
Drrrt... Drrrt...
Satu pesan masuk ke handphone Rangga dari Risty.
^^^Tante Risty:^^^
^^^Rangga, tolong titip Tyshia ya. Mommy and daddy ada urusan selama satu minggu ke luar negeri, sedangkan Edwar ada dinas ke luar kota selama tiga hari. Tolong jaga Tyshia ya, Mommy sangat percaya kepadamu.^^^
"Uhhhk.." Rangga terbatuk membaca pesan dari Risty, ia mengerutkan keningnya. Bukannya Rangga tidak senang dengan keberadaan Tyshia di apartementnya, namun jika terlalu lama berduaan dengan Tyshia, Rangga takut kejadian tadi akan kembali terulang atau bahkan lebih dari itu.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Tyshia membawakan susu coklat hangat untuk Rangga.
"Tadi Mommymu mengirimkan pesan, katanya Mommy dan Daddymu mau ke luar negeri selama satu minggu, dan Edwar sedang dinas ke luar kota. Sebenarnya jika Edwar aku sudah tahu, Edwar menggantikan aku dinas keluar kota karena aku sedang cuti" ucap Rangga
"Lalu?"
"Mommy menyuruhku untuk menjagamu, aku janji sepulang dari kampus aku akan selalu mengunjungi rumah Edwar."
"Jika aku sendirian di rumah Mommy aku takut Ayah datang kemudian membawaku pulang, aku di sini saja boleh kan byy?" pinta Tyshia.
"Uuhhhk..." Rangga yang sedang meminum susu buatan Tyshia kembali terbatuk mendengar permintaan Tyshia.
"Tidak boleh ya byy, aku ngerepotin kamu ya byy?" Tyshia memajukan bibirnya membuat Rangga sangat gemas dengan Tyshia.
"Tidak kok byy, kamu boleh tinggal di sini selama Mommy ke luar negeri, tapi dengan beberapa syarat" ucap Rangga.
"Apa?"
"Tetap pakai hijabmu jika aku sedang ada sini dan kunci pintu rapat-rapat jangan membukakan pintu untuk siapapun jika aku sedang tidak ada" ucap Rangga.
"Siap... Kalau begitu antar aku mengambil baju-bajuku di rumah Mommy." pinta Tyshia.
Rangga menganggukan kepalanya, ia menuruti permintaan Tyshia untuk mengambil semua baju-bajunya di rumah Edwar.
Keesoakn harinya Tyshia bangun lebih awal, begitu keluar dari kamar ia melihat Rangga tertidur di sofa ruang tamu yang juga sekaligus ruang keluarga dengan laptop yang masih menyala dan kertas serta buku-buku yang berserakan.
Tyshia kembali ke kamar mengambil selimut untuk menyelimuti tubuh Rangga.
'Tampan sekali kamu byy' gumam Tyshia sambil menyelimuti tubuh Rangga.
Kemudian ia membereskan semua buku-buku dan kertas-kertas yang berserakan dan mematikan laptop rangga.
"Sweet banget sih kamu sayang" Tyshia tersenyum melihat foto saat Rangga melamar dirinya terpasang sebagai walpaper di laptop Rangga, kemudian Tyshia mengecup kepala Rangga dan mengelusnya dengan lembut.
Setelah semuanya rapih, Tyshia beranjak ke dapur membuatkan sarapan untuk Rangga.
Rangga terbangun mencium aroma masakan yang di buat oleh Tyshia, ia mengucek matanya kemudian melihat di sekelilinya sudah nampak rapih, ia pun beranjak ke dapur menghampiri Tyshia.
__ADS_1
"Morning Byy" sapa Tyshia dari dapur.
"Astag Byy... kamu tidak repot-repot masak seperti ini, nanti biar aku saja yang membuatkan sarapan untukmu" ucap Rangga sambil mengambil spatula dari tangan Tyshia.
"Sudah selesai sayangku, lebih baik mandi dulu sana, tadi aku sudah siapin air hangat dan baju hangat untuk kamu di luar lagi dingin" Tyshia memberikan handuk kepada Rangga.
"Terima kasih ya Byy" Rangga mengelus kepala Tyshia.
Sebelum Rangga berangkat Tyshia merapihkan baju yang di kenakan oleh Rangga kemudian memberikan sebotol air minum dan sekotak buah untuk Rangga.
"Byy udah dong Byy, aku tidak ingin merepotkanmu"
"Aku tak pernah merasa di repotkan olehmu, aku sangat senang melakukan ini semua untukmu" ucap tTshia sambil tersenyum.
"Sekali lagi terima kasih ya, hari ini aku ujian di lab, aku usahain maksimal jam tiga sore sudah pulang. Jangan lupa kunci pintunya ya, jika kamu mau makan pesan online saja. Bye " ucap Rangga.
"Okay. Bye Honey, good luck" Tyshia meraih tangan Rangga kemudian mencium tangannya, ia juga memberikan kecupan manisnya di pipi Rangga hingga membuat wajah Rangga memerah.
Selepas Rangga pergi, Tyshia pergi berbelanja ke toko Asia. Ia membeli bahan makanan Indonesia seperti tempe, ikan, daging, ayam, kangkung, mie instan, makanan ringan, buah-buahan asia seperti manggis, rambutandll.
Selain ke toko bahan makanan, Tyshia juga mendatangi toko pakaian pria, ia membeli banyak kaos, kemeja, terutama jaket dan kaos kaki untuk Rangga karena ia melihat stok pakaian hangat Rangga terbatas sedangkan cuaca di Jerman sangat dingin.
Puas berbelanja Tyshia kembali ke apartement Rangga, ia membereskan semua belanjaannya kemudian memasak untuk Rangga.
Rangga menepati janjinya, ia pulang tepat jam tiga sore, Rangga cukup terkejut melihat Tyshia membuatkannya tempe mendoan dan sayur kangkung lengkap dengan ayam goreng, sambal dan lalapan.
"Kamu habis dari mana byy? kalau kamu mau keluarkan bisa menungguku pulang. kalau kamu hilang, aku bisa di marahin Mommymu nanti" ucap Rangga cemas.
"Tadi pagi kan aku sudah bilang, kamu tidak perlu masak atau membersihkan rumah, biar nanti aku....."
Belum sempat Rangga melanjutkan omelannya, Tyshia menyuapi makanan yang ia masak ke dalam mulut Rangga "Gimana enak tidak?" tanya Tyshia.
"Enak banget Byy, terima kasih ya. Tapi nanti kamu jangan seperti ini lagi ya, aku tidak ingin merepotkan dan membuatmu lelah"
Tyshia menganggukan kepalanya, ia kembali menyuapi Rangga dengan tangan kosongnya hingga makanan yang di piringnya habis tak tersisa "Mau nambah lagi tidak?" tanya Tyshia.
"Udah Byy aku sudah kenyang, ini sudah yang ke dua kalinya loh.." protes Rangga.
Tyshia hanya tersenyum mendengar protes kekasihnya, ia mengelap mulut Rangga dengan tisu kemudian ia mencuci tangannya.
"Biar aku saja!!" Rangga mencegah Tyshia untuk merapihkan meja makan dan mencuci piring, ia meminta Tyshia untuk beristirahat di ruang keluarga. Tyshia pun menurut, setelah membersihkan tangannya ia beristirahat di ruang keluarga sambil menonton TV, sementara Rangga yang membereskan meja makan dan mencuci piring.
Setelah semuanya beres, Rangga menghampiri Tyshia dan mengajaknya untuk berdiskusi membicarakan perturan di apartementnya.
"Byy ini untuk terakhir kalinya kamu masak dan membereskan apartement ini, biar aku saja yang mengerjakan semuanya"
"Tapi Byy.."
"Byy please, tidak ingin kamu lelah sayang, dan ini jika kamu ingin berbelanja, aku memang bukan sultan tapi ini lebih dari cukup untuk memenuhi semua kebutuhan kita, jangan pakai uangmu lagi byy" Rangga memberikan ATMnya kepada Tyshia.
__ADS_1
"Iya byy aku mengerti" Tyshia mengambil ATM yang di berikan oleh Rangga, walau sebenarnya Tyshia juga tidak merasa keberatan berbelanja dengan menggunakan uangnya tapi Tyshia sangat menghormati dan menghargai peraturan yang di buat oleh Rangga.
Tyshia beranjak dari tempat duduknya, mengambil semua barang belanjaan yang ia beli untuk Rangga.
"Byy cobain, pas tidak?" pinta Tyshia.
"Kamu belanja sebanyak ini untuk aku?" tanya Rangga, syok melihat banyaknya pakaian yang Tyshia beli untuknya.
"Sudah ayo coabin saja, aku ingin lihat!" Tyshia mengambil satu stel pakaian dingin untuk Rangga dan memintanya untuk mengganti pakaiannya.
"Lalu kamu beli apa untuk dirimu sendiri?" tanya Rangga sebelum ia masuk ke dalam kamarnya untuk menganti pakaiannya.
"Bajuku sudah banyak, untuk apa?"
Rangga menghela nafasnya "Terima kasih ya byy, tapi lain kali jika kamu ingin membelikan untukku, kamu juga beli untuk dirimu sendiri. Dari dulu kamu selalu mikirin aku, selalu berusaha memberikan semuanya untuk aku tapi lupa sama diri kamu sendiri" Rangga menatap Tyshia dalam-dalam.
" Aku seneng kok ngelakuin ini semua untuk kamu"
"Terima kasih atas cinta dan perhatian yang kamu berikan untuk aku, aku beruntung banget punya kamu"
"Ya sudah ayo cobain dulu bajunya, apa mau aku yang memakaikannya?" Tyshia mendorong tubuh Rangga masuk ke dalam kamar.
"Nanti ya jika sudah halal" ucap Rangga sambil tersenyum, kemudian ia masuk ke dalam kamarnya mencoba satu persatu pakaian yang Tyshia belikan untuknya.
Sebagai seorang fashion designer Tyshia ingin melihat Rangga tampil dengan modis dan tidak membosankan, karena selama ini ia melihat Rangga hanya mengenakan pakaian yang itu-itu saja.
"Kalau aku makin gateng, lalu banyak yang suka nanti kamu yang repot loh!!" ucap Rangga sambil tertawa menggoda Tyshia.
"Memangnya kamu berani selingkuh?" tanya Tyshia sambil menarik baju Rangga mendekat ke arahnya.
"Aku memang takut, takut menyakiti hatimu. Lagi pula, untuk apa aku selingkuh jika aku sudah memiliki berlian indah di hadapanku"
"Gombal" wajah Tyshia memerah, ia pergi ke dapur meninggalkan Rangga.
Rangga kembali membuka laptopnya, kembali fokus untuk ujiannya esok hari.
Tyshia kembali mendekat ke arah Rangga dengan membawa segelas smoothies dan makanan ringan untuk dirinya dan Rangga, ia juga tidak lupa membawa perlengkapan gambarnya.
Ia menggambar di samping Rangga yang sedang belajar, keduanya disibukan dengan kegiatannya masing-masing namun sesekali Rangga menggombali Tyshia.
"Byy, baca deh" Rangga menyodorkan sebuah tulisan yang ia tulis di bukunya.
"Apa itu Byy?" tanya Tyshia bingung.
"Ayo apa coba tebak?"
"Sebentar-sebentar kayanya aku ingat" ucap Tyshia sambil mengingat ingat rumus kimia yang pernah ia pelajari dulu "CH₃COOH itu adalah cuka, kalau C₆H₁₂O₆ itu gulkosa atau gula"
__ADS_1
"Jadi?" tanya Rangga.
"Jadi, aku cuka sama kamu karena kamu..... ih... gombal" Tyshia memukul lengan Rangga dengan mesra dan Rangga pun tertawa melihat wajah Tyshia yang memerah.