ALINEA

ALINEA
SEASON 2 - ALEA : Chapter 30


__ADS_3

Setibanya di Surabaya Rangga langsung menemui Pak Setiadji di kediamanya, Pak Setiadji menyambut kedatangan Rangga dengan hangat berharap Rangga mau menerima tawarannya.


Namun sayangnya dugaan Pak Setiadji ternyata salah, Rangga datang untuk menolak tawaran Pak Setiadji. Meskipun perusahaannya sedang tidak baik-baik saja namun ia yakin ada jalan lain selain pernikahan.


"Maaf Pak Setiadji, saya tidak menerima tawaran Bapak. Selain saya tidak memiliki rasa apa pun terhadap putri Bapak, saat ini Nindy tengah menjalin kedekatan dengan teman kampusnya" Rangga memberikan sebuah berkas yang berisi profil lengkap Riyan kekasih Nindy.


"Riyan Said El Barack, putra bungsu pengusaha minyak asal Manado, yang kini menjabat sebagai ketua BEM di kampusnya" Rangga menjelaskan semua prestasi-prestasi yang telah di raih oleh Riyan.


"Bukan hanya berprestasi dan berasal dari keluarga terpandang saja, Riyan juga pernah menjabat sebagi ketua Rohis (Rohani Islam, merupakan sebuah organisasi guna memperdalam dan memperkuat ajaran Islam) di kampusnya" terang Rangga.


"Nindy berhak mendapatkan orang yang jauh lebih baik dari saya dan juga berhak berbahagia bersama orang yang ia cintai" Rangga memberikan foto-foto kebersamaan Nindy dengan Riyan saat mereka berdua mengajar anak-anak jalanan.

__ADS_1


Pak Setiadji melihat satu persatu foto-foto tersebut, ia melihat tawa kebahagian putrinya bersama dengan Riyan.


"Aku yakin suatu saat Riyan bisa menggantikan posisi Bapak, semua itu hanya butuh proses dan mereka kini sedang menikmati proses tersebut. Nindy pernah bercerita jika ia dan Riyan sudah memiliki target dan rencana masa depan untuk tumbuh dan sukses bersama. Apa Bapak mau menghancurkan kebahagian dan mimpi putri Bapak sendiri? " tanya Rangga, ia teringat akan kenangannya dulu bersama Almh.Istrinya dimana mereka berdua sama-sama berjuang dari 0 hingga bisa menggapai semua mimpi-mimpinya.


Pak Setiadji nampak merenungi kata demi kata yang di ucapkan oleh Rangga, ia pun sebenarnya teramat menyayangi putrinya. Sesaat Pak Setiadji menghela nafasnya, kemudian ia beranjak dari tempat duduknya, meninggalkan Rangga yang masih duduk di ruang tamunya.


Tak lama kemudian Pak Setiadji datang dengan membawakan kontrak kersama yang telah ia tanda tangani.


"Sama-sama Pak Setiadji, aku melakukannya karena aku sudah menganggap Nindy sebagai adikku sendiri dan ia juga telah banyak membantu putriku"


Ya kebaikan yang Rangga berikan selama ini kepada Nindy, smeata-mata adalah bentuk terima kasihnya atas semua kebaikan dan perhatian yang Nindy berikan kepada putri tercinta, tak lebih dari itu.

__ADS_1


Rangga pun berterima kasih karena Pak Setiadji mau secara profesional menandatangi kontrak kerja sama dengan perusahaannya, padahal ia sudah pasrah jika Pak Setiadji tidak mau menandatangani kontrak tersebut, ia akan melepas semua asset dan tabungan pribadinya untuk menutup kerugian perusahaan.


Rangga bernafas lega, kemudian ia pamit dan langsung terbang kembali menuju Jakarta.



Pukul 23.30 suasana kediamannya nampak sepi dan lengang, seluruh keluarganya telah beristirahat di kamarnya masing-masing, Rangga pun langsung membersihkan diri kemudian ke kamar putrinya untuk mengucapkan selamat malam meski pun ia tahu jika putrinya sudah tertidur dengan lelap.


"Ayah, dari mana saja?" tanya Alea, ia terbangun saat Ayahnya mengelus kepalanya.


"Tadi ada pekerjaan yang harus Ayah selesaikan, maaf ya. Ya sudah kamu tidur lagi ya" Rangga menarik selimut Alea hingga menutupi tubunya, kemudian ia kembali kamarnya untuk beristirahat.

__ADS_1


__ADS_2