
Sesuai dengan rencana yang mereka rencanakan jauh-jauh hari sebelumnya, Alea dan Nathan bertolak menuju Hawai untuk menghabiskan masa bulan madu mereka, butuh waktu sekitar 17 jam untuk mereka bisa sampai ke Honolulu International.
Rasa lelah tujuh belas jam yang di tempuh terbayarkan oleh keindahan alam yang begitu memesona.
Nathan membawa Alea ke Napali Coast State Park untuk menikmati panorama yang benar-benar indah mulai dari lembah hijau, air terjun, pantai hingga gua-gua laut yang tersembunyi.
Tak ingin membuat istrinya lelah Nathan menyewa helikopter untuk menikmati pemandangan tebing dan lembah hijau yang berdampingan dengan birunya Samudra Pasifik.
"Thank you honey" Alea menggengam erat tangan suaminya, ia begitu takjub dengan keindahan pemandangan yang terbentang indah di hadpannya.
"Sama-sama sayangku" Nathan tersenyum kemudian ia mencium punggung telapak tangan istrinya dengan lembut.
Puas berkeliling, nathan mengajak Alea mencoba makanan lokal di Helena’s Hawaiian Food di Kalihi, sebelah barat Honolulu di Pulau Oahu.
Alea dan Nathan menikmati makanan asli Hawai antara lain: luau squid, fried butterfish collars, dan pipi kaula short ribs yang rasanya mirip seperti perpaduan dendeng dengan steak.
__ADS_1
Nathan berhati-hati dalam memilih makanan karena beberapa ada makanan yang non halal, sehingga saat ia hendak memesannya, ia terlebih dahulu menanyakannya kepada pelayan.
"Honey, open your mouth" Nathan menyuapi istrinya dengan tangan kosongnya, hingga semua makanan yang ia pesan habis tak tersisa.
"Aku kenyang sekali sayang" ucap Alea.
"Kamu harus makan yang banyak agar energimu tetap terjaga untuk malam panjang kita" goda Nathan dengan tatapan nakalnya.
Alea tersenyum, ia sangat paham sekali apa yang diinginkan oleh suaminya "Baiklah sayangku" ucap Alea, ia menggenggam erat tangan Nathan.
Usai mengisi perut Nathan mengajak istrinya kembali ke penginapan untuk beristirahat, dan benar saja, Nathan menjadikan malam itu menjadi malam yang panjang untuk mereka berdua memadu kasih.
Nathan menjemut tubuhnya di bawah sinar matahari, sedangkan Alea memilih untuk sedikit menepi karena selama ini ia susah payah menjaga kulit mulusnya.
"Ayolah sayang temani aku berjemur!" pinta Nathan.
"Nathan, kamu hanya butuh waktu beberapa hari untuk mengembalikan warna kulimu, sedangkan aku??? bisa gosong aku jika berjemus sepertimu" ucap Alea.
__ADS_1
"Hahaha... tapi kamu tetap mempesona sayang" puji Nathan " Tapi baiklah jika kamu tidak ingin berjemur, kamu di sini saja ya jangan kemana-mana, aku ingin jauh darimu" Nathan mengecup kening Alea, kemudian kembali menjemur tubuhnya di pinggir pantai.
Puas berjemur Nathan mengajak Alea bermain selancar, Nathan bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk bermain selancar, ia juga mulai mengajari istrinya bermain selacar.
"Aku takut Nathan" ucap Alea.
"Tenang lah sayang, aku tidak akan melepaskanmu" ucap Nathan, dengan sabar ia mengajari alea teknik-teknik berselancar.
Tak lama kemudian Alea mulai bisa menyeimbangkan tubuhnya.
"Menyenangkan bukan?" tanya Nathan.
Alea menganggukan kepalanya, awalnya ia sangat takut namun lama kelamaan ia merasakan kenikmatan bersatu bersama lautan.
Pantai dengan latar belakang pemandangan gunung Diamond Head ini memang bisa dibilang bukan pantai biasa.
Di sini ada pemutaran film melalui layar selebar 10 meter dan wisatawan bisa menikmatinya secara gratis yang disebut sebagai Sunset on the Beach.
__ADS_1
Nathan memeluk Alea dari belakang sambil menonton film dan menikmati sunset, selama satu minggu mereka menghabiskan waktunya di Hawai sampai mereka kembali ke rutinitas mereka kembali.