemari" ucap Alea sambil menghabiskan makan malamnya.
Rangga menganggukan kepalanya, kemudian meneruskan kembali makan malamnya bersama dengan Alea.
"Aku sudah selesai, aku ke kamar ya Yah ada tugas yang harus aku kerjakan" ucap Alea.
"Mau Ayah bantu?" Rangga menawarkan dirinya untuk membantu putrinya.
"Tidak usah Yah, pelajaran Bahasa Indonesia, aku bisa kok hehe..."
"Ya sudah, semangat ya"
"Aku masuk dulu ya Yah, good night" Alea mencium pipi Rangga, kemudian ia masuk ke dalam kamarnya.
Seusai makan malam Rangga masuk ke ruang kerjanya, sesekali Rangga mengintip ke arah pintu gerbang rumahnya dari balik jendela. Rangga terkejut ketika melihat Nindy di antar dengan seorang pria dengan menggunakan motor Harley Davidson, rangga pun bergegas turun ke bawah.
__ADS_1
"Jam berapa ini Nindy? Bukankah sudah ku katakan jangan datang terlambat mengajari Alea" Rangga mulai menginterogasi Nindy dengan tatapan tajam.
"Maaf Pak Rangga, tadi aku dari rumah teman mengerjakan tugas" jawab Nindy dengan raut wajah ketakutan, ia takut mendapat omelan dari Rangga untuk yang kesekian kalinya.
"Rumah teman kamu bilang? Dimana rasa tanggung jawabmu datang jam segini?" Rangga mulai menaikan nada bicaranya.
"Maaf Pak Rangga tapi ini bukan jadwal aku mengajar les, aku kemari hanya ingin mengambil barang-barangku, aku rasa aku sudah tidak perlu menginap di sini lagi karena Pak Rangga sudah pulang" ucap Nindy.
'Astaga kenapa aku sampai lupa dengqn jadwal les Alea' gumam Rangga dalm hati, ia menjadi salah tingkah mendengar pernyataan Nindy.
"Aku permisi mengambil barang-barangku di kamar tamu" Nindy pergi meninggalkan Rangga yang masih berdiri di ruang tamu.
Tok... Tok... Tok,,
"Boleh Kak Nindy masuk?" tanya Nindy dari balik pintu kamar Alea.
"Tentu saja Kak, masuklah" Alea mempersilahkan Nindy untuk masuk ke kamarnya.
"Karena Ayah Alea sudah pulang, maka sekarang Kak Nindy juga harus pulang" ucap Nindy.
__ADS_1
Alea menganggukan kepalanya, meski pun ia masih ingin Nindy menginap dan tinggal di rumahnya namun ia mengerti jika Nindy tidak bisa satu atap dengan Ayahnya "Terima kasih ya Kak sudah menemaniku." ucap Alea.
"Sama-sama, Lea"
"Tapi Kak Nindy masih mau kan spa sama aku dirumah?" tanya Alea.
"Tentu saja, nanti jika ada waktu kita spa bersama. Sekarang Kak Nindy pulang dulu ya, bye." Nindy melambaikan tangannya kemudian ia keluar dari kamar Alea.
"Hati-hati Kak Nindy." Alea pun melambaikan tangannya, kemudian ia ke,bali mengerjakan tugas sekolahnya.
Setelah berpamitan dengan Alea, Nindy kembali menemui Rangga di ruang kerjanya untuk berpamitan kembali ke apartement.
"Kamu pulang naik apa?" tanya Rangga.
"Naik motorku" jawab Nindy.
"Kamu pakailah mobilku!!" Rangga memberikan kunci mobilnya kepada Nindy.
"Maaf Pak Rangga, aku tidak terbiasa menggunakan barang milik orang lain. Aku lebih suka memakai barang punyaku sendiri." Nindy berhenti sejenak, kemudian ia meneruskan kembali kalimatnya.
__ADS_1
"Terima kasih Pak Rangga sudah memperbolehkan aku tinggal di apartement Pak Rangga, setelah aku menemukan kontrakan yang baru aku akan segera pindah. Darel dan teman-temannya sudah berada di penjara jadi aku rasa sudah aman. sekali lagi aku ucapkan banyak terima kasih atas semua bantuannya" Nindy pamit kemudian pergi dari rumah Rangga dengan menggunakan motornya.