ALINEA

ALINEA
Chapter 48 : Apartement Baru


__ADS_3

Di tahun berikutnya Tyshia dan Rangga sudah menempati apartement barunya, menggunakan konsep terbuka tanpa sekat untuk desain apartement baru mereka. Konsep terbuka tanpa sekat ini memungkinkan Tyshia dan Rangga melakukan berbagai aktivitas di ruang yang sama.



Dapur dibuat terhubung dengan ruang makan sehingga interaksi bisa terjadi tanpa jarak. Pada jarak yang tidak terlalu jauh, ruang makan dibuat terhubung dengan ruang keluarga.


Meskipun tak bersekat, namun tampak jelas desain interior dapur, ruang makan dan ruang keluarga dibuat senada, yakni modern minimalis dengan dominasi warna putih.


Khusus untuk ruang keluarga, ditempatkan sebuah karpet lebar dan terdapat jendela besar yang memenuhi salah satu sisi dinding sehingga cahaya alami yang melimpah menerangi setiap area, dan tak jauh dari ruang keluarga terdapat sisi ruang kerja Rangga yang terasa lebih santai dengan keberadaan sofa berwarna coklat yang hangat serta rak berisi buku-buku.


Sedangkan ruang tamu berada di sisi lainnya dengan latar belakang elemen batu bata yang menampilkan tekstur dan warna natural.


Selain sudah menempati apartemen barunya, Tyshia juga telah resign dari tempat kerjanya. Tyshia mulai di sibukan dengan persiapan grand oppening boutiquenya, skema warna yang Tyshia gunakan untuk desain interior boutiquenya adalah warna putih dengan sedikit aksen emas yang elegan sehingga membuat boutique miliknya terkesan mewah.


Tyshia meletakkan barang-barang dengan rapi sesuai dengan model, ukuran dan warna. Bukan saja terlihat lebih rapi dan tersusun dengan sangat baik, pengunjung juga akan mendapatkan kemudahan saat memilih produk yang diinginkan.


Tyshia juga mengunakan sekat atau rak pembatas ruangan untuk membuat area khusus yang berfungsi sebagai rak pajangan sekaligus penghias ruangan.


Dilantai dua merupakan ruang produksi pakaian yang Tyshia desain sendiri, terdapat berbagai macam jenis macam bahan dan warna, benang dan perlengkapan lainnya seperti mesin jahit, gunting, jarum dan lain-lain.


Dan di lantai paling atas terdapat ruang kerja Tyshia, ruang pemotretan untuk catalog, dan ruang untuk beberapa staff yang membantunya dalam memasarkan dan menghitung harga jual produknya.


Tyshia ragu menentukan tanggal grand oppening boutiquenya, karena bertepatan dengan tanggal ujian suaminya.


"Byy benar tidak apa-apa jika aku grand oppening minggu depan?" tanya Tyshia.


"Iya sayang, aku pasti akan datang ke acaramu."


"Lalu ujianmu bagaimana, kamu ujian lab loh byy."


"You just calm down byy." Rangga mengelus tangan istrinya, kemudian ia mengakhiri makan malamnya.


Rangga beranjak dari tempat duduknya, lalu menutup mata Tyshia dengan selembar kain yang ia ambil dari saku celananya.


"byy I have got present for you" bisik Rangga sambil menuntun Tyshia menuju basement apartemennya, "Kejutan apa lagi Byy, aku penasaran" Tyshia tersenyum penasaran dengan apa yang ingin Rangga berikan padanya.


Rangga menghadiahi Tyshia sebuah mobil  Lexus LFA yang dibandrol dengan harga Rp 4,644 miliar.


"How do you like?" tanya Rangga saat melepas penutup mata Tyshia.


"It's for me?" tanya Tyshia seakan tak percaya jika mobil impiannya berada di depannya.


"Iya sayang, ayo ajak aku jalan-jalan!" Rangga memberikan kunci mobilnya kepada Tyshia, kemudian Rangga masuk kedalam mobil.


Melihat suaminya masuk ke dalam mobil, Tyshia pun masuk, ia duduk di kursi kemudi.


Melihat istrinya yang nampak bingung, Rangga mengajari Tyshia bagaimana cara mengemudikannya, tak butuh waktu lama untuk Tyshia beradaptasi dengan mobil barunya, ia mengajak suaminya berjalan-jalan mengelilingi kota Berlin.


"Byy, besok Ayah dan Bunda akan datang kemari, mereka berdua akan menghadiri grand opeing boutiqueku minggu depan."

__ADS_1


"Iya sayang, ajaklah Ayah dan Bunda untuk tinggal di apartemen kita selama mereka tinggal di Jerman, kita kan sudah menyiapkan kamar spacial untuk Ayah dan Bunda." ucap Rangga, Tyshia tersenyum sambil menganggukan kepalanya.


Puas berkeliling serta membeli jajanan di street food, Tyshia dan Rangga kembali ke apartementnya.


"Thank you byy" Tyshia memeluk Rangga dengan erat


"Kok hanya ucapan terima kasih?" goda Rangga kepada istrinya


Tanpa aba-aba Tyshia mecium dan melu*at bibir Rangga dengan lembut, Tyshia dan Rangga melakukan adegan panasnya di ruang keluarga apartement mereka.



Keesokan harinya Tyshia terbangun merasakan udara dingin ditubuhnya, ia semakin masuk ke dalam pelukan Rangga.


"Morning baby, dingin ya" Rangga menyelimuti tubuh polos istrinya kemudian memeluknya lebih erat.


"Morning byy" Tyshia memberikan kecupan manis didada bidang suaminya.


"Byy, maaf ya aku tidak bisa menjemput ayah dan bunda di bandara. Hari ini kerjaanku banyak sekali, sepertinya aku akan pulang malam." Rangga mengelus kepala istrinya.


"Iya byy, nanti sore setelah dari boutique aku akan menjemput Ayah dan Bunda"


"Ya sudah kita mandi yuk, siap-siap ke kantor"


Seakan masih belum puas semalaman bercinta dengan Tyshia, pagi itu Rangga mengajak Tyshia mandi bersamanya dan mengulangi adegan panasnya yang semalam ia lakukan bersama Tyshia.


"Iya sayang maaf" Rangga membantu Tyshia mengeringkan rambutnya, sementara Tyshia sibuk mengenakan skin care dan make upnya.


"Terima kasih ya" ucap Tyshia.


"Iya sama-sama, aku tunggu di bawah ya cuupp.." Rangga mengecup kening Tyshia kemudian ia menuju dapur untuk menyiapkan sarapan.


Tak lama kemudian Tyshia yang telah rapih datang menyusul Rangga ke dapur.


"Nih sarapan di kantor saja" Rangga memberikan paper bag berisi roti, buah dan susu untuk istrinya.


"Kamu benar-benar suami idaman, terima kasih ya sayang"


"Iya sayang, yuk kita berangkat, aku juga ada meeting pagi" Rangga menggandeng tangan istrinya menuju basement apartemennya, ia mengantar Tyshia hingga masuk ke dalam mobilnya, begitu mobil Tyshia sudah pergi barulah ia masuk ke dalam mobilnya dan bergegas menuju kantornya.



Sore harinya Tyshia pulang lebih awal karena ia akan menjemput kedua orang tuanya di bandara, dua puluh lima menit sudah Tyshia menunggu akhirnya Tyshia melihat sosok yang di tunggunya.


"Ayah... Bunda..." Tyshia berhambur kepelukan kedua orang tuanya.


Kedua orang tua Tyshia memeluk erat putrinya kemudian menghujaninya dengan banyak ciuman.


"Kami rindu sekali kapadamu sayang" Mata Ana dan Rio berkaca-kaca tak bisa menahan haru bahagianya bertemu dengan putri tunggalnya.

__ADS_1


"Aku juga rindu dengan Ayah dan Bunda" ucap Tyshia.


"Mengapa kamu dan Rangga sama sekali tidak pernah pulang ke Indonesia mengunjungi kami?" tanya Rio.


Tyshia hanya tersenyum kemudian Tyshia meminta orang tuanya menunggu sebentar, karena ia akan ke parkiran untuk mengambil mobilnya. Ana cukup terkejut melihat mobil mewah milik putrinya, yang bahkan lebih bagus dari milik suaminya di jakarta.


"Sayang, tadi kamu tidak menjawab pertanyaan ayah. Mengapa kamu dan Rangga tidak pernah pulang ke Indonesia?"


"Kak Rangga, sedang melanjutkan study S3 nya Yah" jawab Tyshia.


"Benarkah? rajin sekali suamimu"


"Lalu mengapa kalian baru menghubungi kami beberapa jam sebelum kamu operasi, lalu melarang kami datang menengokmu?" tanya Ana dengan nada protes.


"Aku baik-baik saja Bund, hanya operasi kecil. Kami tidak ingin merepotkan Ayah dan Bunda, selama di rumah sakit Kak Rangga menjagaku 24 jam"


"Sayang, Apa boleh kami melihat boutiquemu sebelum grand opening?"


"Tentu saja Bunda" Tyshia mengantar Ayah dan Bundanya ke boutique miliknya.


Rio dan Ana sangat bangga melihat pencapaian yang di raih oleh putrinya di negeri orang tanpa bantuan darinya.


Selesai melihat-lihat boutique, Tyshia membawa Ayah dan Bundanya beristirahat di apartemen miliknya. Lagi-lagi Rio dan Ana di buat terkejut dengan apartemen mewah bernuansa open-plan milimalis milik putrinya.


"Ayah bangga padamu dan Rangga" Rio menepuk lembut pundak Tyshia.


Tyshia mempersilahkan Ayah dan Budanya tuk beristirahat di kamar yang telah tyshia siapkan.


"Wow kalian menyiapkan kamar khusus untuk kami?"


"Kak Rangga yang menyiapkannya Bund, Kak Rangga ingin Ayah dan Bunda betah tinggal di sini."


"Tentu saja kami akan betah tinggal di sini bersama putri kesayangan kami" ucap Ana.


Rio dan Ana sangat terkesan dengan Rangga yang tidak hanya mencintai putrinya tapi juga menyayanginya, Rangga selalu mengajarkan Tyshia bakti kepada kedua orang tuanya.


"Ayah dan Bunda istirahatlah, aku mau menyiapkan makan malam."


"Bunda bantu ya, Bunda rindu mengobrol denganmu" Ana mengikuti Tyshia menuju dapur.


Begitu waktu makan malam tiba, Rangga pulang dari kantornya.


"Maaf aku pulang telat, bagaimana Ayah Bunda perjalanannya?" tanya Rangga sambil mencium tangan kedua mertuanya secara bergantian.


"Baik Ngga, Pekerjaanmu bagaimana? Ayah dengar dari Edwar kamu naik jabatan menjadi general manager. Hebat ya kamu Ngga, bukankah di Jerman ini sangat sulit untuk mendapati posisi seperti itu" ucap Rio.


"Ini semua berkat istriku yang cantik ini, tanpa cinta, dukungan dan doanya aku tidak akan bisa seperti ini" Rangga melingkarkan tangannya di pinggang Tyshia kemudian mencium kepalanya "Terima kasih ya byy" bisik Rangga.


Setelah makan malam Rangga mengajak kedua mertuanya untuk mengobrol hangat di ruang keluarganya.

__ADS_1


__ADS_2