ALINEA

ALINEA
Chapter 39 : Terkuaknya Sebuah Rahasia


__ADS_3

Sesampainya di Jerman Rangga dan Tyshia langsung menuju apartemennya, Rangga baru ingat jika kunci apartemennya berada di Mommynya.


"Byy, aku lupa jika kunci apartement kita ada Mommy. Kamu bisa tolong teleponin mommy?" pinta Rangga.


"Kak Rangga pasti lupa" Tyshia tersenyum kepada Rangga, ia ingat jika Mommynya akan memberikannya, kemudian ia membuka pintu apartemennya.


"Surprise!!" ucap Mommy, Edwar dan Daddy secara serentak.


"Welcome to Jerman, congrats ya buat kalian berdua" ucap Edwar sambil memeluk Rangga dan Tyshia secara bergantian.


"Thank you Kak Edwar." ucap Tyshia, kemudian ia dan suaminya mencium tangan Mommy dan Daddy secara bergantian,


"Ayo masuk, anggap saja apartement kalian sendiri" Risty menyuruh keduanya untuk masuk.


"Mommy, ini memang apartement mereka" ucap Edwar.


"Haha.. ia Mommy lupa. Ayo kita makan, kalian pasti lapar kan?" Risty membuatkan benyak makanan kesukaan Rangga dan Tyshia.


Selain itu Risty juga mendekor kamar Rangga menjadi kamar pengantin yang indah untuk mereka berdua.


"Thanks ya mom" ucap Tyshia sambil memeluk Risty.


"Mommy harap kamu betah tinggal di Jerman, mommy senang sekali akhirnya kamu tinggal di sini, Mommy jadi punya anak perempuan, pokoknya nanti jika rangga kerja atau kuliah kamu main ke rumah mommy ya" ucap Risty, kemudian beralih ke Rangga "Boleh ya Ngga, istrimu Mommy pinjam saat kamu sedang bekerja?"


"Tentu saja Mommy, nanti aku akan mengantar Tyhsia ke rumah Mommy" ucap Rangga.


Setelah berbincang sambil menikmati hidangan. Risty, Edwar dan Daniel pamit pulang, mereka tidak ingin terlalu lama mengganggu pengantin baru.


"Thanks ya Mom, Dad, Kak Edwar" Tyshia melambaikan tangannya, ia mengantar ketiganya hinggak ke depan pintu unit apartementnya.


Selepas kepulangan Mommynya Rangga merapihkan baju-baju dirinya dan juga istrinya.


"Byy, kamu pakai ini saja ya, kita kan cuma tinggal berdua di sini" Rangga menunjukan linggerie sexy kepada Tyshia.


"Jika musim panas ya byy" ucap Tyshia dengan nada bercanda.


"Di sini ada penghangat ruangan byy, jika kurang hangat aku bisa memelukmu setiap saat" pinta Rangga.


"Now and forever I will be yours" Tyshia duduk di pangkuan suaminya kemudian mencium bibir Rangga dengan penuh gairah.


Tanggan Rangga mulai menggerayangi tubuh istrinya, ia membuka pakaian istrinya satu persatu sambil membalas ciuman panas istrinya.


Drrtt... Drrtt...


Getar handphone di saku baju Rangga menghentikan aktivitasnya, ia mengambil handphone tersebut kemudian membukanya.


Alangkah terkejutnya Rangga ketika melihat pesan masuk dari salah seorang temannya yang mengirimkan link berita mengenai kasus penabrakan yang di lakukan oleh bapak kandungnya terhadap ibu mertuanya dua puluh satu tahun silam.


Seketika tubuh Rangga gemetar, keringat dingin mulai keluar "Tidak mungkin" Rangga menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Ada apa Byy?" tanya Tyshia penasaran, melihat wajah suaminya yang mendadak terlihat pucat.


Tyshia semakin di buat penasaran karena Rangga tak menjawabnya, ia merebut handphone suaminya dan membaca artikel tersebut. "Ini pasti tidak benar" Tyshia pun tak kalah terkejutnya dengan Rangga, ia mencoba menghubungi kedua orang tuanya via video call untuk mengkonfirmasi berita tersebut.


"Yah, Bund, katakan jika berita itu tidak benar" ucap Tyshia dengan mata yang berkaca-kaca karena ia sempat membaca beberapa komenan yang menghujat suaminya sebagai anak seorang pembunuh.


"Berita itu benar sayang" ucap Ana dengan terpaksa karena ia tak ingin membohongi putrinya. "Tapi kita benar-benar sudah melupakan kejadian itu dan ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan Rangga" Ana dan Rio tak menyangka jika media mengorek-ngorek asal-usul Rangga.


"Kamu tidak perlu khawatir, kami sudah meminta media menarik kembali berita tersebut" ucap Rio.


"Apa karena itu, Ayah dan Bunda sempat tak merestui hubungan kami?" tanya Rangga, Rio dan Ana mengangguk "Kami minta maaf, tidak seharusnya kami...."


"Aku yang harusnya meminta maaf kepada Ayah dan Bunda, atas apa yang telah Abi lakukan. Aku sangat mengerti akan kekhawatiran Ayah dan Bunda" ucap Rangga menundukan kepalanya menahan tangisnya.


"Ngga, kamu tidak perlu meminta maaf. Kamu tidak salah bahkan kamu sendiri tidak tahu apa-apa tentang persoalan ini" ucap Ana.


Setelah berbicara cukup panjang, Rangga mengakhiri pembicaraan tersebut, ia memilih untuk beristirahat menenangkan hati dan pikirannya.


"Kamu support Rangga ya sayang" ucap Ana kepada putrinya.

__ADS_1


"Iya Bunda" Tyshia mematikan sambungan teleponnya, ia menyusul suaminya ke kamarnya, di lihatnya Rangga tengah meringkuk membelakanginya. Tyshia menyelimuti tubuhnya dan memeluknya dari belakang " I will love you still my dear" bisik Tyshia.



Sementara itu di Indonesia, Cakra (Ayah sambung Rangga) rela terbang dari Jogja menuju Jakarta untuk menemui Rio dan Ana, mengajaknya bersama-sama menggelar konferensi pers meluruskan berita tersebut.


Sebenarnya Cakra tak begitu terkejut dengan berita ini, sebelumnya ia sudah punya punya firasat jika media pasti akan mencari tahu tentang asal usul Rangga mengingat Rangga menikahi anak tunggal konglomerat terkenal, tentu banyak orang penasaran mengenai siapa pria yang beruntung menikahi Tyshia, namun sayangnya berita yang beredar justru terkesan menyudutkan Rangga.


"Mari kita selesaikan ini" ucap Cakra, ia mempersilahkan Rio dan Ana untuk masuk kedalam ruang konferensi pers barulah ia menyusul dari belakang.


Rio membuka konferensi pers tersebut dengan menjelaskan bahwa dirinya dan istrinya sudah memaafkan dan melupakan kejadian tersebut serta menerima Rangga menjadi bagaian dari keluarga dengan sepenuh hati, Rio juga meminta kepada semua media dan masyarakat untuk berhenti memberitakan pemberitaan ini karena sangat melukai hati menantunya yang tidak tahu menahu.


Terakhir Cakra menambahkan jika dengan memberikan penjelasan dengan lengkap latar belakang pendidikan dan prestasi-prestasi yang telah di raih oleh Rangga dan menjelaskan bagaimana istrinya mendidik Rangga dan Rama dan penuh kasih.


"Baik Rangga maupun Alinea sama-sama beruntung memiliki satu sama lain, karena keduanya merupakan anak-anak yang berprestasi serta memiliki akhlak dan attitude yang baik. Kami di sini selaku orang tua mereka, bangga terhadap mereka berdua. Terima kasih, Wassalamualaikum" tutup Cakra. Ketiganya keluar dari ruangan tanpa membuka sesi wawancara



"Kamu lihat kan Byy, kita semua sangat menyayangimu" ucap Tyshia memperlihatkan live streaming konferensi pers orang tua mereka di Jakarta.


"Apa kamu tidak takut jika aku melukaimu? seperti apa yang Abiku lakukan terhadap Bundamu?" tanya Rangga.


Tyshia menggelengkan kepalanya "Aku percaya padamu sayang, kamu tidak akan pernah mengkhianatiku dan menyakitiku" Tyshia memeluk Rangga dengan hangat.


"Bagaimana kamu begitu mempercayaiku?" tanya Rangga kembali.


"Caramu yang selalu menjagaku dan caramu yang begitu menyayangi Laura dan Umimu (dengan selalu mendoakannya) membuat aku percaya bahwa kamu memang pria terbaik untukku.


"Terima kasih sayang, aku akan menjaga kepercayaanmu dan juga orang tua kita" Rangga membalas mendekap hangat tubuh istrinya dan memberikan kecupan di kepalanya.



Keesokan harinya Rangga sudah mulai beraktivitas seperti biasanya, berkat dukungan dari Tyshia dan keluarganya perlahan Rangga mulai melupakan kejadian yang kemarin.


"Hari ini aku pulang agak sore ya, kamu tidak apa-apa kan sendirian? atau mau aku antar ke rumah Mommy?" tanya Rangga.


"Tidak byy, aku di apartement saja, tapi aku ijin ke swalayan ya?"


"Sudah siang Byy, nanti kamu telat loh."


"Masih mau menempel denganmu sayang" Rangga mempererat pelukannya, hingga deringan telephone dari handphonenya berbunyi.


"Telephone dari Kak edwar, ya sudah aku berangkat dulu" Rangga kembali menciumi wajah istrinya kemudian ia berangkat ke kantor.


Setelah suaminya pergi, seharian Tyshia menghabiskan waktunya untuk merapihkan apartemennya, lelah bersih-bersih Tyshia merebahkan tubuhnya di sofa kemudian ia membuka handphonenya.


Ia mencari tahu melalui google mengapa setiap kali ia berhubungan badan dengan suaminya perut di bagian bawahnya terasa sangat sakit, terlebih saat Rangga semakin dalam memasukkan bagian sensitifnya, hingga terkadang ingin rasanya ia meminta Rangga untuk menghentikannya namun tidak ingin mengecewakan suaminya.


Tyshia terkejut dengan semua informasi yang ia dapatkan di google tentang kemungkinan-kemungkinan yang terjadi dalam dirinya seperti: kista, miom dll. namun itu semua butuh pemeriksaan untuk memastikan semuanya agar lebih jelas.


"Tidak mungkin, aku pasti baik-baik saja" ucap Tyshia, ia mematikan handphonenya dan tidur di atas sofa.


Ting... Tong... Ting... Tong...


Tyshia terbangun saat Rangga memencet bel, dengan cepat Tyshia membukakan pintu.


"Maaf ya aku lupa membawa kunci cadangan, aku jadi mengganggu tidurmu" Rangga mencium dan membalai wajah istrinya, ia merasa bersalah telah mengganggu istirahat istrinya.


"Tidak apa-apa byy, aku tidur sudah dari siang kok" Tyshia mengucek-ngucek matanya.


Rangga melihat sekeliling apartemennya nampak lebih bersih, rapih dan wangi dari sebelum ia berangkat kerja.


"Kan tadi pagi aku sudah bilang, hari ini kamu istirahat saja. Peraturan yang waktu itu aku buat masih berlaku loh, ini semua tugasku sayang. Apa perlu aku carikan asisten rumah tangga saja?" tanya Rangga.


"Tidak perlu byy, aku ingin bebas bermesraan denganmu" Tyshia memeluk suaminya dengan manja.


"Okay, tapi jangan lagi-lagi mengambil alih tugasku ya" Rangga mengelus rambut Tyshia dengan lembut, baginya Tyshia adalah ratu.


"Mandi bareng yuk." bisik Rangga.

__ADS_1


"Hanya mandi saja kan?" goda Tyshia.


"Tentu saja tidak, aku tidak akan melepaskanmu begitu saja" tanpa memberi aba-aba Rangga langsung menggendong tubuh Tyshia masuk ke dalam kamar mandi.


Benar saja yang di ucapkan Rangga, ia tak membiarkan Tyshia keluar begitu saja hingga ia dan Tyshia puas bercinta barulah mereka keluar.


"Tubuhmu bagaikan candu untukku, thanks ya byy" Rangga mengecup punggung Tyshia kemudian membantunya mengenkan pakaianya.


Malam itu Rangga menepati janjinya untuk mengantar istrinya berbelanja, dengan sabar Rangga menemani Tyshia memilih semua kebutuhan pokok untuk mengisi kulkas dan lemari stok makanan mereka.


Tak hanya membeli kebutuhan pokok, Rangga juga mengajak istrinya ke toko pakaian dan kosmetik. Dengan sabar Rangga mengikuti kemana pun istrinya melangkah, meskipun dalam hatinya ingin sekali ia berkata 'Bukankah sudah 3X ke tempat ini, mengapa memilih saja susah sekali, sebenarnya apa yang kamu cari?"


Namun ia urungkan niatnya, ia teringat dengan artikel yang ia baca jika mengajak istri berjalan-jalan pahalanya setara dengan iktikaf di masjid nabawi sebulan penuh.


"Udah byy, kita ke kasir yuk " ucap Tyshia sambil mengambil dompet di tasnya.


"Pakai punyaku saja, sayang" Rangga mencegah Tyshia menggunakan uangnya probadinya, ia mengambil dompet dari saku celananya kemudian menberikannya kepada Tyshia.


"Pakailah, mulai hari ini dompetku kamu yang pegang" ucap Rangga, Tyshia pun menerimanya, ia sangat menghormati dan menghargai setiap pemberian dari suaminya.


Seusai belanja Rangga mengajak makan malam di sebuah restauran yang tak jauh dari tempatnya berbelanja.


"Byy, Besok aku pulang malam. Nanti pagi aku antar ke rumah Mommy ya, aku tidak ingin kamu kesepian. Kamu juga tidak perlu masak untukku, nanti sepulang dari rumah mommy kita makan di luar lagi ya sayang."


"Iya byy."


"Maaf ya byy aku belum punya waktu untuk merencanakan bulan madu untuk kita, bahkan sabtu minggu pun aku pakai untuk mulai membuat tesisku" Rangga merasa sangat bersalah terhadap istrinya karena terlalu sibuk dengan pekerjaan dan menyelesaikan pendidikannya.


"Tidak apa-apa kok byy, sebelum menikah pun aku sudah tahu kesibukanmu. Aku menikah denganmu bukan untuk satu atau dua tahun tapi untuk seumur hidupku jadi kita masih punya banyak waktu untuk bulan madu" Tyshia tersenyum sambil mengelus tangan suaminya.


"Terima kasih ya sayang" Rangga mencium tangan Tyshia, ia sangat berentung memiliki istri yang sangat pengertian.



Keesokan paginya, sesuai dengan rencana tadi malam, sebelum berangkat bekerja Rangga mengantarkan Tyshia ke rumah Mommy Risty.


Setibanya di kediaman Mommy Risty, Risty menyambut kedatangan Ryshia dengan hatinyang gembira.


"Rangga, Tyshia ayo sarapan dahulu bareng sama Edwar dan Daddy" ajak Risty.


"Terima kasih Mom, tapi tadi kami sudah sarapan" ucap Tyshia.


"Berita yang kemarin jangan kamu pikirkan ya, kamu sangat menyayangimu" ucap Risty memberikan support kepada Rangga.


"Terima kasih Mom" Rangga menganggukan kepalanya.


Tak lama Edwar yang telah selesai sarapan datang menghampiri Rangga dan Tyshia.


"Baguslah loe dateng, gue jadi gak perlu bawa mobil. Yuk berangkat." Ajak edwar


"Kakak yang nyetir ya" Rangga melempar kunci mobilnya ke arah Edwar kemudian Rangga pamit dengan Risty dan Tyshia.


''Aku berangkat ya sayang." Rangga memeluk dan menciumi istrinya di semua bagian wajah istrinya, membuat Edwar iri melihat kemesraan Rangga dan Tyshia.


Dalam perjalanan menuju kantor, Edwar sempat ragu menanyakan tentang pernikahan kepada Rangga.


"Ngga, menikah itu enak tidak?" tanya Edwar sambil menyetir mobil Rangga.


"Luar biasa nikmat dan bahagia. Menikahlah, bukankah Kakak sudah lama pacaran kenapa tidak lamar saja." ucap Rangga.


"Apaan sih loe, Kakak-Kakak. Geli gue dengernya, panggil nama aja kenapa sih kaya biasanya" protes Edwar.


"Kan loe Kakaknya istri gue"


"Ya Tyshianya aja yang panggil gue Kakak, loe engak usah ikut-ikutan engak asik jadinya. Gue itu pengen banget nikah tapi kita beda keyakinan dan dia engak mau pindah"


Rangga terdiam sejenak, ia tidak tahu harus memberi nasehat apa terhadap Edwar, menurut Rangga masalah keyakinam adalah hal yang sensitif.


"Kenapa jadi Loe yang ngelamun? kan Gue yang punya masalah" Tanya edwar.

__ADS_1


"Perjuangin aja War, kejar restu Mommy and Daddy. Bukankah di Jerman tidak masalah menikah beda keyakinan? gue pasti dukung apa pun yang terbaik untuk Loe" ucap Rangga.


Edwar berfikir sejenak, ada benarnya apa yang di katakan oleh Rangga "Thanks ya Ngga, Adik Gue memang gak salah pilih suami" Edwar menempikan ke daraanny di parkiran kantornya.


__ADS_2