ALINEA

ALINEA
SEASON 2 - ALEA : Chapter 6


__ADS_3

Tok... Tok... Tok...


Edgar mengetuk pintu ruang kerja Rangga, Rangga pun mempersilahkan Edgar untuk masuk ke dalam ruangannya.


"Excuse me, sir.  I wish to extend an invitation to you from Tn.Atmaja." Edgar menyerahkan sebuah undangan kepada Rangga.


"Thanks" Rangga menerimanya.


Setelah memberikan undangan kepada Rangga, Edgar meminta izin untuk keluar dari ruangan Rangga.


Rangga membuka dan membaca undangan yang di berikan Edgar kepadanya, setelah membaca undangan tersebut Rangga pergi ke ruangan Edwar.


"Loe aja yang dateng, gue enggak terbiasa dateng ke tempat seperti itu" Rangga memberikan undangan tersebut kepada Edwar, Wdwar membaca sekilas.


"Ini kan di VVIP Room Ngga, jadi bukan club yang seperti ada di bayangan loe, nanti malam gue ada acara anniversary sama istri gue, lagi pula ini kan undangan buat loe masa gue yang dateng" ucap Edwar.


"Sekalian cuci mata, pasti banyak cewek-cewek cantik dan sexy" bisik Edwar.


"Gue enggak tertarik" Rangga pergi meninggalkan ruangan Edwar, ia terlalu sensitif untuk membicarakan mengenai wanita lain, karena sampai detik ini cintanya hanya untuk Alinea dan putrinya.

__ADS_1



Entah mengapa undangan tersebut mengusik pikirannya, seusai makan malam Rangga meminta izin kepada Alea untuk keluar memenuhi undangan dari Tn.Atmaja collega bisnisnya, tentu saja Rangga tidak mengatakan kepada Alea jika undangannya di sebuah club malam.


Alea pun mengizinkan ayahnya untuk pergi, sebelum pergi Rangga meminta salah satu asisten rumah tangganya untuk menemani Alea sampai dirinya kembali pulang.


"Ayah pergi dulu ya, ayah janji tidak akan lama" Rangga mencium kening putrinya.


"Iya Ayah, hati-hati di jalan ya" Alea melambaikan tangannya.


Tiba di parkiran, Rangga sengaja berlama-lama berada di dalam mobilnya, rasanya terlalu asing tempat tersebut untuk Rangga.


Satu jam berlalu tepat pukul 21.00 Rangga masuk ke dalam club, seorang pelayan club mengarahkan Rangga ke ruang VVIP, begitu Rangga memasuki ruangan beberapa colleganya menyambut kedatangan Rangga.


Saat Rangga berjalan di parkiran menuju mobilnya, ia tidak sengaja melihat Nindy berjalan sempoyongan di papah oleh seorang pria masuk ke dalam mobil.


Rasa penasaran pun hinggap di benak Rangga, ia memutuskan untuk mengikuti mobil yang membawa Nindy pergi.


Rangga terkejut ketika melihat mobil tersebut masuk ke sebuah hotel, Rangga pun terus mengikutinya hingga masuk ke dalam hotel. Saat pria tersebut hendak check in hotel, Rangga menepuk pundak pria yang membawa Nindy.

__ADS_1


"Mau kamu bawa ke mana calon istri saya?" ucap Rangga dengan tatapan tajam.


"Haha... calon istri? apa Om tidak salah? dia cewek saya Om." ucap pria tadi setengah mengejek Rangga, ia melihat Rangga dari atas ke bawah.


Rangga membuka handphone kemudian memperlihatkan foto makan malam kemarin di rumahnya, foto tersebut Alea ambil dan di kirim ke Rangga kemarin seusai makan malam.


"Minggu depan kita akan tunangan jadi tolong jangan ganggu calon istri saya."


"Ini cewek saya Om, mana mungkin cewek saya mau sama Om-Om" pria itu tak membiarkan Rangga membawa Nindy.


"Saya akan melaporkanmu pada dekanmu karena telah membawa calon istri saya ke hotel" Rangga memperlihatkan kartu nama dekan di kampus tempat Nindy dan Darel kuliah, kebetulan Rangga mengenalnya.


Karena takut dengan ancaman Rangga, Darel pun menyerahnkan Nindy kepada Rangga, kemudian ia pergindari hotel tersebut.


Rangga membopong tubuh Nindy masuk ke dalam mobilnya, di dalam mobil Rangga nampak bingung mau kemana membawa Nindy yang tidak sadarkan diri karena mabuk, ia tidak mungkin membawa Nindy ke rumahnya, ia tidak mau Alea sampai melihatnya.


Akhirnya Rangga memutuskan membawa Nindy ke hotel yang berbeda, setelah check in Rangga membawa Nindy masuk ke dalam kamar hotel.


Rangga merebahkan tubuh Nindy di atas tempat tidur, Rangga memandangi tubuh indah Nindy yang berpakaian super mini.

__ADS_1


Rangga menggelengkan kepalanya, menyadarkan dirinya jika ia tidak boleh memandangi yang bukan menjadi haknya.


Rangga melihat jam di tangannya telah menunjukan pukul 01.00 malam, ia bergegas keluar dari kamar hotel, tiba di ruang receptionist Rangga memberikan beberapa lembar uang tip kepada pelayan wanita hotel untuk menjaga Nindy hingga Nindy tersadar.


__ADS_2