ALINEA

ALINEA
SEASON 2 - ALEA : Chapter 65


__ADS_3

Setibanya di coffee shop Nathan panik melihat calon istrinya tengah menangis, ia mengelus lembut pundak Alea dan menghapus air matanya


"Sayang ada apa denganmu? siapa yang telah membuatmu menangis?" tanya Nathan, Alea hanya menggelengkan kepalanya.


"Lea, ada apa denganmu. Tolong ceritakan kepadaku sayang?" Nathan semakin panik karena Alea tak juga berhenti menangis.


"Aku mau pulang, tolong antar aku pulang hiks..." Alea beranjak dari tempat duduknya, kemudian berjalan menuju mobil Nathan.


Nathan pun berlari mengejarnya, dengan cepat ia membukakan pintu mobil untuk Alea.


Sepanjang jalan wajah Alea menghadap ke jendela, air matanya masih terus mengalir membasahi pipinya.


"Lea, kamu kenapa? jangan membuatku takut, ayo ceritakan padaku sayang" tangan kiri Nanthan mengelus pundak Alea dengan lembut.


Hingga sampai rumahnya Alea belum juga mau berbicara dengan Nathan, Alea berlari masuk ke dalam kamarnya hal ini membuat Rangga bertanya -tanya apa yang terjadi dengan putri semata wayangnya.


"Nathan apa kalian sedang bertengkar?" tanya Rangga dengan wajah serius.

__ADS_1


"Tidak Yah, aku juga tidak tahu apa yang terjadi dengan Alea. Tadi aku sedang banyak pasien sehingga aku meminta Alea untuk menungguku sebentar, Alea menungguku di coffee shop sebelah rumah sakit tempat biasa kami mengobrol, namun begitu aku tiba di sana Alea sudah menangis" terang Nathan.


"Ya sudah kalo begitu nanti Ayah yang akan bicara dengannya, terima kasih ya sudah mengantar Alea, apa kamu mau masuk dulu?" tanya Rangga.


"Terima kasih Yah, aku ada janji bertemu tika tim WO untuk mengambil undangan pernikahan" jawab Nathan.


"Ya sudah kalau begitu kamu hati-hati ya" ucap Rangga.


"Iya Yah" Nathan mencium tangan Rangga, kemudian pergi dari rumah Alea.


"Baiklah aku akan mengambilnya" Nathan mematikan telephonennya dan kembali lagi ke coffee shop.


Sesampainya di coffee shop seorang barista menyerahkan sebuah kotak milik Alea, nathan pun menaruhnya di kursi belakang mobilnya.


Ia kembali melanjutkan perjalannnya menuju tempat WO untuk mengambil undangan pernikahannya. Nathan sangat puas dengan hasil undangan yang sudah jadi, setelah urusannya selesai nathan pulang ke rumahnya,.


Sepanjang perjalanan pikirannya tak tenang memikirkan Alea, tanpa sadar ia hampir saja menabrak orang yang hendak menyebrang.

__ADS_1


Dengan cepat Nathan langsung mengijak rem, kemudia ia turun dari mobilnya untuk meminta maaf, setelah itu ia melanjutkan kembali perjalanannya.


Sesampainya dirumah ketika ia hendak mengambil tasnya di kursi belakang, ia melihat kotak milik Alea jatuh berantakan akibat ia ngerem mendadak tadi.


Nathan pun merapihkannya, ia melihat foto-foto Alea bersama dengan seorang pria, Nathan mengingat-ingat pria dalam foto itu.


'Jika tidak salah pria yang berpapasan denganku di coffee shop tadi' gumam Nathan.


Kemudian ia mengambil kotak perhiasan dan membukannya.


"Ini kan liontin yang sering Alea kenakan" Nathan pernah beberapa kali melihat liontin tersebut melingkar di leher Alea saat alea memakai hijab yang dililit di lehernya.


Nathan menutup kotak perhiasan itu dan memasukannya ke kotak, lalu ia mengambil surat dan membukanya, ia membaca surat cinta zaman SMA yang pernah Tristan tulis untuk Alea.


"Jadi liontin ini pemberiannya, jadi selama ini Alea masih merindukan dan menantikannya" Hatinya begitu sakit menerima kenyataan jika wanita yang ia cintai selama ini masih menantikan kehadiran orang lain.


Nathan turun dari mobilnya, ia sudah tidak ingin mengetahui lebih jauh hubungan Alea dan mantannya.

__ADS_1


__ADS_2