ALINEA

ALINEA
Chapter 41 : Pernikahan Edwar


__ADS_3

Tiga bulan sudah Tyshia bekerja sebagai fashion stylist disebuah majalah ternama di Jerman. Tugas utama Tyshia adalah membuat konsep kostum yang akan di kenakan oleh model majalah pada saat hendak akan melakukan pemotretan, menjalin kerja sama dengan berbagai macam brand/fashion designer, menentukan konsep dan mempresentasikan kumpulan gaya/pose gerak tubuh model pada saat pemotretan.


Sedangkan Rangga sendiri masih di sibukan dengan pekerjaannnya dan pembuatan tesisnya, namun Rangga tidak lupa akan janjinya kepada Edwar untuk membatunya membujuk Mommy Risty agar merestui hubungan Edwar dengan kekasihnya.


Hari minggu Edwar berniat memperkenalkan Elena ke keluarganya, Edwar sengaja mengajak Rangga dan Tyshia untuk membantunya membujuk kedua orang tuanya.


Sesampainya di rumah Risty, Tyshia membantu Risty menyiapkan makan siang, sedangkan Rangga mengobrol dengan Daniel di ruang keluarga yang masih terhubung dengan dapur, sementara Edwar sendiri masih menjemput kekasihnya.


"Sweety, tadi ayahmu menelepon Mommy. Ayahmu meminta ijin dan pendapat Mommy jika ia akan mengajak Rai bergabung di perusahaannya, tapi masih tahap belajar. Bagaimana menurutmu?" tanya Risty.


"Bukankah memang sejak dulu Ayah sudah menginginkan Rai untuk bergabung dan meneruskan perusahaan?"


"Apa kamu tidak berfikir jika suamimu lebih pantas memimpin perusahaan Ayahmu?" tanya Risty kembali.


"Suamiku masih ingin melanjutkan studynya hingga S3 di sini, jadi mau siapa pun yang menurut Ayah pantas untuk menggantikannya duduk di perusahaannya, aku sama sekali tidak keberatan" ucap Tyshia, ia melihat ke arah suaminya yang juga mendengar ucapannya.


Rangga tersenyum mendengar jawaban istrinya, ia merasa sangat beruntung memiliki istri yang mendukung penuh karir dan pendidikannya.


"Tapi Ayahmu kan harusnya bisa menunggu Rangga menyelesaikan pendidikan S3nya, paling 2-3 tahun kedepan"


"Sudahlah Mom, aku yakin Ayah sudah mempertimbangkannya dengan matang, aku dan Kak Rangga sama sekali tidak keberatan, apa yang kita miliki saat ini sudah lebih dari cukup" Tyshia berjalan ke arah suaminya "Iya kan sayang?" tanya Tyshia kepada Rangga, ia berlabuh di pelukan suaminya.


Rangga menganggukan kepalanya kemudian mencium kepala istrinya dan memeluknya dengan hangat.


Tak lama kemudian Edwar datang bersama dengan kekasihnya, Edwar memperkenalkan elena kepada Mommy, Daddy, Tyshia dan juga Rangga.


Awalnya Mommy menyambut Elena dengan kehangatan namun tiba-tiba saja raut wajah Mommy mulai sedikit berubah ketika melihat kalung salib yang di kenakan oleh Elena.


Setelah makan siang Risty meminta Edwar untuk segera memulangkan Elena, karena risty ingin berbicara banyak dengan putra bungsunya, Edwar pun menuruti perintah Ibundanya, namun sebelum Edwar pergi, Edwar meminta Rangga untuk jangan dulu pergi dari rumahnya.


Setelah kepergian Edwar, Rangga dan Tyshia mulai mendekati Mommy dan Daddynya, Rangga mulai membicarakan hubungan Edwar dan Elena.


"Mom, bukankah seorang laki-laki muslim diperbolehkan menikah dengan wanita Nasrani atau Yahudi" ucap Rangga dengan hati-hati "Surat Al Maidah ayat 5, menjelaskan bahwa laki-laki muslim diperbolehkan untuk menikahi wanita dari agama yang berbeda (Ahli Kitab), selama wanita tersebut baik dan menjaga kehormatan dirinya. Maksudnya, wanita tersebut tidak berzina atau melakukan hal-hal keji" lanjut Rangga.


"Rangga, pernikahan yang lebih baik bagi pemeluk Islam adalah pernikahan sesama agama" ucap Risty "Sesuai anjuran Nabi Muhammad SAW bahwa wanita dinikahi karena empat hal yakni hartanya, keturunannya, kecantikannya dan karena agamanya. Mommy mau anak-anak mommy menikahi wanita karena agamanya agar membawa kebaikan dalam kehidupan rumah tangga" sambung Risty.


Rangga menghela nafasnya, ia mulai bingung harus membela Edwar dari sisi mana.


"Mom kenapa kita tidak mencoba untuk merangkulnya dulu, mengenalkan keindahan keyakinan yang kita anut" Rangga mencoba memberikan masukan kepada Risty.


"Maksud kamu meminta dia untuk beralih keyakinan? Rangga memilih keyakinan itu bukan hanya karena ia akan menikah dengan anak mommy, tapi berdasarkan hati nuraninya"


"Mom, hanya mengenalkan bukan memaksakannya, pilihan tetap ada padanya. Setidaknya Mommy mengenal siapa Elena terlebih dahulu, baru Mommy putuskan"


"Pasti Edwar yang menyuruhmu membujuk Mommy."


"Mom, Daddy saja tidak masalah untuk mengenal Elena lebih jauh" bujuk Rangga, ia beralih ke Daddynya "Iya kan Dad?" tanya Rangga.


Daniel menganggukan kepalanya "Iya, aku pun menjadi seorang mualaf karena kamu yang mengenalkan keindahan ajaran agama Islam, dengan sabarnya kamu mengajariku" Daniel mengelus lengan istrinya dengan lembut.


"Ya sudah, nanti Mommy suruh Edwar sering-sering mengajak Elena main kemari." Risty berharap jika Elena bisa seperti suaminya yang terus mau belajar dengan sungguh-sungguh dari hatinya.


Setelah berhasil membujuk Mommy, Rangga mengajak istrinya untuk kembali pulang karena banyak pekerjaan yang harus Rangga selesaikan.

__ADS_1


Di perjalanan menuju apartementnya, Rangga meminta Tyshia untuk mengirimkan pesan kepada Edwar melalui handphone Rangga.


^^^Rangga:^^^


^^^Tugas gue udah selesai, sekarang semua tergantung usaha loe dan Elena^^^


Edwar:


Thanks ya Ngga.


"Maaf ya jika dulu sempat menyerah dengan hubungan kita" Rangga menggenggam erat tangan istrinya.


"Aku mengerti kok byy, yang terpenting saat ini kamu sudah resmi menjadi suamiku" Tyshia mengelus tangan Rangga dengan lembut.


Setibanya di apartemen Tyshia merebahkan dirinya di kasur, ia merasakan sakit di perutnya, ia meringkuk sambil memegangi perutnya.


"Byy, minum teh hangat dulu ya" Rangga mengelus lengan istrinya, Tyshia pun merubah posisinya menjadi duduk kemudia ia meminum teh peppermint buatan Rangga, lalu ia pergi ke kamar mandi.


Lama Tyshia berada di kamar mandi membuat Rangga ikut masuk ke dalam untuk melihatnya.


"Byy, maaf ya aku dapet lagi hiks..." ucap Tyshia sambil menahan isak tangisnya.


Rangg memeluk dan mengelus punggung istrinya "It's okay byy, kitakan baru tiga bulan menikah. Nanti ya setelah tesisku selesai kita cari waktu bulan madu sambil beristirahat"


"Tapi Bunda, Aunty dan Mommy tidak ada yang selama ini byy hiks.." Tyshia sudah ingin sekali bisa memberikan Rangga keturunan.


"Byy setiap orang itu prosesnya beda-beda sayang, tidak bisa kamu samakan seperti itu" ucap Rangga, ia merangkum wajah cantik istrinya" Gini deh byy, aku selesaikan tesis dan pekerjaanku dulu dan kamu juga selesaikan pekerjaanmu, setelah itu kita istirahat dan berlibur, baru setelahnya kita ke dokter untuk program kehamilan, okay?" Rangga menghapus air mata Tyshia.


Tyshia menganggukan kepalanya, kemudian Rangga membopong tubuh Tyshia kembali ke kamar dan membaringkannya di atas tempat tidur, ia menyelimuti tubuh istrinya dengan selimut "Jangan sedih lagi ya" Rangga memberikan kecupan manis di kening istrinya.



Satu bulan kemudian Tyshia dan Rangga mendapatkan kabar baik dari Edwar, jika dirinya dan Elena mendapatkan restu dari Mommynya dan Elena bersedia mengikuti keyakinan Edwar, dengan menjadi seorang mualaf, tak tanggung-tanggung Elena langsung memantapkan hatinya untuk mengenakan hijab.


"Masyaallah, you're so beautiful" tak hentinya Tyshia memuji kecantikan Elena saat Elena mencoba beberapa hijab dan pakaian muslimah yang di bawakan oleh Tyshia.


"Thank you so much" ucap Elena, Elena bukan hanya kebanjiran hadiah dari Tyshia dan Rangga namun ia juga banyak mendapatkan hadiah dari Risty dan tentunya dari Edwar calon suaminya.


"Mom, untuk seragaman keluarga nanti aku bawakan besok ya sebelum ke kantor" ucap Tyshia.


Di sela-sela kesibukannya bekerja, Tyshia menyempatkan diri membantu mempersiapkan pesta pernikahan Elena dan Edwar.


"Iya sayang, terima kasih banyak ya"


"Ya sudah kalau begitu aku pulang dulu ya Mom, Bye Elena" Tyshia bergegas kembali ke apartementnya sebelum suaminya pulang.



Rio dan Ana datang satu minggu menjelang acara pernikahan Edwar dan Elena di langsungkan, Rio membeli satu unit apartemen di apartemen yang Rangga dan Tyshia tempati, agar Rio dan Ana lebih dekat dengan putrinya.


"I miss you baby" Ana memeluk dan mencium putrinya, kemudian bergantian dengan Rio yang memeluk putrinya dengan hangat.


"Sayang, kamu masih belum telat juga?" tanya Ana.

__ADS_1


"Be-belum Bunda" jawab Tyshia dengan terbata-bata


Sejujurnya Rangga tidak nyaman membicarakan masalah kehamilan istrinya, karena Rangga merasa tidak sedang menunggu atau mengejar target apa pun selain tesisnya, baginya yang terpenting adalah Tyshia bahagia hidup dengannya.


Rangga justru kawatir jika Tyshia tidak nyaman dan sedih atas pertanyaan-pertanyaan seperti itu, Rangga segera mengalihkan pembicaraan agar istrinya terlihat nyaman kembali.


"Bunda bagaimana tadi perjalananya lancar?" tanya Rangga kepada ibu mertuanya.


"Alhamdulillah lancar, Rangga Tyshia bagaimana jika besok kita ke Brandenburg Gate" ajak Ana.


"Maaf Bunda, kita masih banyak pekerjaan yang harus di selesaikan, kita baru akan cuti pada H-1 pernikahan Edwar" ucap Rangga.


"Ooh begitu, tapi jika tidak salah, kalian belum bulan madu kan?" tanya Ana.


Tyshia menggelengkan kepalanya.


"Rangga apa kamu benar-benar tidak ada waktu untuk mengajak Tyshia berlibur sebentar? Bagaimana Tyshia bisa hamil jika kalian berdua sangat sibuk seperti ini?" ucap Ana.


"Bunda, kami sudah merencanakan semuanya, sekarang Ayah dan Bunda istirahat ya kami juga mau istirahat. Sampai bertemu besok malam ya Bund, kita dinner." Tyshia menarik tangan Rangga untuk keluar dari unit apartemen orang tuanya.


Sesampainya di apartemennya Rangga memeluk Tyshia dengan erat.


"Byy maafin aku ya, aku belum bisa membahagiakanmu." ucap Rangga lirih.


"Bahagia itu bukan seberapa banyak frekuensi kita untuk keluar atau berlibur, tapi soal kenyamanan. Setiap hari berada di pelukanmu saja sudah membuatku bahagia sayang" Tyshia membalas pelukan suaminya dengan erat.


"Kitakan sudah punya planing, jadi Kak Rangga tidak perlu merasa bersalah" Tyshia mengelus punggung suaminya dengan lembut.



Tiba hari pernikahan Edwar dan Elena, pernikahan mereka di langsungkan secara tertutup hanya di hadiri oleh keluarga dan kerabat dekat, Joe dan istrinya pun nampak hadir di acara tesebut, acara berlangsung dengan hikmad.


Di acara resepsi Tyshia dan Rangga mempersembahkan lagu nothing's gonna change my love for you untuk Edwar dan Elena.


Sambil bernyanyi Rangga menggengam erat tangan Tyshia dan mentap matanya, suasana semakin terasa romatis dengan iringan alunan piano yang mengiringi mereka bernyanyi.


Nothing's gonna change my love for you


You oughta know by now how much I love you


The world may change my whole life through


But nothing's gonna change my love for you


Nothing's gonna change my love for you


Rangga memeluk dan mengecup kepala istrinya "I feel so lucky to have you" bisik Rangga membuat Tysgia tersipu malu di buatnya.


Selesai acara Tyshia dan Rangga kembali menyalami kedua mempelai dan memberikan ucapan selamat, sebelum akhirnya Rangga dan Tyshia pulang.


Di dalam perjalanan, sesekali Rangga mencuri pandang terhadap istrinya yang duduk di sampingnya.


"Jika kamu di kasih kesempatan untuk mengulang waktu, apa kamu akan tetap memilihku untuk menjadi pendamping hidupmu?" tanya Rangga.

__ADS_1


"Tentu saja sayang, kamu adalah pria terbaik untukku" Tyshia menggenggam tangan Rangga dan menatapnya dalam-dalam.


__ADS_2